Pandemi dan Dunia Pendidikan: Antara Krisis & Peluang

Image
Chatimah Setia Ningsih Syifa
Guru Menulis | Sunday, 03 Oct 2021, 12:22 WIB
Suber gambar, www.republika.co.id

Corona Virus Disease sebentar lagi memasuki tahun keduanya di Indonesia sejak di konfirmasi oleh pemerintah 2 maret 2020 lalu. Selama hampir 2 tahun belakangan ini seluruh sendi-sendi kehidupan mengalami krisis berat baik dari segi sosial, ekonomi, kesehatan, dan tentunya pendidikan. Pemerintah bukannya tinggal diam melihat situasi ini, berbagai kebijakan dikeluarkan dalam rangka menekan laju penyebaran virus ini, mulai dari PSBB hingga PPKM level 4. Namun hingga hari ini klaster-klaster baru terus saja bermunculan dan wabah ini belum juga usai. Berbagai permasalahan juga peluang pun mencuat dalam dunia pendidikan.

Saat ini seluruh sektor kehidupan dipaksa menyesuaikan diri guna mempertahankan eksistensinya, tak terkecuali sektor pendidikan. Kegiatan belajar-mengajar yang tadinya di laksanakan di sekolah, kini berpindah ke rumah. Proses pembelajaran yang tadinya dilaksanakan secara tatap muka, kini hanya bisa dilakukan lewat panggilan video ataupun pesan teks.

Dikutip dari kemendikbud.go.id( 29/07/2021), setidaknya terdapat tiga potensi dampak negatif berkepanjangan yang mengancam peserta didik akibat COVID- 19 seperti putus sekolah, penurunan capaian belajar serta kekerasan pada anak dan risiko eksternal. Krisis ekonomi yang tak terelakkan menyebabkan tingkat pengangguran bertambah, hal ini tentu berbanding lurus dengan tingkat kemiskianan yang pada akhirnya mengakibatkan tingginya angka putus sekolah . Sementara itu, capaian hasil belajar siswa juga menurun karena sistem Pembelajaran Jarak Jauh yang tidak dapat diakses oleh semua siswa akibat ketidak tersediaan sarana dan prasarana.

Pembelajaran dari rumah juga memberi beban tersendiri bagi orang tua murid, beban ekonomi serta beban pendampingan belajar anak mengakibatkan efek lain seperti kekerasan di rumah.Tidak hanya itu, risiko eksternal juga menjadi hantu bagi peserta didik. Ketika anak tidak lagi datang ke sekolah, terdapat risiko pernikahan dini, eksploitasi anak terutama perempuan, dan kehamilan di kalangan remaja. Permasalahan lain yang tidak kalah memprihatinkan adalah semakin terkikisnya nilai-nilai moral akibat penggunaan gawai pintar secara bebas tanpa pengawasan orang tua.

Meski demikian, faktanya pandemi tidak hanya memberikan dampak buruk tetapi juga membawa dampak positif yang tidak dapat diabaikan bagi dunia pendidikan. Dikutip dari Suteki ( 12 Mei 2020), beberapa dampak positif Covid – 19 diantaranya adalah memicu percepatan transformasi pendidikan Karena sistem PJJ berbasis teknologi mengharuskan lembaga pendidikan, guru, siswa, bahkan orang tua agar cakap teknologi.

Hal ini sejalan dengan era Revolusi Indusri 4.0 yang terus merengsek maju. Berbagai aplikasi belajar online kian marak, berbagai platfrompun bermunculan seperti zoom meeting, Google Meet, Google classroom dan media lainnya. Hal ini tentu saja membawa angin segar pada dunia pendidikan yang sejak lama terkukungkung dalam sistem pembelajaran konvensional. Pandemi membuat pelaku pendidikan mau tidak mau belajar untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan IT.

Sementara bagi guru, banyak kursus dan pelatihan yang dapat diikuti secara online dengan tanpa biaya, hal ini tentu sangat membantu guru guna meningkatkan keterampilan dan kompetensinya . Selain itu pembelajaran dari rumah juga menuntut kolaborasi yang inovatif antara guru dan orang tua demi pembelajaran online yang efektif sehingga terbangunlah komunikasi yang baik antara guru dan orang tua.

Dari uraian di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa memang benar pandemi membawa begitu banyak dampak negatif bagi dunia pendidikan Indonesia. Akan tetapi jika kita menilik lebih jauh, Corona Virus Disease tidak melulu tentang krisis,kesulitan dan segala hal berbau negatif lainnya. Mari kita kutip perkataan seorang fisikawan hebat Albert Einstein “ Disetiap Kesulitan terletak peluang “.

Ada banyak dampaka positif yang bisa kita dapatkan disaat pendemi ini, tentu saja itu tergantung dari sudut mana kita melihat hal tersebut. Dalam Al-Quran surah Al- Insyirah ayat 6 Allah berfirman “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan “. Musibah ini pasti akan berlalu dan hari-hari baik akan datang. Mari tetap saling menguatkan dan tetap berparsangka baik karena sesungguhnya “ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya “ ( Q.S Al-Baqarah : 286).Wallahu A 'lam bissawab.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Unisa Yogyakarta Tandatangani Kerjasama dengan Pemkab Kapuas Hulu

Image

Pariwisata Religi Solo-Magetan, Akulturasi Budaya Islam-Jawa

Image

Cyberbullying Pengaruhi Kesenjangan Sosial Masyarakat

Image

IMM Insan Kamil UMP Resmikan Pojok Baca

Image

21 Tahun Berikhtiar, YBM BRILiaN Kembali Raih Penghargaan Indonesia Fundraising Award 2022

Image

Azyumardi Azra Dianugerahi Life Achievement Filantropi dalam Indonesia Fundraising Award 2022

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image