Sosialisasi Konsep Rezeki dalam rangka Memberantas Mental Miskin Ibu-Ibu di RW 17 Desa Cigugur Giran

Image
Luqman
Edukasi | Sunday, 07 Aug 2022, 10:09 WIB

Salah paham mengenai konsep rezeki merupakan hal yang mencederai aktivitas produktif seseorang. Tentu saja, itu bisa berdampak pula pada kesejahteraan yang masyarakat dapatkan. Produktivitas dan kesejahteraan tentu sangat berkorelasi dengan pemahaman seseorang terhadap konsep rezeki. Sehingga, baiknya seseorang dalam memahami konsep rezeki, maka peluang pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari jauh lebih besar, berupa meningkatnya produktivitas seseorang.

Dalam pelaksanaan KKN yang dilaksanakan oleh kelompok 72 bertemakan Desa tanpa Kemiskinan, seorang mahasiswa bernama Luqman dari Prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam, Universitas Pendidikan Indonesia mensosialisasikan pemahaman konsep rezeki yang tepat, dalam rangka memberantas mental miskin warga, khususnya ibu-ibu.

Mahasiswa tersebut menyampaikan bahwa Allah SWT sudah memberikan kepada para hamba-hamba-Nya rezeki yang tak terbatas dan tak terhingga. Selanjutnya, dia menyampaikan bahwa pemberian Allah kepada para hamba-Nya itu didasarkan pada kasih sayang-Nya yang tak terhingga. Sehingga para hamba berkewajiban untuk menerima rezeki berdasarkan aturan/syariat Tuhan yang berlaku, seperti beralih profesi yang asalnya menjadi pedagang yang tidak laku dagangannya menjadi pencuri yang bisa mengambil harta banyak orang kaya.

Tentu dengan himbauan seperti itu, ibu-ibu diedukasi agar rezeki yang diterimanya benar-benar rezeki yang halal dan bisa dimanfaatkan bagi masyarakat lainnya. Selain itu, mahasiswa tersebut menyampaikan bahwa pemaknaan rezeki tidak hanya sebatas pada uang saja, tetapi lebih luas daripada itu, seperti kesehatan, nafas, doa anak-anak soleh, ketenangan, kebahagiaan dan sebagainya merupakan rezeki dari Allah ta’ala. Dan masing-masing rezeki itu ada hak-hak orang lain yang perlu disampaikan kepada mereka, uang jelas disedekahkan, sedangkan kebahagiaan mesti dibagikan minimal dengan senyuman.

Respon positif dari ibu-ibu disampaikan kepada para peserta KKN. Ibu-ibu yang berada dalam majelis taklim mendengarkan sosialisasi dengan khidmat dan tenang, serta penuh antusias. Selain itu, ibu-ibu majelis ta’lim merasa bahagia atas kedatangan peserta KKN dan mendo’akan peserta KKN supaya ilmu yang dipelajarinya di perkuliahan dapat bermanfaat bagi masyarakat
Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Daur Kesendirian

Sindiran Awan dan Surat Balik Pelita

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Pastikan Dapur Dalam Keadaan Bersih, Lapas Purwokerto Lakukan Inspeksi Hygiene Sanitasi

Image

Opini tentang APBN 2022

Image

Menelaah lebih dalam mengenai Konsep dalam Bisnis Syar'iah

Image

Tambahan Pelunasan Utang Karena Ta'widh dalam Ekonomi Syariah apakah Termasuk Riba?

Image

Opini tentang APBN 2022

Image

Rori Perwira Jadi Calon Kuat Ketum Imarindo

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image