Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Taufik Akbar

Anda adalah Apa yang Anda Pikirkan

Gaya Hidup | Friday, 17 Jun 2022, 14:33 WIB
ilustrasi/foto: dokumen pribadi

Jika kita memikirkan sesuatu, maka dengan izin-Nya alam akan tertarik untuk mewujudkannya. Hukum Law of Attraction (ketertarikan atau tarik menarik) mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Apa yang kita fokuskan dalam pikiran dan rasakan, adalah yang akan ditarik dan hadir ke dalam kehidupan kita. Ketika kita membayangkan pikiran-pikiran, maka pikiran-pikiran itu dikirim ke semesta alam, dan secara magnetis pikiran akan menarik semua hal yang serupa, lalu dikembalikan pada sumbernya, yaitu kita. Tulisan sederhana ini dilatarbelakangi pengalaman langsung yang saya rasakan dan mungkin menggambarkan bagaimana hukum tarik menarik tersebut bekerja.

Ceritanya saya mencoba memperbaiki stop kran saluran air untuk toilet duduk di kamar mandi rumah. Sambungan stop kran yang terbuat dari besi tersebut patah, dan patahnya pas di dalam drat kran L. awalnya saya berpikir untuk memperbaikinya harus membongkar keramik dinding kamar mandi pada bagian tersebut. Wah cukup merepotkan dan perlu tukang untuk memperbaikinya. Hanya saja tukang langganan belum menyanggupi kapan akan merperbaikinya. Akhirnya saya mencoba akan memperbaikinya sendiri.

Saya berselancar di dunia maya untuk mencari info bagaimana memperbaiki kran patah di dalam, dan ternyata ada infonya baik bentuk tulisan maupun video. Saya coba salah satu video dengan cara dipanaskan dengan solder. Logikanya jika patahan kran besi dipanaskan maka kran dratnya yang terbuat dari plastik pvc akan memuai kemudian patahan besi tersebut bisa dicongkel. Saya praktekkan, ternyata lama dan tidak berhasil, malah drat pvc itu agak sedikit rusak karena terkena solder yang panas. Saya lihat video lagi cara yang kedua yaitu dengan menggergaji patahan kran besi tersebut dengan gergaji besi menjadi beberapa bagian lalu dicongkel pakai obeng, dan berhasil. Patahan kran besi itu dapat tercongkel dalam bentuk patahan-patahan kecil dari hasil digergaji tersebut.

Setelah senang berhasil mengeluarkan kran besi yang patah di dalam tersebut, saya langsung membeli sambungan kran besi tersebut di toko matrial. Namun masih ada masalah yaitu saya tidak punya kunci yang agak besar baik kunci pas maupun kunci inggris untuk bisa menyambungnya. Saya coba pinjam ke tetangga yang memang punya dan biasa saya pinjam. Pada tengah hari itu saya beri salam depan rumahnya namun tidak terdengar ada jawaban. Mungkin karena tengah hari tetangga saya tersebut bisa jadi sedang istirahat tidur. Setelah tiga kali beri salam tak terjawab, saya balik ke rumah.

Baiklah, saya coba beli aja deh kunci atau alat apa saja yang bisa dipakai karena saya pikir nanti juga akan dipakai suatu waktu. Saya cari di toko matrial terdekat tidak ada, di toko kelontong yang menjual alat listrik dan peralatan rumah tangga hanya ada kunci pas ukuran kecil. Tidak ada yang ukuran besar. Pemilik toko menanyakan untuk keperluan apa. Setelah saya jelaskan dia mengatakan bisa pake kunci pipa punya saya tuh. Wah saya dapet pinjaman kunci pipa yang memang bisa untuk sambungan pipa ukuran besar.

Hmm, tapi saya masih butuh satu lagi kunci pas atau kunci inggris yang besar karena untuk membuka dan menyambungkannya kembali perlu dua kunci. Saya cari kemana ya. Saat saya sedang berpikir tentang kunci tersebut, secara tidak sengaja ada tetangga saya yang lain lewat naik motor dan menyapa saya. Spontan saya sapa juga sekaligus saya tanya punya kunci inggris yang besar ga. Ada katanya, nanti saya cari sebentar ya. Tidak lama saya dapatkan kunci tersebut. Dengan kedua kunci pinjaman tersebut saya akhirnya bisa menyambungkan kembali sambungan kran besi dan kran drat plastik tersebut. Yes berhasil dan pipa saluran air untuk toilet duduk tersebut bisa berfungsi kembali.

Oke, beberapa paragraf diatas adalah ceritanya. Lihatlah bagaimana saya bisa berhasil mencongkel patahan kran besi, dibantu dipinjamkan peralatan dari pemilik toko kelontong dan juga dari tetangga yang lain. Pelajarannya adalah jika kita memikirkan mau melakukan sesuatu dan fokus untuk bisa melakukannya, maka dengan izin-Nya, bisa terlaksana. You can if you think you can. Orang, metode atau cara, juga peralatan akan datang membantu kita atau dengan kata lain alam akan bergerak untuk mewujudkannya. Selama kita terus berusaha dan memikirkan bisa menyelesaikannya maka tidak ada yang tidak mungkin.

Untuk mendapatkan atau menghasilkan sesuatu yang lebih besar tentu butuh usaha atau kerja yang lebih besar. Baik kerja otak, kerja fisik ditambah kerja hati. Misalnya jika anda berniat untuk menulis buku, maka usaha besar diperlukan untuk membaca banyak buku dan artikel, jika tulisan lebih bersifat ilmiah maka perlu mencari sumber data dan buku referensi dimana pun yang mungkin, butuh pemikiran ekstra untuk mengolah menjadi tulisan yang apik dan asik, serta perlu keteguhan hati untuk menyelesaikannya. Di kesempatan yang lain mungkin saya akan tuliskan bagaimana perjalanan atau proses saya menulis buku pertama kali.

Kembali ke judul tulisan ini dalam bahasa asingnya You are what you think. Ungkapan yang biasa kita dapatkan dalam dunia motivasi dan inspirasi. Dalam cerita tulisan ini saya sudah membuktikan untuk hal yang kecil. Saya yakin anda juga bisa. Jika sudah pernah maka ceritakanlah, siapa tahu bermanfaat dan bisa menginspirasi orang banyak.

Catatan: tulisan ini pernah saya muat di laman facebook saya, dengan beberapa editan

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image