Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Agus Darwanto

Sikap Ramah Lebih Penting Bagi Pendatang daripada Tebar Materi

Gaya Hidup | Friday, 15 Jul 2022, 08:25 WIB

Kehidupan masyarakat tidak lepas dari datang dan perginya para pemukim. Fenomena pendatang baru merupakan suatu keniscayaan dari sebuah masyarakat yang heterogen. Para pendatang tersebut mungkin membawa dampak positif bagi daerah tersebut, namun bisa pula memberikan dampak negatif. Sehingga diperlukan interaksi yang harmonis antara pendatang baru dengan para pemukim asli.

Masalah sosialisasi dan adaptasi merupakan permasalahan tersendiri bagi para pendatang. Terlebih bagi para pendatang yang memiliki perbedaan kultur dengan budaya masyarakat asli, seperti perbedaan bahasa, penampilan dan sebagainya. Perilaku pendatang baru dalam bersosialisasi dengan pemukim asli merupakan faktor penting yang akan menentukan sikap dan penerimaan pemukim asli terhadap mereka. Perlu langkah-langkah yang tepat agar mereka dapat segera diterima dan berbaur dengan masyarakat pemukim asli.

Desa Sawangan merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas. Berrdasarkan survei yang dilakukan oleh Dwi Lestari, 52% penduduk Sawangan merupakan pendatang. Sebagian besar pendatang menyatakan bahwa mereka tinggal di Desa Sawangan karena mengikut lokasi tugas atau pekerjaannya, ikut keluarganya, istri mengikuti suaminya dan sebagainya. Bahkan sekarang di Desa Sawangan sudah jarang ditemukan pasangan suami istri yang sama-sama warga asli Desa Sawangan. Ada pasangan suami istri yang berbeda asal dan tempat kelahirannya, suaminya asli dari Desa Sawangan namun istrinya berasal dari Yogyakarta. Selain karena hubungan pernikahan banyaknya warga pendatang dibandingkan pemukim asli disebabkan oleh perpindahan tugas atau pekerjaan. Letak strategis Desa Sawangan yang dekat dengaan jalan utama jalur selatan Jawa menjadi daya pikat tersendiri bagi warga pendatang untuk memilih bertempat tinggal di Desa Sawangan.

 

Desa Sawangan

Tidak semua pendatang langsung bisa diterima oleh pemukim asli. Para pendatang perlu bersosialisasi agar mereka bisa diterima oleh pemukim asli. Pendatang yang sikapnya ramah adalah pendatang yang mudah diterima oleh pemukim asli. Hal ini menunjukkan urgensi sikap ramah bagi para pendatang. Karena secara nalurian setiap orang pasti menyukai orang lain yang bersikap ramah, apakah itu teman, tetangga, tamu maupun pendatang. Ada pun orang yang tidak ramah pasti akan dijauhi oleh masyarakat. Meskipun demikian masyarakat memiliki kriteria yang berbeda-beda untuk menilai apakah pendatang tersebut ramah atau tidak. Ada yang mencukupkan dengan satu kriteria saja , namun banyak pula yang mengharuskan terpenuhinya semua kriteria.

Hal yang perlu dilakukan oleh para pendatang yang ingin bermukim di sebuah daerah dalam bersosialosasi. Banyak strategi yang dilakukan oleh para pendatang agar mereka lebih mudah diterima oleh pemukim asli. Ada pendatang yang berusaha menunjukkan bersikap dermawan agar disukai oleh pemukim asli, ada yang suka ikut berkumpul untuk sekedar mengobrol bersama pemukim asli dan ada pula yang berusaha berperilaku ramah. Dari semua strategi yang dilakukan oleh para pendatang tersebut, perilaku ramah adalah cara yang paling efektif untuk bersosialisasi dengan pemukim asli sehingga bisa cepat dan mudah diterima oleh pemukim asli. Hal ini senada dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعطِيْ عَلَى الْعُنْفِ وَمَالاَ يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ

“Sesunguhnya Allah itu Maha Lembut dan mencintai kelembutan. Allah memberi kepada kelembutan hal-hal yang tidak diberikan kepada kekerasan dan sifat-sifat lainnya.” (HR. Muslim)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الرِّفْقَ لاَيَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَ عُ مِنْ شَيءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek.” (HR. Muslim)

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Dwi Lestari di Desa Sawangan, 95,7 % warga menyatakan bahwa pendatang yang ramah lebih cepat dan lebih mudah diterima oleh pemukim asli daripada pemukim yang kaya atau memiliki jabatan dan kedudukan. Hal ini karena 94,4 % warga menyatakan bahwa pemukim asli menyukai pendatang yang ramah. Bahkan dalam menghadapi pemukim asli yang tidak ramah 61,3 % warga memandang bahwa pendatang perlu untuk membalasnya dengan tetap bersikap ramah terhadap mereka. Sehingga pendatang dianggap perlu untuk tetap bersikap ramah ketika menghadapi pemukim asli yang tidak ramah. Dengan demikian pendatang tersebut akan segera diterima dengan baik oleh pemukim asli.

Ramah merupakan perilaku dan akhlak Islam yang agung, semestinya generasi Islam harus bisa berperilaku ramah dalam kehidupannya sehari-hari. Ramah kepada sesama muslim, ramah kepada non muslim dan ramah kepada lingkungan alam di sekitarnya.

Sumber :
Penelitian Dwi Lestari dari SMA Negeri 1 Sampang Kabupaten Cilacap tahun 2016.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image