Gowes To Lombok - Sejarah Ironman

Image
Iman Sulaeman - Gowes To Lombok 2022
Olahraga | Friday, 30 Sep 2022, 13:27 WIB

Perdebatan kedua klub renang itu semakin ramai dan menjadi perhatian publik ketika John Collins, seorang komandan angkatan laut, mengajukan pendapat berbeda. Menurut sang jenderal perang ini, atlet pesepedalah yang lebih unggul dibanding atlet renang dan lari.

Tim Gowes To Lombok 2022

Untuk membuktikan itu semua, akhirnya pada 18 Februari 1978, di pulau Kailua-Kona, Hawai’i, dilangsungkanlah lomba triathlon pertama, untuk membuktikan siapa atlet terkuat diantara cabang olah raga lari, renang dan bersepeda.

Pada lomba Ironman pertama peserta harus berenang sejauh 3.86 kilometer, bersepeda sejauh 180.25 kilometer, dan lari marathon 42.20 kilometer.

Pada ajang Ironman pertama, hanya 15 atlet yang ikut berkompetisi, dengan 12 diantaranya berhasil menembus garis finish.

Gordon Haller menjadi manusia pertama yang mendapatkan titel sang "manusia besi" dengan catatan waktu 11 jam, 46 menit dan 58 detik.

Pada pelaksanaan Ironman kedua pada tahun 1979, Lyn Lemaire menjadi satu-satunya peserta wanita yang ikut, dan disebut-sebut sebagai Ironman wanita pertama.

Bayar Royalti ke Marvel Entertainment

Kesamaan nama dan penyebutan “Iron Man” dan “Ironman” mengharuskan pengelola World Triathlon Corporation (WTC) sebagai pelaksana event “membayar” royalti kepada pihak Marvel Entertainment.

Alasannya nama Iron Man, yang merupakan tokoh super hero ciptaan Stan Lee , lebih dulu muncul pada tahun1963. Sedangkan triathlon dengan nama Ironman, baru diselenggarakan pada tahun 1978 atau 15 tahun kemudian.

Kedua belah pihak, WTC dan Marvel Entertainment juga sepakat adanya perbedaan dalam penulisan, yaitu "Iron Man" dan "Ironman" agar tidak membingungkan atau saling tertukar dalam penggunaanya.

Semantara itu WTC sebagai penyelenggara Ironman triathlon menegaskan pembayaran royalti kepada Marvel Entertainment bukanlah sebagai hal yang utama dalam kerjasama kedua belah pihak.

Tim Gowes To Lombok 2022

Triathlon Ironman70.3Lombok

Direktur Eksekutif Ironman70.3Lombok Arie Sukirno menyebut ada sekitar 500 atlet dari berbagai negara yang akan berkompetisi memperebutkan gelar "manusia besi" pada 8 Oktober nanti di Lombok.

Event bergengsi yang selalu jadi perhatian para "atlet super" dunia ini direncanakan akan berlangsung 3 tahun berturut-turut di Indonesia, yaitu tahun 2022, 2023 dan 2024, dengan segala keindahan alamnya dan masyarakatnya yang ramah.

Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Gatot Hendrarto, berharap acara ini tidak hanya menjadi event olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif untuk masyarakat Lombok

"Ini bukan semata-mata olahraga, tetapi event pariwisata yang dapat membangkitkan ekonomi Indonesia lebih baik. Paduan sport dan tourism merupakan dualisme yang punya beberapa efek luar biasa dalam rangka bangkit lebih kuat dari pandemi," jelas Gatot Hendrarto.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Penikmat perjalanan jauh dengan sepeda

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Karutan Prabumulih Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Tahun 2022

Image

Jadi Negara Arab yang Lolos Perempat Final Piala Dunia 2022, Begini Fakta The Lion Atlas

Image

Kebijakan Fiskal Dalam Perspektif Islam

Image

UMKM SEBAGAI SOLUSI DALAM MENGHADAPI RESESI GLOBAL 2023

Image

Kunjungi Situs Sejarah di Banyumas, Mahasiswa PMM UMP Perkuat Kebinekaan

Image

KEBIJAKAN FISKAL DALAM PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image