Salah Kaprah Istilah ‘Sunnah Nabi’

Image
Trimanto B. Ngaderi
Agama | Monday, 06 Jun 2022, 14:08 WIB

SALAH KAPRAH ISTILAH “SUNNAH NABI”

Ketika malam Jum’at tiba, di beberapa media sosial (terutama WhatsApp) akan ramai memperbicangkan perihal “sunnah Nabi” yang disertai guyonan-guyonan atau humor-humor nakal, tak jarang pula diafirmasi dengan gambar atau sticker yang sensual. Grup-grup yang semula sepi mendadak ramai, banyak komentar, dan aktif. Dalam setiap percakapan, mereka sering menggunakan istilah “Sunnah Nabi”.

Sunnah Nabi yang mereka maksud adalah aktivitas hubungan suami-isteri (jima’). Atau dengan kata lain, mereka mengindentikkan malam Jum’at dengan kegiatan jima’. Padahal sunnah Nabi pada hari (malam) Jum’at banyak macamnya. Ada tilawah Qur’an (surat Kahfi, Yaa-siin), qiyamul lail, puasa sunnah, infaq-sedekah, dll.

Lagi pula, mempersempit istilah sunnah nabi hanya mengacu kepada kegiatan hubungan intim tentu suatu kesalahan besar. Hal ini akan mengaburkan makna sunnah nabi itu sendiri. Dampaknya adalah orang akan menganggap bahwa sunnah nabi hanyalah satu macam saja, yaitu jima’.

Padahal, sunnah nabi meliputi banyak sekali amalan shalih. Dari amalan yang besar hingga amalan yang kecil. Dari amalan yang berat hingga amalan yang ringan. Dari amalan yang penting hingga amalan yang sepele. Segala amalan baik Rasulullah yang bisa kita tiru adalah termasuk sunnah nabi.

Membuang ranting di jalanan, memberi makan hewan yang kelaparan, menyeberangkan lansia di jalan raya, melestarikan tanaman langka, memberi tempat duduk kepada lansia atau ibu hamil di kendaraan umum, hingga tersenyum sekalipun semuanya termasuk sunnah nabi. Adab dalam makan, adab buang hajat (BAK, BAB), adab bertamu, adab berada di majelis ilmu, dll juga merupakan sunnah nabi.

Pengertian Sunnah

SUNNAH adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada perkataan, perbuatan, dan persetujuan Rasulullah Muhammad Saw. Dalam konteks fiqih, sunnah adalah suatu amal yang dianjurkan. Sunah dalam fiqih juga dipahami sebagai segala perbuatan yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan maka tidak berdosa (karena tidak wajib). Sunah sering pula diidentikkan dengan hadits, yaitu sabda atau perkataan Nabi Muhammad Saw.

Secara bahasa, Sunah artinya jalan, kebiasaan, dan contoh terdahulu, sebagaimana dalam hadits shahih berikut ini:

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

Barangsiapa yang mencontohkan jalan yang baik di dalam Islam, maka ia akan mendapat pahala dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barang siapa yang mencontohkan jalan yang jelek, maka ia akan mendapat dosa dan dosa orang yang mengerjakannya sesudahnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim)

Dalam Islam, sunah terbagi ke dalam empat pengertian:

1. Sunah adalah segala sesuatu yang terdapat di dalam Al-Quran dan Hadits Rasulullah Saw.

2. Sunnah yang bermakna “Al-Hadits”, yaitu ucapan, perbuatan, dan persetujuan Nabi Muhamad Saw.

3. Sunnah sebagai lawan dari Bid’ah (perkara yang dibuat-buat/diada-adakan dalam Islam).

4. Sunnah bermakna “mandub” dan “mustahab”, yaitu segala sesuatu yang diperintahkan dalam bentuk anjuran, bukan dalam bentuk pewajiban (biasa disebut juga ”sunat” alias tidak wajib).

source: https://alikhlas-ymai.id

Amalan yang Dianjurkan Nabi saat Malam Jumat

1. Membaca Surah Yasin dapat membersihkan pembacanya dari dosa-dosa ketika pagi tiba. Sabda Rasulullah saw:

وروي عنه رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من قرأ سورة يس في ليلة الجمعة غفر له رواه الأصبهاني

Artinya: “Barang siapa membaca Yaasiin di hari dan malam Jumat dengan mengharap ridha Allah, diampuni dosanya.” (HR. Asbahaani)

2. Membaca Surat Al-Kahfi. Surat ini mengisahkan tentang kisah umat terdahulu yang begitu berbakti dan dapat dijadikan teladan yang baik.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka’bah.” (HR. ad-Darimi)

3. Membaca Shalawat dan Zikir. Selain membaca surat Yasin dan Al-Kahfi, amalan yang dianjurkan pada malam Jumat adalah membaca shalawat dan zikir. Sebagai umat yang baik, senantiasalah mengingat Allah dan Rasul-Nya agar kelak di hari kiamat diberi syafaat.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Perbanyaklah untuk membaca shalawat kepadaku pada setiap hari Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan kepadaku setiap hari Jumat. Barang siapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi)

4. Memperbanyak Doa. Berdoa pada malam (hari) Jum’at, maka pasti akan dikabulkan oleh Allah.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang dia berdiri melaksanakan salat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta." (HR. Bukhari dan Muslim)

(tambahan referensi dari website umma.id dan m.oase.id)

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Writer, Blogger, Social Worker

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Karyawan Wajib Menghindari Kesalahan Berikut ini dalam Bekerja

Image

Cara Membuat Mobil Tetap Prima Ketika Ditinggal Lama

Image

Bolehkan Muslimah Memakai Skincare?

Image

Tips Merawat Bodi Motor Biar Tetap Kinclong

Image

Mencerahkan! UMS Lakukan Sosialisasi Penguatan Ormawa di Boyolali

Image

Bawa Misi Majukan Desa dengan Teknologi, PTI UMS Berlayar ke Ujung Indonesia

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image