Di Usia 23 Tahun Manusia Jarang Tertawa, Soctravo Siap Membuatmu Tertawa Bahagia

Image
Pemuda Peduli
Gaya Hidup | Tuesday, 28 Jun 2022, 16:42 WIB
Dokumentasi Social Traveling dalam kegiatan outing Grand Preanger pada November 2021

Bandung - Sebanyak 1,4 juta orang pada 166 negara yang berbeda dilakukan penelitian terkait seberapa banyak tertawa atau tersenyum dalam sehari. Penelitian ini dilakukan oleh dua profesor psikolog di Stanford Graduate School of Business, Jennifer Aaker dan Naomi Bagdonas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata seseorang mulai berkurang frekuensi tertawa dan tersenyum saat memasuki usia 23 tahun. Penelitian ini dipublikasikan dalam bentuk sebuah buku dengan judul “Humour, Seriously”.

Dalam bukunya dijelaskan alasan berkurangnya tawa atau senyum seseorang ketika memasuki usia 23 tahun ialah karena pekerjaan dan beban lainnya.

“Kita tumbuh dewasa, memasuki dunia kerja, dan seketika menjadi ‘orang-orang penting dan serius’, menukar tawa dengan dasi dan celana panjang,” tulis dalam buku tersebut.

Soctravo selaku agen wisata memadukan konsep traveling dengan volunteer, siap untuk mengajak kaum muda tertawa bahagia dengan memberikan pengalaman yang tak akan terlupakan. Soctravo menyajikan berbagai program traveling dengan keseruan kegiatan sosial yang berbeda tiap perjalanannya.

Dengan konsep Creative Voluntourism, Soctravo mengajak para kaum muda untuk melakukan kegiatan volunteer dan wisata secara unik dan tak terlupakan.

Dengan gabungan aktivitas volunteering ini dapat meningkatkan rasa bahagia dan meningkatkan kesehatan mental seseorang. Hal ini dibuktikan dari penelitian terbaru dari Journal of Happiness Studies yang menemukan bahwa orang yang melakukan aktivitas relawan terbukti lebih bahagia dibandingkan yang tidak.

Joseph sebagai salah satu peserta yang pernah mengikuti perjalanan Soctravo membagikan pengalamannya.

“Selain kita bisa wisata, kita bisa berbagi bersama terus berbagi kebahagiaan senyuman, dan yang paling berkesan adalah ketika di hutan Cisangkal dengan kegiatan mengajar, jelajah hutan, api unggun dan lain-lain,” ucapnya.

Selain dari aktivitas volunteeringnya, Soctravo juga mengajak peserta untuk turut merasakan keasrian dari desa wisata dengan atraksi wisatanya yang otentik. Terdapat Nandini yang juga peserta dalam beberapa perjalan Soctravo ini. Ia menuturkan perasaannya setelah mengikuti beberapa keberangkatan Soctravo di kuartal pertama tahun 2022 ini.

“Jadi merasakan bahwa kebahagiaan tidak harus mewah dan mahal, dengan eksplor pedesaan tuh bisa buat kita bahagia, terus dari beberapa kegiatannya jadi tahu bahwa bahagia itu sederhana dengan melihat anak-anak yang di sana tersenyum aja sudah lebih dari cukup,” tuturnya.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pemuda Peduli merupakan NGO yang berdiri legal sebagai sebuah Yayasan sejak tahun 2016 dengan latar belakang Suistanable Development Goals Nomor 4 yai

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

PK Bapas Purwokerto Tindaklanjuti Usulan Pembebasan Bersyarat

Image

Pastikan Kondisi Aman, Petugas Rutan Jepara Rutin Lakukan Trolling

Image

Pembayaran Pajak Sarang Burung Walet Menuai Pro dan Kontra

Image

Mengenal Apa Itu Delik Pers. Apakah Hanya Berkutat Pada Kesalahan Pers?

Image

Kunjungi Rutan Jepara, Ustadz Abdurahman Berikan Tausiyah Kepada Ratusan WBP

Image

Gelar Yasinan Rutin, Kalapas Brebes : Intropeksi Diri Sarana Jadi Pribadi Baik

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image