Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Image
Tria Ayu Fatmawati
Agama | Friday, 22 Oct 2021, 14:39 WIB

Kata Ahlu Sunnah Wal Jamaah diambil dari kata hadits Imam Thabrani yang artinya, "Orang-orang Yahudi bergolong-golong terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, orang Nasrani bergolong-golong menjadi 71 atau 72 golongan, dan umatku (kaum muslimin) akan bergolong-golong menjadi 73 golongan. Yang selamat dari padanya satu golongan dan yang lain celaka. Ditanyakan "Siapakah yang selamat itu" Rasullulah SAW menjawa, "Ahlusunnah wal Jamaah". Dan kemudian ditanyakan lagi, "Apakah assunah wal jamaah itu?" beliau menjawab, "Apa yang aku berada diatasnya, hari ini dan berserta para sahabatku (diajarkan oleh Rasulullah SAW dan diamalkan beserta para sahabatnya)".

Adapun menurut Hadratusy Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari dalam kitabnya Ziyadah at-Ta'liqat, Ahlusunnah wal Jama'ah adalah kelompok ahli tafsir, ahli hadits, dan ahli fikih. Merekalah yang mengikuti dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi dan sunnah Khilafaur Rasyidin.

Jadi, Ahlu Sunnah Wal Jamaah atau biasa disebut dengan aswaja adalah pemahaman tentang akidah yang berpedoman kepada Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Pelopor aswaja dalam bentuk mazhab adalah Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Manshur al-Maturidi. Aliran Ahlu Sunnah Wal Jamaah berkembang dari bidang akidah atau ubudiyah menjadi syariah atau fiqih dan tasawuf. dalam bidang akidah mengacu pada Imam Asy'ari dan Imam Maturidi. Sedangkan pada bidang fikiq atau hukum Islam mengacu pada salah satu empat mazhab, yaitu Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali yang berlandaskan pada al-Qur'an, hadits, ijma, dan qiyas.

Ciri-ciri dari Ahlu Sunnah Wal Jamaah adala sebagai berikut:

1. Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya

2. Mengakui (mengimani) semua yang dibawa para nabi dan rasul

3. Mengetahui hal orang salaf yang telah dipilih oleh Allah untuk menyertai Nabi-Nya

4. Mendahulukan Abu Bakar, Umar, dan Utsman serta mengakui hak Ali bin Abi Thalib, Zubair, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash, Said bin Zaid bin Amr bin Nufaid atas para sahabat yang lain-merekalah 9 (sembilan) orang yang telah bersama-sama Nabi SAW berada di atas Gunung Hira’

5. Shalat berjamaah dan jumat bersama semua pemimpin baik yang taat maupun zhalim

Ketaatan kepada Sunnah Rasul tidak cukup dengan cara berpakaian, namun lebih dari itu adalah meneladani akhlak, ibadah, dan mu'amalah Rasulullah SAW.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Jalin Sinergitas, Lapas Batu Kedatangan Danlanal Cilacap

Image

Owner UD Tuna Bagi Inspirasi Kepada Puluhan Peserta Pelatihan

Image

Hari Sabtu, WBP Nasrani Rutan Jepara Ikuti Kebaktian Rutin

Image

Maraknya Politik Money di Liga tarkam

Image

Sistem Pengelolaan Kehumasan di BAPPEDA Aceh

Image

Pita Merah

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image