Mengenal Lebih Dekat BookTok: 'Reading Corner Virtual' Pecinta Buku Seluruh Dunia

Image
Rin Gilian
Sastra | Friday, 03 Jun 2022, 22:14 WIB
StockSnap dari Pixabay" />
Gambar oleh StockSnap dari Pixabay

Saat ini media sosial merupakan salah satu hal yang tidak pernah lepas dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih sejak pandemi yang melanda dunia pada tahun 2020, dimana semua orang harus melakukan semua aktivitas di dalam rumah, sehingga penggunaan sosial media meningkat drastis daripada sebelumnya. Salah satu aplikasi yang eksistensinya sangat tinggi saat pandemi yaitu TikTok, aplikasi yang memiliki fitur menayangkan video pendek dengan jumlah yang tak terbatas dari penjuru dunia. Dan menariknya, rata-rata pengguna dari aplikasi ini adalah kaum muda yang sangat kreatif tentunya. Di Indonesia sendiri contohnya, diketahui 40% dari penggunanya berusia rata-rata 18-24 tahun dan 34% diantaranya berusia antara 25-34 tahun.

Ciri khas yang unik dari TikTok sendiri yaitu, video pendek dengan isi yang sangat beragam. Tentu saja dengan sebuah tren yang sangat beragam. Mulai dari dance challenge, komedi, hingga edukasi yang dikemas dalam video pendek dengan semenarik mungkin. Salah satu hal yang menarik yaitu tren BookTok, dimana saat ini tagar #BookTok sendiri sudah ditonton lebih dari 56,1 milyar kali. Angka yang fantastis bukan. Tren ini menyajikan bagaimana gambaran salah satu sudut menarik dari TikTok itu sendiri, dimana para penggemar buku berkumpul menjadi satu. Bisa dikatakan tren ini merupakan salah satu ‘reading corner’ virtual untuk seluruh pembaca buku di dunia. Para pengguna dapat menceritakan buku yang baru saja mereka baca hingga saling bertukar informasi seputar dunia buku. Tidak jarang juga pengguna membuat sebuah video berisi tentang rekomendasi buku yang cocok untuk dibaca ketika musim panas atau rekomendasi buku jika kalian ingin merasakan petualangan yang hebat. Tentunya di Indonesia sendiri juga memiliki tagar yang lebih spesifik yaitu #booktokindonesia, di tagar ini banyak ditemukan pada pemuda-pemudi Indonesia yang marak memperlihatkan ketertarikannya dalam membaca.

Tren ini seakan-akan menghidupkan kembali komunitas baca yang sudah ada sebelumnya namun kali ini dengan jangkauan yang lebih luas. Para pengguna seakan berlomba-lomba untuk membagikan apa yang mereka telah baca dengan memberikan rating dan review singkat seperti, genre buku, cocok untuk dibaca oleh seseorang yang menyukai alur tertentu, dan tentu saja rangkuman singkat buku itu sendiri . Tak jarang juga para content creator BookTok ini membuat video singkat seakan-akan mereka menjadi karakter utama di suatu buku yang menjadi favorit mereka.

Selain itu banyak sekali buku-buku lama yang bermunculan kembali setelah adanya tren BookTok ini. Salah satunya novel We Were Liar karya E. Lockhart yang telah rilis pada tahun 2014 kembali memasuki rak best seller pada musim panas 2020, sang penulis pun sempat heran saat mengetahui hal tersebut akunya saat diwawancarai oleh salah satu portal berita The New York Times. Ternyata semua ini berkat adanya tren BookTok, tidak hanya membuat komunitas menjadi lebih besar namun juga sangat berpengaruh terhadap penjualan buku itu sendiri.

Banyak sekali buku yang akan kita temui dalam tren ini. Salah satunya yaitu kisah romansa yang disajikan oleh Colleen Hoover yang sangat marak dibicarakan oleh komunitas BookTok hingga saat ini, seperti It Ends With Us, Confess, Ugly Love, dan masih banyak lagi. Memasuki genre fantasi, Leigh Bardugo dengan seri Grishaverse–nya serta Sarah J. Maas dimana hampir seluruh karyanya yang luar biasa memiliki genre fantasi dengan sedikit bumbu romansa yang dapat membuat kita para pembacanya gigit jari.

Beralih ke Indonesia, tentu saja para penggunanya juga tidak mau kalah untuk berbagi apa yang mereka suka. Tak jarang juga mereka merekomendasikan buku-buku karya anak bangsa yang sangat patut diacungi jempol. Salah satu yang selalu dibicarakan dalam tren ini yaitu Bumi seri karya Tere Liye. Tak hanya itu, karya Tere Liye yang lainnya seperti Hujan, Pulang, Negeri di Ujung Tanduk juga turut meramaikan tren ini. Nama ziggy Z. juga sering kali disebut karena karyanya yang berjudul Jakarta Sebelum Pagi menarik perhatian pembaca Indonesia.

Melihat tren dan juga komunitas yang semakin membesar, patut untuk diacungi sebuah apresiasi. Karena dengan begitu sama saja kita turut membangun budaya literasi menuju pada fase yang lebih baik lagi. Tak jarang juga orang lain mulai membaca buku setelah melihat rekomendasi yang diberikan oleh tren ini. Juga dengan algoritma TikTok yang sangat beragam, tren ini mencuri banyak perhatian dari berbagai macam golongan dari mancanegara. Bahkan toko buku besar berlomba-lomba memberikan rekomendasi berdasarkan BokTok virals di rak mereka. Dampak yang diberikan selain menguntungkan sang penulis, penerbit pun ikut merasakan keuntungannya juga.

Pada dasarnya, aplikasi ini sangat terbuka lebar untuk siapa saja. Tidak hanya kontek hiburan, pengguna juga akan mendapat sebuah pandangan baru terhadap sisi dunia yang lainnya, seperti BookTok salah satunya. Tidak ada salahnya bukan untuk memberikan atau mencoba suatu hal yang baru di hidup kita, karena seperti kata pepatah “Buku adalah jendela dunia.” Jadi, jangan lupa untuk membaca buku yang kalian miliki.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Mahasiswa Bahasa Inggris, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga yang memiliki hobi membaca dan menulis.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Analisa Inkuiri Apresiatif dalam Melihat Film G30S/PKI

Image

Mewujudkan Pemuda Islam yang Kuat dan Tangguh

Image

Mahsa Amini, Perempuan dan Islam

Image

PK Bapas Purwokerto Tindaklanjuti Usulan Pembebasan Bersyarat

Image

Pastikan Kondisi Aman, Petugas Rutan Jepara Rutin Lakukan Trolling

Image

Pembayaran Pajak Sarang Burung Walet Menuai Pro dan Kontra

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image