Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Cekpoin

Judul: Periset UI Paparkan Hasil Analisis Risiko Kedaruratan Pengelolaan Limbah B3 Beserta Limbahnya

Eduaksi | Monday, 05 Sep 2022, 16:20 WIB
Prof. Fatma Lestari, Ketua DRRC UI memberikan paparan mengenai hasil analisis risiko kedaruratan pengelolaan B3 dan/ atau limbah B3 untuk Kalimantan Barat.

Pada tanggal 2 September 2022 lalu di Ruang Apung, Universitas Indonesia, Depok Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) mengadakan workshop untuk merilis hasil risiko kedaruratan pengelolaan B3 dan limbahnya. Kajian kali ini dilakukan di empat provinsi terpilih yakni Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kedaruratan Pengelolaan B3 atau limbah B3 ini diikuti juga secara hybrid oleh perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan beberapa perusahaan yang ada di Provinsi Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Kalimantan sendiri pernah mengalami kebakaran yang melanda kolam limbah PT Multi Jaya Perkasa (MJP), Desa Ensalang, Kecamatan Sekadau Hilir, Kalimantan Barat pada 2017 lalu.

Dalam sambutannya, Drs. Haneda Sri Mulyanto yang mewakili PLTTBLB3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan pentingnya program tersebut, khususnya bagi empat provinsi yakni Jateng, Kalbar, Kalsel, dan Kaltim. Serta, Ketua DRRC UI, Prof. Fatma Lestari pun memberikan sambutan dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara KLHK dengan akademisi.

“Pentingnya kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan akademisi dalam menghitung risiko kedaruratan pengelolaan B3 dan limbahnya.” ungkap Prof. Fatma Lestari.

Kegiatan untuk menghasilkan, mengumpulkan, mengangkut, memanfaatkan, mengolah, dan atau menimbun limbah B3 memiliki risiko. Mulai dari gangguan kesehatan, pencemaran dan atau kerusakan lingkungan. Hal ini menjadi fokus bahasan untuk didapatkan upaya antisipasi terhadap risiko yang ditimbulkan.

Peserta workshop hybrid (daring dan luring) rilis Risiko Kedaruratan Pengelolaan B3 dan Limbah B3 di empat provinsi

Direktorat Pemulihan Lahan Terkontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 dan nonB3 (PLTTDLB3), Dirjen. Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berharap kegiatan ini akan menghasilkan suatu sistem yang dapat diterapkan untuk sistem tanggap darurat dalam kegiatan pengelolaan B3 dan atau limbahnya.

Workshop yang diselenggarakan dengan khidmat ini dibawakan dalam empat sesi. Setiap sesinya memaparkan hasil analisis risiko kedaruratan pengelolaan B3 dan atau limbah B3 di provinsi terpilih yakni Jateng, Kalbar, Kalsel, dan Kaltim. Tim periset dari Universitas Indonesia pun turut serta dalam setiap sesinya.

Seperti halnya Dr. Zakianis yang mempresentasikan hasil dari Provinsi Jawa Tengah, ada juga DR. Drs. Adonis Muzanni, MEM yang mempresentasikan hasil dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dipresentasikan oleh Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si, M.Sc, dan Prof. Fatma Lestari sendiri mempresentasikan dari Provinsi Kalimantan Barat. ##

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image