Menyelesaikan Masalah dengan Masalah

Image
Ummu Fatimah
Olahraga | Sunday, 14 Nov 2021, 00:04 WIB

Dewasa baru-baru ini dunia pendidikan kembali diguncang. Bukan dengan isu pendidikan seperti biasanya, tetapi dengan isu moral yang termasuk tiga dosa besar dunia pendidikan. Kekerasan seksual. Maraknya kekerasan seksual yang terjadi di kampus membuat berita ini seperti hal biasa yang banyak ditemui. Berbagai kasus yang terpublikasi pada dasarnya layaknya fenomena gunung es. Banyak korban yang belum berani menyuarakan kedzoliman oknum atas aksi bejat yang dilakukan.

Fenomena ini mendorong pemangku kebijakan untuk membuat suatu tata aturan yang dianggap mampu memberikan efek jera dan mampu mennanggulangi kekerasan seksual pada kawasan kampus. Permendikbud no 30 2021 pun akhirnya diresmikan sebagai wujud kepedulian negara.

Sayangnya peraturan ini menuai polemik atas ambiguitas sebuah frasa yang ada pada Pasal 5. Pada pasal tersebut dituliskan berbagai kekerasan seksual yang dikecam dan dapat dipidanakan kecuali jika terdapat persetujuan korban.Frasa "persetujuan korban" yang ada pada aturan tersebut membuat peraturan yang ada mengesahkan adanya perbuatan terlarang yang dilakukan dengan dalih saling suka.

Hal ini tentu menjadi suatu hal yang memprihatinkan. Alih-alih menyelesaikan masalah yang ada justru peraturan yang ada menimbulkan polemik di tengah masyarakat bahkan kekacauan moral anak bangsa bisa berawal dari aturan ini.

Pelegalan hubungan di luar pernikahan dengan dalih consent atau suka-sama-suka mengakibatkan kasus perzinaan akan semakin marak terjadi. Efeknya hal ini tidak lagi menjadi hal tabu yang harus ditutupi dan pencegahan oleh masyarakat yang atas fenomena terlarang ini tidak bisa dilakukan karena secara hukum tidak terjadi pelanggaran hukum

Padahal ketika perzinaan telah marak diihta dari aspek manapun yang ada hanyalah kesengsaraan yang berlanjut. Apek medis memandang banyaknya perzinaan mamou menularnya berbagai penyakit kelamin di kalangan generasi muda. Aspek moral dan sosial tentu diinjak injak karena perzinaan pada dasarnya suatu bentuk pelecehan terhadap kehormatan perempuan yang harus dijaga. Apalagi dari aspek agama, terjadinya perzinaan yang dilegalisasi oleh negara merupakan suatu tindakan dzolim dan menentang ketetapan Allah sebagai pencipta.

Berbagai masalah dari berbagai aspek yang kemungkinan besar muncul ini nyatanya tidak menyurutkan pihak terkait untuk merubah frasa yang ada. Padahal berbagai pihak telah mengingatkan. Pada dasarnya penyelesaian masalah yang dilakukan ketika tidak merujuk pada sumber solusi yang benar hanya akan menimbulkan suatau permasalahan. Rujukan yang tepat bagi penyelesaian problematika kehidupan bukanlah lahir dari manusia yang terbatas. Karena akan menimbulkan masalah tetapi harus dari Dzat yang tanpa batas dan sempurna.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Penulis muda yang mau meng-upgrade diri

Pendidikan Butuh Modal

Hadiah di Tengah Krisis

Artikel Terkait

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Download APK WA Aero Hazar 2022 Versi Terbaru Anti-Banned Pengganti GB WhatsApp dan YoWhatsApp

Image

Cara Membuat Suara Google Natural di Botika Text to Speech Online, Bikin Nada Dering dan Pengumuman

Image

UBS, Model Ujian di Sekolah Masa PTMT

Image

Aplikasi Penghasil Uang, Pendaftar Baru Dapat Rp 100 Ribu

Image

Belajar Saham di Idaqu? Tentu Bisa

Image

VideMate Apk Versi Lama dan Terbaru Gratis

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image