Masuk Syurga Dengan Terpaksa

Image
Terry Arya Viratama
Eduaksi | Monday, 26 Sep 2022, 08:58 WIB
Doc: SMPIT Thariq bin Ziyad

"Lebih baik kita paksa anak anak masuk syurga, dari pada kita ikhlas membiarkan mereka masuk neraka" ujar KH Hasan Abdullah Sahal didepan guru guru Gontor kala itu.

begitulah, diusianya yang tidak lagi muda, beliau selalu memberikan percikan semangat kepada kami untuk tidak lelah dan terus berupaya maksimal dalam mendidik dan membina anak anak.

kembali ke konteks kekinian, belakangan ini, kita mungkin sudah terlalu jenuh mendengar banyaknya berita tentang pembunuhan, perkosaan, kekerasan, korupsi dan segala macam intrik perpolitikan yang tidak ada habisnya. Nilai kemanusiaan dan kejujuran seakan melambung tinggi, mahal dan hanya sedikit orang yang memilikinya seiring dengan menurunnya tingkat kesejahteraan. Tentunya hal ini, bukanlah harapan semua orang, bukanlah keinginan dan cita cita kita, namun sekuat apapun kita menutup mata dan telinga, akhirnya kita menyadari, bahwa inilah yang kita hadapi sekarang.

banyak kalangan yang selalu mengelu elukan, dan mungkin kita termasuk salah satunya yang sering mengucapkan, "anak muda harapan bangsa", "mereka yang muda yang berkarya", "bangkitlah", dan sebagainya. Doa yang sejatinya harus diiringi dengan usaha, harapan yang harusnya di sambut dengan kerja keras, ternyata luput dari perhatian dan hanya menjadi jargon yang berhenti di pangkal tenggorokan saja.

tak ada usaha yang benar-benar serius untuk memperbaiki keadaan, ditambah gempuran budaya luar yang notabene nya merusak, dibiarkan mengalir dengan deras dan menjadi lauk makan sehari hari bersama dengan bobroknya nilai spriritualitas generasi muda yang lekang oleh kemajuan zaman.

Doc: SMPIT Thariq bin Ziyad

Namun agaknya kita dapat sedikit membanggakan diri. Ditengah berbagai macam permasalahan sosial ini, Islam selalu memberikan solusi yang mencerahkan. Kita bangga dengan Al Qur'an yang pastinya memiliki segudang tips dan jalan keluar bagi seluruh permasalahan kehidupan. Kita juga bisa berbangga dengan Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam dengan segudang nasihat dalam Hadist nya yang membahas sebagian besar permasalahan sosial kultural manusia. Dan yang menjadi pertanyaan, sudahkan kebanggaan kita ini, diiringi dengan langkah konkrit untuk mengaplikasikannya?

Sebagai pendidik, tentunya langkah paling utama untuk mengkontekstualkan kesejahteran kehidupan dalam Al Qur'an adalah dengan menggoreskan tinta yang baik pada anak didik kita. Kita perbaiki dan lengkapi kekurangan anak didik semaksimal mungkin, membekali mereka dengan akhlaq dan adab diatas ilmu, memaksa mereka untuk menjadi anak yang baik dengan berbagai pembiasaan yang kita pupuk dan bina. karena pastinya, seorang pendidik akan lebih memilih memaksa mereka masuk syurga dengan amalan baik walaupun berpotensi untuk dibenci, ketimbang ikhlas memasukkan mereka kedalam keburukan, naudzubillah.

akhirnya, memberikan mereka pengertian akan pentingnya nilai kejujuran, nilai keikhlasan, nilai yang terkandung dalam pancasila dan berbagai nilai baik lainnya adalah sebuah keniscayaan jika kita menginginkan perbaikan kedepannya kelak, dan itu akan kita lakukan walaupun dengan pemaksaan. Pintar nya mereka tidak akan menjamin keberhasilan bila tanpa dengan kejujuran, dan keberhasilan mereka tidak akan menjamin kebahagiaan bila tanpa dengan nilai kebaikan. Allahu musta'an

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pengajar dan Pembelajar Al Quran

Mengemis Cinta Rabb

Guru Penggerak, Berinovasi dan Menginspirasi

...

Nur Kosim  

Sangat setuju, karena setan dan sekutunya berharap orang2 baik melemah kepeduliannya. Maka hikmah, nasehat yang baik dan dialog dgn cara terbaik adalah pedoman yg Allah berikan sebagai upaya mengajak dan mendampingi generasi dalam kebaikan

26 Sep 2022, 09:34 WIB

Artikel Lainnya

Image

Karutan Prabumulih Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Tahun 2022

Image

Jadi Negara Arab yang Lolos Perempat Final Piala Dunia 2022, Begini Fakta The Lion Atlas

Image

Kebijakan Fiskal Dalam Perspektif Islam

Image

UMKM SEBAGAI SOLUSI DALAM MENGHADAPI RESESI GLOBAL 2023

Image

Kunjungi Situs Sejarah di Banyumas, Mahasiswa PMM UMP Perkuat Kebinekaan

Image

KEBIJAKAN FISKAL DALAM PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image