Mengenal Lebih Dalam Ahli Sunnah wal-Jama'ah

Image
Ainunlukman 20
Agama | Wednesday, 20 Oct 2021, 14:36 WIB

Ahli al-Sunnah wa al-Jammah

A. Pengertian Ahlussunnah wal Jama’ah

Secara Termologi Ahlussunnah wal Jama’ah berasal dari hadis Imam Thabrani sebagai yaitu:

فترقت اليهود على إحدى أو اثنتين وسبعين فرقة ، وافترقت النصارى على إحدى أو اثنتين وسبعين فرقة ، وستفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة، الناجية منها واحدة والباقون هلكى. قيل: ومن الناجية ؟ قال: أهل السنة والجماعة. قيل: وما السنة والجماعة؟ قال: ما انا عليه اليوم و أصحابه

“Orang-orang yang tergabung-gabung terpisah menjadi 71 atau 72 golongan orang dari kaum Nasrani bergolong-golong menjadi 71 atau 72 golongan, tetapi umatku (kaum muslim) akan berkelompok-kelompok menjadi 73 golongan. Yang selamat dari padanya satu golongan dan yang lain celaka. Ditanyakan ’Siapakah yang selamat itu?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ahlusunnah wal Jama’ah’. Dan kemudian ditanyakan lagi, ‘apakah assunah wal jama’ah itu?’ Beliau menjawab, ‘Apa yang aku berada di atasnya, hari ini, dan beserta para sahabatku (diajarkan oleh Rasulullah SAW dan diamalkan beserta para sahabat).

Kemudian Ahlussunnah wal Jama’ah merupakann sebuah kelompok ahli tafsir, hadis, dan fikih. Dan merekalah yang akhirnya mengikuti dan menjadi penerus dari ajaran Allah dengan mengajarkan dan mengamalkan sunnah Nabi muhammad SAW. dan ajaran khulafaurrasyidin setelahnya. Mereka adalah kelompok yang selamat. Ulama mengatakan : Sesungguhnya mereka atau kelompok tersaebut sekarang ini termasuk dalam madzhab yang empat yaitu madzhab Hanafi, Syafi’i, Maliki, dan Hanbali. Dalam kajian akidah/ilmu kalam istilah Ahlussunnah wal Jama’ah dinisbatkan pada pengertian yang diusulkan oleh Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi, yang menentang paham Khawarij dan Jabariyah (yang cenderung sudah dalam keadaan disusun dan diatur rapi). Dalam kajian fikih, istilah Ahlussunnah wal Jama’ahjuga dinisbatkan pada paham sunni yang langsung merujuk pada fikih keempat madzhabyaitu (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) yang berbeda dengan paham fikih Syiiy, Dzahiriy, Ja’fariy.

Dari situlah kemudian NU menjadikan Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai asas oraganisasi, yaitu dalam bidang aqidah mengikuti Abu Hasan Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi. Sedangkan dalam bidang fikih mengikuti salah satu dari fikih 4 (empat) madzhab yaitu madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah).

Kemudian, pengertian Ahlussunnah wal Jama’ah dalam bidang tashawwuf, NU mengikuti Imam al-Junaidi al-Bagdadi (w 297 H/ 910 M) dan Imam al-Ghazali at-Thusi (w 505 H/ 1111M)

Di Indonesia sendiri juga banyak yang mengikuti faham Ahli Sunnah Wal-Jamaah ini, karen mereka percaya bahwa ini merupakan suatu aliran yang sangat tepat untuk dijadikan landasan dalam agama islam. Ahli Sunnah Waj-Jamaah ini juga sangat terkenla di kalangan masyarakat khususnya Nahdatu Ulama (NU). mereka menganggap bahwa aliran Nahdatul Ulama ini merupakan aliran yang membuat kita semakin dekat dengan Rasulullah dan sahabat Rasul.

Dalam ajaran Ahli Sunnah Wal-Jama’ah ada 4 ajaran pokok:

1. Mengenal Sifat ALLAH SWT

2. Kemudain didalam ilmu amaliyah badaniyah tercipta dengan mengikuti madzhab empat 3. antara lain Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi`i dan yang terakhir adalah Madzhab al-Hanbali

3. Apa yang ada dalam Al-Qur'an dan Hadis adalah sesuai dan tidak bertentangan dengan Akal dan yang terakhir adalah Mempercayai dengan yakin apa yang berasal dari Nabi melalui hadis baik yang berturut-turut ataupun yang Ahad.baik dari segi masalah akidah ataupun syari'ah.

Itulah mengapa banyak yang menganut ajaran Ahli Sunnah Waljamaah karena dipercaya sangat berkemajuan dibidang dakwah tafsir dan lainnya. Dilihat juga dari para pengikut ajaran Ahli Sunnah Wal-Jamaah ini,atau sering disebut dengan NU banyak lulusan-lulusan pondoknya sekarang sangat terkenal. Mereka memperkenalkan dan mengajarkan agama islam diseluruh indonesia.

Ajaran Ahli Sunnah Wal-Jamaah ini juga merupakan pengikut terbesar di indonesia jadi tak heran jika sebagian dari jumlah penduduk di indonesia merupakan pengikut ajaran Ahli Sunnah Wal-Jamaah. Ajaran ini juga memberikan kedamaian bagi para pengikutnya, sehingga tak ada merasa terbebani ataupun terpaksa mengikuti ajaran ini. Dan tetap menerima perbedaan pendapat dari pegikut ajaran lain, seperti Muhammadiyah dan lain-lain.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Khikman Faqih, Imam Idaqu di Negeri Ginseng

Image

Model ASSURE dalam Mengembangkan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Image

Keunggulan Fitur FF Mod Versi Terupdate

Image

Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Image

Keuntungan Menggunakan Aplikasi Pemutar Lagu Spotifify Premium Mod

Image

Game Legendaris GTA SA Versi Lite yang Sangat Ringan

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image