Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ade Sudaryat

Jum’at Hari Pasaran di Sorga Yang Selalu Dikunjungi Para Ahli Sorga

Agama | Thursday, 26 May 2022, 22:37 WIB

Kemuliaannya merupakan pilihan dan ketetapan Allah, bukan ketetapan manusia. Siapapun yang berdo’a pada hari yang mulia ini akan dikabulkan Allah. Orang yang melaksanakan ibadah pada hari mulia ini diabsen dan dicatat para malaikat bersama nama orang tuanya.

Hari mulia tersebut tiada lain adalah hari Jum’at. Hari tempat berkumpulnya umat Islam melaksanakan ibadah shalat Jum’at. Hari mulia ini merupakan hari raya mingguan bagi umat Islam. Karenanya pada hari Jum’at dimakruhkan melaksanakan ibadah shaum sunat. Jika ada orang yang berkehendak melaksanakan ibadah shaum sunat pada hari mulia ini, hendaklah ia melaksanakannya bersama shaum sunat sehari sebelum atau sehari sesudahnya.

Hari yang mulia ini merupakan umrah dan hajinya kaum miskin dan orang-orang yang belum mampu melaksanakan ibadah haji dan umrah. Kesungguh-sungguhan kita dalam mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah pada hari Jum’at, khususnya shalat Jum’at diberi ribuan pahala, rida, dan ampunan Allah swt.

Orang yang melaksanakan ibadah shalat Jum’at dengan ikhlas, tidak melakukan kegiatan lain selama melaksanakan ibadah shalat Jum’at selain mendengarkan khutbah dan shalat Jum’at, maka dosa orang tersebut diampuni Allah selama sebelas hari (H. R. Muslim).

Sebaliknya, orang yang tidak sungguh-sungguh dalam melakasanakannya, meskipun tinggal di dalam masjid bersama barisan jamaah, namun ketika ia tidak mendengarkan khutbah, seraya malah bercakap-cakap dengan jamaah lainnya, bermain handphone, atau kegiatan lainnya, maka kehadirannya di tengah-tengah ibadah shalat Jum’at tak bernilai apapun di hadapan Allah.

Oleh karena itu, ketika kita sudah masuk masjid pada hari Jum’at, dan khatib sudah ada di atas mimbar menyampaikan khutbah, tak ada kewajiban lain dari jama’ah selain mendengarkannya. Malahan yang ikut mendengarkan khutbah khatib pada hari Jum’at bukan manusia saja, tapi para malaikat juga turun ikut mendengarkan khutbah tersebut .

Hari Jum’at yang mulia merupakan hari yang tepat untuk melakukan introspeksi. Menghitung-hitung perbuatan yang telah kita lakukan selama satu minggu. Pada hari yang mulia ini merupakan hari yang tepat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah sebagaimana diingatkan khatib ketika mengawali khutbahnya.

Memperbanyak istighfar, zikir, shalat sunat, dan berdo’a sampai waktunya khatib naik ke atas mimbar untuk berkhutbah merupakan amalan yang baik. Oleh karena itu, ketika kita sudah masuk masjid pada hari Jum’at, selayaknya kita menanggalkan sementara semua urusan dunyawiyah, dan kita fokus menghadap kepada Allah swt.

Kelak, entah kapan, hanya Allah yang Maha Mengetahui, kehidupan kita di dunia ini akan berakhir pada hari Jum’at. Hari kiamat yang telah kita imani akan terjadi pada hari Jum’at. Tahun, bulan, dan tanggalnya, hanya Allah yang Maha Mengetahui.

Kewajiban kita adalah mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Salah satu persiapan untuk menghadapinya adalah benar-benar khusyuk dalam melaksanakan ibadah shalat Jum’at, siapa tahu shalat Jum’at yang kita laksanakan pada saat ini merupakan ibadah shalat Jum’at terakhir.

Kemuliaan hari Jum’at bukan hanya di dunia saja. Allah telah menetapkan kemuliaanya sampai di alam akhirat kelak. Para penghuni sorga akan senantiasa saling berkunjung dan berkumpul pada hari Jum’at. Salah satu tempat yang mereka kunjungi adalah pasar Jum’at.

“Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya di dalam sorga terdapat pasar yang mereka kunjungi setiap hari Jum'at. Kemudian angin utara berhembus menerpa setiap wajah dan pakaian mereka, sehingga mereka bertambah bagus dan indah. Lalu mereka kembali kepada keluarga-keluarga mereka, dan mereka telah bertambah bagus dan indah sehingga keluarga mereka berkata, “Demi Allah, kalian semua telah bertambah bagus dan indah setelah kami dalam hal kebagusan dan keindahan.’ Sehingga mereka berkata, ‘Dan kalian semua, demi Allah, kalian telah bertambah bagus dan indah setelah kami dalam keindahan dan kebagusan. ‘ “ (H. R. Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al Jannah wa shifati naimuha wa ahliha, hadits nomor 2833).

Tentu saja segala kenikmatan di sorga sangat jauh berbeda dengan kenikmatan yang ada di dunia. Pasar di sorga sangat jauh berbeda dengan pasar-pasar di dunia. Kenikmatan di sorga merupakan kenikmatan yang belum pernah dirasakan dan dibayangkan manusia sebelumnya.

Sungguh merupakan puncak kebahagiaan yang tak ada ujungnya jika kita menjadi salah seorang penghuninya. Mungkinkah kita akan menjadi salah seorang penghuninya?

Kita harus memiliki keinginan untuk menjadi penghuninya. Seperti kata Rasulullah saw, jika kalian memohon kepada Allah, jangan tanggung-tanggung memohonlah kepada-Nya agar menjadi penghuni sorga Firdaus. Namun tentu saja, kita jangan hanya memohon untuk menjadi ahli sorga, sementara ibadah dan perilaku kita bertentangan dengan amalan-amalan yang dapat mengantarkan diri kita ke sorga.

Hari Juma’at yang mulia ini merupakan saat yang tepat dijadikan tonggak awal untuk memperbaiki diri, memperbaiki kualitas ibadah, ketakwaan, dan melaksanakan ibadah shalat Jum’at dengan baik dan sesuai syari’at merupakan langkah awal dari semua perbaikan amal ibadah dan perilaku kita.

Semoga Allah membukakan pintu sorga, dan kita menjadi salah satu penghuniya. Amin.

Ilustrasi : taman indah (soundcloud.com)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image