Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Luthfia Fina Mufida

Ummu Hisyam binti Haritsah – Seorang Ulama dan Periwayat Hadits Nabi

Sejarah | Sunday, 29 May 2022, 14:37 WIB

Seorang pejuang perang, pasti akan diingat namanya, begitu juga dengan para ulama besar. Karena mereka adalah para pencetak sejarah, para pengharum peradaban islam. Tetapi, mereka yang berjuang di balik layar, seringkali tidak diingat.

Sumber Gambar: voi.id

Sebagai seorang muslimah, sudah selayaknya kita mengenal para sahabat, juga para shahabiyyah. Merekalah sebaik-baik umat yang pernah hidup di dunia ini, yang mengimani Nabi Muhammad saat beliau dibenci oleh kebanyakan orang dan tetap setia serta teguh mendukung Nabi Muhammad walaupun mereka disiksa. Juga ikut memberi andil dalam menyebarkan agama islam ke seluruh penjuru dunia, tetapi sudahkah kita mengenal seluruh sahabat dan shahabiyyah nabi?

Kisah ini mungkin sederhana, tidak ada yang spesial dari shahabiyyah ini. Dia tidak seperti Sumayyah yang merupakan syahidah pertama dalam islam atau seperti Ummul Mukminin Aisyah yang memberi teladan terbaik bagi seluruh muslimah, tetapi tidak ada shahabiyyah yang biasa saja. Mereka semua adalah teladan para muslimah, berperan pada bidang yang berbeda-beda dan sesuai dengan kelebihan mereka masing-masing.

Seperti shahabiyyah yang satu ini, seorang wanita cerdas yang bersemangat dalam menuntut ilmu hingga menjadi seorang hafizhah dan periwayat hadits. Siapakah beliau ?

Beliau adalah Ummu Hisyam binti Haritsah, anak dari Haritsah bin Nu’man dari suku Najar, ibunya bernama Ummu Khalid binti Khalid bin Ya’isy Al-Anshariyah dari suku malik, ia memiliki empat orang saudara yakni, Abdullah, Abdurrahman, Saudah, dan Umrah. Ayah, ibu serta semua saudaranya berbaiat pada Nabi Muhammad.

Ayahnya adalah seorang yang sangat berbakti kepada ibunya. Hingga dirawayatkan dalam sebuah hadits, bahwa Rasulullah pernah bermimpi mendengar suaranya membaca Al-Qur’an di surga, lalu Rasulullah berkata pada Aisyah, “Itulah pahala kebajikan, itulah pahala kebajikan”

Malaikat Jibril mengabarkan bahwa Haritsah dijamin rizkinya di surga. Ia memiliki beberapa rumah yang dekat dengan tempat tinggal Nabi. Setiap keluarga Nabi bertambah, maka dia memberikan satu persatu rumahnya. Karena rumahnya dekat dengan rumah Nabi, maka keluarga ini sering mengantar makanan dan membantu keperluanya, selain itu keluarga ini dapat berinteraksi langsung dengan Nabi dalam menimba ilmu Islam.

Ummu Hisyam sangat bersemangat dalam mempelajari Islam. Beliau mempunyai semangat tinggi untuk belajar kepada Rasulullah. Ia juga dikenal sebagai perempuan yang cerdas. Hingga akhirnya dikenal sebagai hafizah dan ahli hadits. Beberapa sahabat bahkan meriwayatkan hadits dari Ummu Hisyam, seperti Muhammad bin Abdurrahman bin As'ad Zurarah, Yahya bin Abdullah, dan Hubaib bin Abdurrahman bin Yasaf. Ummu Hisyam disebutkan telah meriwayatkan sepuluh hadis. Beliau juga merupakan salah satu ulama perempuan yang hidup sezaman dengan Rasulullah.

Ummu Hisyam juga turut mengikuti sumpah Baiat Ridwan, yang terjadi pada bulan Dzulqa’dah tahun 6 Hijriyah. Saat itu, kaum muslimin berangkat menuju Makkah untuk melaksanakan umroh. 1500 orang bersiap untuk berangkat, termasuk Ummu Hisyam. Tetapi Orang Quraisy bersepakat untuk menghalangi kaum muslimin.

