Belajar dari Pengalaman Pekerja Bernama Ode Yanwar

Image
Muhammad Kamil
Ngariung | Tuesday, 30 Aug 2022, 09:32 WIB
Kepala BP Jamsostek Jakarta Sudirman Suhuri. Dia adalah orang yang menyerahkan santunan kematian sebesar Rp 42 juta kepada ahli waris dari peserta bernama Ode yanwar

Namanya Ode Yanwar, seorang pekerja di PT Fuji Seimitsu. Orangnya tekun dan ulet dalam bekerja. Kalau sudah bekerja, dia akan sungguh-sunggu menyelesaikan apa yang menjadi tugasnya. Totalitas. Artinya kerja sampai selesai.

Kini PT Fuji Seimitsu kehilangan Ode. Pria itu tak lagi menunjukkan totalitasnya dalam bekerja, tak lagi membersamai teman-teman dan perusahaan tempatnya bekerja. Bahkan dia tak lagi membersamai keluarganya.

Ode kini kembali ke pangkuan ilahi. Dia wafat meninggalkan semua kefanaan dunia beberapa waktu lalu.

Uniknya, Ode wafat dengan tidak meninggalkan ‘beban’ untuk keluarganya. Bahkan dia membantu mereka yang ditinggalkan. Kok bisa?

Tentu bisa. Dia adalah peserta program perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek). Terdaftar sejak November tahun 2000 sebagaimana tertera dalam basis data BP Jamsostek Jakarta Sudirman, Ode konsisten untuk terus membayar iuran dan meneruskan kepesertaan program Jamsostek sampai tutup usia.

Dia tutup usia bukan akibat risiko kerja. Namun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) tetap memberikan santunan, yaitu dari Jaminan Kematian (JKm). Manfaat program ini memang diberikan kepada peserta program yang wafat di luar risiko kerja. Bentuknya berupa uang sebesar Rp 42 juta yang dimaksudkan untuk mengurus jenazah dan pemakaman.

"Kami membayaran santunan Jaminan Kematian (JKM) yang merupakan haknya atas kepesertaan yang diikuti,” kata Kepala Kantor BP Jamsostek Cabang Jakarta Sudirman Suhuri pekan lalu.

Santunan JKM dibayarkan kepada Tjoe Hoa (Orang tua) sebagai ahli waris dari tenaga kerja berupa Santunan Jaminan Kematian sebesar Rp 42 juta serta manfaat Jaminan Hari Tua.

Ia berharap, santunan tersebut dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial, dan juga bagi pekerja sektor informal untuk ikut menjadi peserta BP Jamsostek. Mulai dari sopir angkutan, pemilik warung, petani, pelaku UMKM bisa mengikuti program BPU. Dengan begitu, masyarakat bisa mencari penghasilan lebih aman dan terjamin. Terutama ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Mari kita berdoa bersama-sama agar pandemi ini segera berakhir agar kita dapat menjalankan aktifitas normal seperti biasanya dan sekali lagi kami sampaikan agar selalu menjaga kesehatan,” pungkas Suhuri.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Program Studi Ekonomi Syariah FAI Unpam adakan penggalangan dana gempa bumi

Image

Mahasiswa Mahad Al Imam Malik UMP Raih Juara Bahasa Arab Nasional

Image

Ekosistem Pesantren dalam Mewujudkan Manajemen Halal Supply Chain Menuju Madani Society 5.0

Image

Pentingnya Agama dan Pendidikan Sejak Dini

Image

Mata Kuliah Kehumasan

Image

Tips dan Cara Nyaman Untuk Hilangkan Bau Ketiak dan Warna Kulit Ketiak Yang Gelap

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image