Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image irman muhammad ridwan

Membersihkan Kotoran Hati (Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani)

Eduaksi | Thursday, 18 Aug 2022, 21:13 WIB
Dalam diri manusia ada segumpal daging bilamana daging itu sehat maka akan berpengaruh terhadap anggota tubuh lainnya sebaliknya apabila segumpal daging itu sakit maka akan sakit pula seluruh anggota tubuhnya itu adalah hati.

Membersihkan Kotoran Hati (Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani)

Dalam diri manusia ada segumpal daging bilamana daging itu sehat maka akan berpengaruh terhadap anggota tubuh lainnya sebaliknya apabila segumpal daging itu sakit maka akan sakit pula seluruh anggota tubuhnya itu adalah hati.

Bagaimana cara membersihkan hati yang kotor? Simak penjelasan dari pendapat tuan guru Syaikh Abdul Qodir Aljailani dibawah ini

Dalam kitab fathu Rabbani beliau menyampaikan ceramahnya pada jum'at pagi, 12 Zulhizah 545 H di madrasah beliau menyampaikan nasihat dengan menyampaikan hadis Rasulullah Saw:

" Sesungguhnya hati itu bisa berkarat, sesungguhnya penggosoknya adalah membaca Alquran, mengingat maut, dan menghadiri majlis-majlis zikir atau majlis ilmu"

Dalam hadis diatas dijelaskan bahwa untuk membersihkan hati adalah membaca Alquran, mengingat maut, dan menghadiri majlis ilmu.

Beliau juga mengatakan " hati itu bisa berkarat jika pemiliknya merawat dengan baik sebagaimana nasihat Nabi Muhammad Saw maka hatinya akan bersih kembali.

Penyakit hati diantaranya: iri, dengki, dendam, syirik, sombong, riya dan lainnya maka penyakit hati itu harus di bersihkan dengan membaca alquran, mengingat maut dan menghadiri majlis ilmu insyaallah hati akan bersih kembali.

Jangan sampai hati menjadi hitam kelam karena perbuatan dosa. Salahsatunya adalah dengan memperbanyak istighfar bertaubat kepada Allah SWT hati akan bersih kembali. Terlalu cinta dunia dan sifat rakus adalah salah satu timbulnya penyakit hati.

Cinta dunia dan rakus menjauhi Allah SWT dan lupa akan akhirat akan tambah penyakit hati. Dekat dengan Allah SWT mengingat kehidupan akhirat adalah salah satu membersihkan hati.

Cinta dunia dan rakus akan menghalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkannya tidak mengenal haram bahkan terjadinya kemaksiatan dan pembunuhan karena terlalu cinta dunia dan rakus sudah menghiasi dirinya.

Rasa malunya sudah hilang bahkan dia tidak merasa malu sama Allah SWT mereka menghalalkan berbagai macam cara asal terpenuhi hajat-hajatnya.

Sebagaimana hadis Rasulullah Saw:

"Dalam diri anak adam ada segumpal daging, bila baik akan baik pula seluruh tubuhnya dan bila ia buruk akan buruklah seluruh jasadnya, ingatlah ia adalah hati. Hati yang baik apabila diisi dengan takwa, tawakal, tauhid dan ikhlas dari semua amalnya.

Takwa adalah menjalankan semua perintah Allah SWT dan Rasul-Nya dan menjauhi larangan Allah SWT dan Rasul-Nya.

Takwa adalah salah satu obat hati yang asalnya hitam kelam akan menjadi bersih kembali.

Tawakal adalah mengantungkan diri kepada Allah SWT tidak menggantungkan kepada selain Allah SWT. Tawakal adalah salah satu obatnya hati sehingga hati menjadi bersih.

Tauhid adalah mengesakakan Allah SWT. Sebagaimana di jelaskan dalam surat Al-ikhlas:

"Katakanlah Muhammad bahwa Allah itu esa (satu)" mentauhidkan Allah SWT adalah salahsatu obatnya hati.

Ikhlas adalah semata-mata karena Allah SWT dalam melakukan ibadah. Ikhlas jauh dari sifat riya. Riya adalah perbuatan bukan karena Allah SWT karena selain Allah SWT. Menurut ulama ikhlas adalah meninggalkan sifat riya dalam ketaatan. Ikhlas adalah salah satu obatnyanya hati.

Demikian pemaparan mengenai caranya membersihkan hati yang kotor dari penjelasan Hadis Nabi Muhammad Saw dan Tuan guru Syaikh Abdul Qodir Aljailani.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image