Ternyata Kita Mahir Meratapi Derita

Image
saman saefudin
Curhat | Sunday, 17 Oct 2021, 00:51 WIB
Sumber gambar: https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/bunuh-diri-ilustrasi-_171111152440-164.jpg

INI tentang manusia dan deritanya. Manusia dengan hati yang labil dan rapuh saat sedang menanggungbebani masalahnya. Manusia yang berkecenderungan posesif (materialistis), sentimentil, mahir mendramatisasi masalahnya, dan sekawannya. Dan manusia dimaksud bisa jadi saya dan Anda: kita!

Tengoklah saat manusia sedang jatuh cinta. Hatinya mendadak berbunga-bunga, bahkan mungkin sampai tahap ekstase (ilusi), euforia, menjadi manusia yang penuh rasa bahagia dan optimisme. Ia sudah amat bahagia menyaksikan ujung genting rumah pujaan hatinya. segala apapun selalu diidentifikasikan pada sosok yang sedang dicintainya.

Tetapi suasana hati bisa mendadak berbalik 180 derajat ketika ia menyadari cintanya tak berbalas sambut, atau ketika kisah cinta yang telah dibangun sedemikian panjang itu harus berakhir. Hati manusia mendadak hancur berkeping-keping, ia rela meratapi fase “jatuh” nya berlarut-larut, menghayati hatinya yang belum bisa menerima kenyataan. Mungkin lebih sedikit orang yang mampu move on cepat dari situasi semacam ini, sebagian besar lainnya selalu butuh waktu untuk bangkit dan kembali menghadapi dunianya, bahkan dalam beberapa kasus ada saja manusia yang merasa tak sanggup untuk move on hingga akhirnya memilih mengakhiri masalahnya dengan mengakhiri hidup alias bunuh diri.

“Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa kamu” begitu ungkapan lebay tapi faktual yang sering kita dengar. Ini menunjukkan sisi manusia yang posesif, materilistis, selalu berorientasi pada modus to have, kata Erich Fromm. Ini seperti kita menyukai sebuah bunga yang cantik di jalan, lalu memetiknya untuk dibawa pulang. Cintanya posesif, menyebabkan matinya sang bunga.

Anak-anak kekinian menyebut fenomena ini sebagai budak cinta alias bucin. Seorang Gus Baha bahkan sampai pernah menyinggung persoalan ini. Bagi dia, ungkapan “aku tidak bisa hidup tanpa dia” itu aneh, karena sebelumnya kita sudah hidup dan mungkin bahagia.

“Kok aneh, gitu doang kok sampai gak bisa hidup. Yang karuan gak bisa bikin hidup tanpanya itu oksigen. Sebelum kau kenal dia kau itu sudah hidup, tapi setelah kenal kok: aku gak bisa bahagia tanpa mendapatkannya”.

Dalam situasi broken heart, manusia menjadi sedemikian sentimental, hatinya mendadak amat sensitif. Dia lantas melakukan fase escape from reality, misal dengan memilih menikmati kesendirian. Bahkan kalaupun ada yang ingin membantunya melewati masalah, ia tetap bergeming. “Tolong, aku sedang ingin sendiri”. Padahal, bisa jadi saat itu juga ia merasakan kesepian, menganggap tidak ada orang yang bisa memahami kesakitannya. Maka pilihannya untuk menyendiri bukanlah fase untuk self healing, tetapi bisa jadi caranya lari dari kenyataan yang teramat pahit dan belum mampu ia taklukkan.

Hal jamak berikutnya, manusia akan menganggap masalahnya sebagai yang paling berat, sehingga orang lain semestinya bisa memahaminya. Dia lupa bahwa setiap orang juga menyimpan masalahnya sendiri, bahkan mungkin lebih berat darinya. Tetapi begitulah manusia dengan segala kerapuhan hatinya, dia selalu berpotensi mendramatisasi masalah yang sederhana menjadi seolah-olah rumit. Maslah kecil yang dimaknai selayaknya masalah besar.

“Walah Jon Jon, nek ono sing gampang ngopo mbok persulit. Iki mesti mergo dolanmu kurang adoh, kopimu kurang kentel,” begitu seloroh sok maskulin dari kawannya, yang lupa bahwa ia juga pernah menjadi budak cinta. []

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Seorang pembelajar, saat ini menjadi redaktur di sebuah media lokal di Kota Pekalongan

Artikel Terkait

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

(Tidak) Semua Laki-Laki?

Image

Bahasa Arab di Zaman Dahulu dan Zaman Sekarang, Berbedakah?

Image

Update FF Mod Apk Dengan Fitur Terbaru

Image

Aplikasi Musik Spotify Premium Mod Putar Lagu Kesukaan Gratis

Image

Kelas Coding untuk Anak, Membuat Cerita dengan Scratchjr

Image

Pemulihan Korban Penyalahgunaan Narkoba Untuk Hidup Lebih Baik

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image