Maka Rasulullah pun mengutus Utsman bin ‘Affan untuk berunding dengan para pembesar musyrikin quraisy. Lalu terdengar kabar bahwa ‘Utsman terbunuh. Maka Rasulullah pun mengambil sumpah setia dari para kaum muslimin di bawah pohon, yang disebut Baiat Ridwan. Berkaitan dengan baiat ini, Allah menurunkan firman-Nya,

۞لَّقَدۡ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ إِذۡ يُبَايِعُونَكَ تَحۡتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمۡ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيۡهِمۡ وَأَثٰبَهُمۡ فَتۡحا قَرِيبا ١٨

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)”. [Qur’an Surah Al-Fath : 18]

Rasulullah juga bersabda, “Tidak akan masuk neraka orang yang bersumpah setia di bawah pohon” [Hadits Riwayat Muslim No. 4552]

Hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Hisyam :

عَنِ ابْنَةِ حَارِثَةَ بْنِ النُّعْمَانِ قَالَتْ مَا حَفِظْتُ ق إِلَّا مِنْ فِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ قَالَتْ وَكَانَ تَنُّورُنَا وَتَنُّورُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ واحدا

Dari bint Haritsah bin Nu’man beliau berkata : “Aku hafal surat Qaaf langsung dari Rasulullah sewaktu beliau khutbah Jum'at”, dia berkata, “Karena kompor kami dan kompor Rasulullah itu satu.” [Hadits Riwayat Ahmad No. 26344]

عَنْ أُمِّ هِشَامٍ بِنْتِ حَارِثَةَ بْنِ النُّعْمَانِ قَالَتْ مَا أَخَذْتُ ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ إِلَّا مِنْ وَرَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي بِهَا فِي الصبح

Dari Ummu Hisyam binti Haritsah bin Nu'man dia berkata, “Aku tidak mengambil QAAF WAL QUR'ANIL MAJIID (surat Qaaf) kecuali di belakang Nabi, sewaktu beliau membacanya pada saat shalat subuh.” [Hadits Riwayat Ahmad No. 26345]

Itu lah Ummu Hisyam, seorang wanita pejuang yang ikut berperan dalam menjayakan agama islam. Semangatnya dalam menuntut ilmu tidak menghalanginya untuk terus mempelajari Al-Qur’an dan Hadits, hingga beliau menjadi seorang hafizhah dan bahkan meriwayatkan hadits dari nabi. Beliau juga mengikuti Baiat Ridwan, walaupun beliau adalah seorang perempuan.

Begitu juga dengan kita, seorang perempuan harus semangat dalam menuntut ilmu, tidak berhenti pada jenjang tertentu, tapi terus belajar selama hidupnya. Seperti Ummu Hisyam yang bahkan para sahabat meriwayatkan hadits darinya.

Beliau juga menghafal surat Qaaf hanya dengan mendengar khutbah Jum’at dari Rasulullah atau saat beliau membacanya dalam salat shubuh. Tidak melupakan fakta bahwa para shahabat dan shahabiyyah masuk dan mengenal islam saat mereka sudah berumur, dan itu tidak menghalangi mereka untuk mempelajari syari’at islam, menghafal al-qur’an, juga hadits-hadits, seperti Ummu Hisyam yang menjadi hafizhah dan beliau sudah berumur.

Maka, menuntut ilmu tidak pernah dibatasi oleh waktu dan umur. Tapi terus berlanjut, hingga ajal menjemput. Karena menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, seperti yang diriwayatkan dalam hadits nabi oleh Ibn Majah,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim” [Hadits Riwayat Ibn Majah]

Beliau juga bersemangat dalam mengambil peran besar dalam Islam. Beliau i ikut dalam peristiwa Baiat Ridwan dan mengambil sumpah setia dari Rasulullah di bawah pohon, bersama para sahabat lainnya. Fakta bahwa beliau adalah seorang perempuan, tidak menghalangi keinginannya untuk ikut dalam peristiwa Baiat Ridwan. Maka, kita sebagai perempuan juga sepatutnya tidak menjadikan “perempuan” sebagai alasan hingga menghalangi kita dari berbuat kebajikan, apalagi untuk memberi andil besar untuk agama.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari kehidupan dan teladan para shohabiyyah. Karena mereka adalah sebaik-baik umat yang pernah ada di dunia ini.

Referensi :

https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.com/2014/08/Ummu-Hisyam-binti-Haritsah-Tetangga-Rasulullah-Periwayat-Hadits-dan-Hafidhah.html, diakses pada 26 Februari 2022 pukul 10:10

https://www.fiqhislam.com/agenda/tokoh/113643-ummu-hisyam-sahabiyah-ahli-hadits, diakses pada 27 Februari 2022 pukul 15:46

*Mahasiswi Angkatan III Prodi Komunikasi Penyiaran Islam STIBA Ar Raayah Sukabumi

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image