Tauhid Dalam Kehidupan Sehari-hari

Image
Sari Annisa
Agama | Friday, 22 Oct 2021, 10:44 WIB

secara bahasa, Tauhid ialah berasal dari kata mashdar yaitu dari asal kata kerja lampau wahhada-yuwahhidu-tawhiidan yang artinya mengesakan atau menunggalkan. Selain itu ada definisi tauhid secara istilah yang dinyatakan oleh Muhammad Abduh ialah ilmu yang membahas tentang wujud Allah dan sifat-sifat yang wajib pada Allah dan sifat yang boleh ada pada Allah dan sifat yang tidak harus ada pada Allah. Ringkasnya Tauhid adalah meyakini bahwa Allah itu ada dengan berbagai macam sifat, Seperti yang kita ketahui bahwa Allah merupakan Tuhan yang Maha Esa, tidak beranak, dan tidak juga diperanakkan. Tauhid ini juga ada dijelaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya, yaitu dalam surah Al-Ikhlas.

Tauhid merupakan masalah yang paling dasar dan yang paling diutamakan dalam Islam. namun masih banyak dari kaum awam yang masih belum mengerti dan memahami bagaimana sebenarnya makna dan hakikat dari tauhid yang dikehendaki oleh Islam sendiri, sehingga secara garis besar banyak kaum awam yang terjerumus dengan pemahaman tentang tauhid itu sendiri dan menjadi salah persepsi dengan tauhid. formulasi kalimat tauhid adalah dari kalimat thayyibah yang berbunyi "Laa Ilaaha Illallah" yang artinya tiada Tuhan selain Allah. Dengan mengucapkan kalimat thayyibah ini seorang manusia tahu bahwa Allah Yang Maha Esa sebagai pencipta.

Dengan dasar-dasar tauhid yang dipelajari, maka pendidikan tauhid menjadi suatu vital dalam kehidupan manusia karna dengan membekali dasar tauhid. maka manusia akan selalu ingat kepada Allah. Orang yang tidak peduli terhadap pengetahuan tentang tauhid akan tersesat karna akan selalu mengikuti jalan pikiran yang salah hingga akan terjerumus ke dalam jurang kemusyrikan.

perilaku Tauhid dalam kehidupan sehari-hari itu bisa kita terapkan, contohnya :

- Tidak mempersekutukan Allah

mempersekutukan ialah tidak menyembah Tuhan selain Allah SWT. Perbuatan mempersekutukan Allah ini dinamakan dengan syirik, dan orang yang melakukannya dinamakan dengan musyrik. Syirik termasuk dosa yang besar, bahkan derajatnya syirik tersebut terletak di atas dosa-dosa besar yang lain. Karena itu syirik merupakan hal yang paling dibenci oleh Allah, bahkan syirik juga termasuk dosa yang tidak diampuni oleh Allah. seperti dalam firman Allah Q.S An-Nisa ayat 116 :

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia. mengampuni dosa yang selain dari itu bagi siapa yang dikehendakinya. Barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya". (Q.S. An-Nisa'116)

- Cinta kepada Allah

Dalam Q.S Al-Hijr ayat 49-50, Allah berfirman :

"Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku Maha Pengampun Maha penyayang dan bahwa sesungguhnya siksa-Ku adalah siksa yang amat pedih" (Q.S Al-Hijr 49-50)

wajibnya umat Islam untuk mencintai Allah ini disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :

a. Agama Islam mengajarkan bahwa hendaknya semua manusia mencintai Allah dan Rasul Allah

b. Mencintai Allah disini maknanya ialah, melaksanakan segala yang menjadi kelaziman cinta (kepada Allah), yaitu mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.

Imam Ghazali pernah menerangkan bahwa orang yang cinta kepada Allah mempunyai tanda-tanda, yaitu :

1. orang yang selalu ingat akan tentang mati, sebab kematian adalah perjumpaan dengan Allah

2. orang yang sukarela ingin berkurban untuk Allah dan ingin mendekatkan diri kepada Allah

3. orang yang selalu ingat kepada Allah, karna menurutnya ingat kepada Allah membawa kesegaran bagi jiwanya sendiri

4. orang yang mencintai firman-firman Allah, karna menurutnya ingat kepada Allah akan membawa kesegaran bagi jiwanya sendiri

5. orang yang merasa ringan dan senang hati beribadah kepada Allah SWT

6. orang yang akan cinta kepada orang-orang yang berbakti kepada Allah dan benci kepada kaum kafir dan munafik

- Ikhlas terhadap qada dan qadar Allah

Kepercayaan kepada qada dan qadar ini mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam, termasuk yang menimpanya sendiri, tidaklah terlepas dari takdir atau ketentuan Allah.

semua yang ada pada diri manusia telah ditakdirkan oleh Allah dan manusia hanya tinggal menerima apa yang akan terjadi nantinya. Orang mukmin yang sabar dan tabah ketika menghadapi penderitaan akan mendapatkan keberuntungan, yaitu :

1. akan menerima pahala setara dengan pahala orang yang mati syahid

2. dihapus dosanya oleh Allah

3. masuk surga

- bertaubat kepada Allah

taubat adalah kembali taat kepada Allah setelah sebelumnya berbuat durhaka kepada Allah SWT, taubat hendaknya dilakukan dengan mengerjakan rukun-rukun taubat yang terdiri dari :

a. berhenti dari maksiat

b. menyesal atas dosa-dosa yang telah dilakukan

c. berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut

d. dalam hal dosa dengan orang lain, hendaknya diselesaikan dengan orang yang bersangkutan

- Besyukur kepada Allah SWT

Syukur ini digunakan untuk mensyukuri segala sesuatu pemberian dari Allah, nikmat atau segalapun yang diberikan Allah kepada manusia

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

TP PKK Tanjung Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw

Image

5 Tips Aman dan Cara Menggunakan WhatsApp Web

Image

Bisnis Waralaba/Franchise dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syari’ah

Image

Pengawas Apresiasi PKKM Kepala MTsN 6 Bantul

Image

PP. Muhammadiyah Sampaikan Belasungkawa dan Duka Untuk Korban Letusan Gunung Semeru

Image

Evaluasi KIP tahun 2021

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image