Mengenal Kesesatan Aqidah Syi'ah

Image
Muhammad Shokhihul Islam
Agama | Wednesday, 29 Dec 2021, 15:19 WIB

Kesesatan Aqidah Syi'ah

Syiah sering dikenal dengan sebutan Rafidhah karena mereka menolak mengakui khilafah Abu Bakar Radhiyallahu anhu dan Umar bin Khattab radhiyallahu anhu dan menyukai mereka atas sanjungan sahabat Zaid bin Ali bin Husain terhadap dua orang terbaik umat itu. mereka menanggapi jawaban Zaid bin Ali bin Husain dengan , “Rafadhnaka” yang artinya kami menolak jawabanmu. Akhirnya mereka dikenal dengan nama Rafidhah.

Rafidhah merupakan salah satu sekte Syiah, dan memiliki banyak nama di antaranya al-Itsna 'Asyariyah, Ja'fariyyah, Imamiyyah dan nama yang lainnya, tetapi hakikatnya sama. Jika pada zaman ini disebutkan kata Syiah mutlak, maka tidak lain yang dimiliki adalah Rafidhah memiliki keyakinan-keyakinan yang sangat bertentangan dengan Islam yang mereka dasar sebagai agama mereka.

Berikut ini 22 poin keyakinan keyakinan Aqidah Syiah yaitu:

1. Al-Qur`ân yang dijamin keutuhan dan keasliannya oleh Allâh Azza wa Jalla telah banyak berkurang dan mengalami banyak perubahan. Bahkan menurut mereka, al-Qur`ân hanya sepertiga dari al-Qur`ân yang dipegang 'Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu anhu yang mereka sebut dengan Mushaf Fâthimah yang turun temurun dibawa oleh para imam dan sekarang dibawa oleh Imam al-Muntazhar (imam yang mereka tunggu kedatangannya).

2. Al-Qur`ân tidak bisa dijangkau kecuali dengan penyimpanan para imam dua belas.

3. Mereka melakukan ta'thîl (meniadakan) nama-nama dan sifat-sifat Allâh Azza wa Jalla sehingga dalam konteks ini termasuk kaum Jahmiyyah.

4. Iman dalam pandangan mereka adalah mengenal dan mencintai para imam.

5. Mereka menafikan takdir sehingga mereka termasuk golongan Qadariyyah (kelompok yang tidak mengimani takdir).

6. Mereka yakin Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam berwasiat kepada sahabat 'Ali bin Abi Tholib untuk menjadikannya sebagai khalifah sepeninggalnya.

7. Pengkafiran terhadap para Sahabat Nabi dan keyakinan bahwa para Sahabat Nabi telah murtad kecuali hanya beberapa orang saja dari mereka.

Tentang keyakinan ini, Imam Abu Zur'ah rahimahullah berkomentar untuk mendudukkan tujuan utama yang mereka bidik melalui pengkairan umum terhadap Sahabat Nabi Radhiyallahu anhum : “Sesungguhnya tujuan mereka mencela para Sahabat Radhiyallahu anhum adalah untuk mendongkel al-Qur`ân dan Sunnah. Kalau pembawa dan penyampai agama ini adalah orang-orang yang murtad, bagaimana kita menerima apa yang mereka sampaikan. (Inilah tujuan mereka, red). Allah Azza wa Jalla berfirman:

لِيُطْفِـُٔوْا اللّٰهِ اَفْوَاهِهِمْۗ اللّٰهُ لَوْ الْكٰفِرُوْنَ

ingin melihat (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci [ash-Shaff/61:8] Barangsiapa memiliki anggapan bahwa para Sahabat Radhiyallahu anhum telah murtad kecuali hanya beberapa yang hanya mencapai belasan orang saja atau kebanyakan merupakan orang-orang fasik setelah meninggalnya Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam , maka tidak diragukan lagi akan kekufurannya telah mendustakan ayat-ayat al-Qur`ân yang menjelaskan keridhaan dan pujian Allâh Azza wa Jalla terhadap para Sahabat. apa yang meragukan keyakinan keyakinan seperti ini?! Kekufuran orang yang keyakinannya sudah pasti. Sebenarnya anggapan ini juga mengharuskan penyampai al-Qur`ân dan Sunnah adalah orang-orang kafir dan fasik.

ا ا لِلنَّاسِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia [Ali 'Imrân/3:110]

Memberikan makna bahwa umat yang terbaik dan generasi pertama umat adalah orang-orang kafir dan fasik yang berarti bahwa umat ini adalah sejelek-jelek umat dan yang terjelek adalah awalnya. Kekufuran keyakinan seperti ini sangat nyata dalam Islam”.

8. Para imam dua belas mendapatkan wahyu dari Allâh Azza wa Jalla, sehingga kaum Syiah mendefinisikan Sunnah dengan istilah segala yang berasal dari orang ma'shûm (yang terjaga dari dosa dan kesalahan) baik berupa perkataan, perbuatan, ataupun taqrîr (pembenaran). Menurut mereka, hanya 'Ali bin Abi Thalib yang menguasai Sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

9. Imâmah (kepemimpinan) kaum Muslimin hanya dipegang oleh Imam Dua Belas. Mereka mencela dan tidak mengakui khilafah Abu Bakar Radhiyallahu anhu dan 'Umar Radhiyallahu anhu.

Tentang keyakinan ini, Imam Syafi'i berkata, “Barangsiapa tidak mengakui khilafah (kepemimpinan) Abu Bakar Radhiyallahu anhu dan 'Umar Radhiyallahu anhu, dia is an rafidhi“.

10. Para imam memiliki sifat ma'shûm, terjaga dari kesalahan mereka, tidak pernah lupa dan selalu mengetahui apa yang terjadi dan yang akan terjadi.

11. Para imam tidak akan mati kecuali dengan keinginan mereka.

12. Para imam akan bangkit dari kubur jika mereka menginginkan, untuk bertemu dengan sebagian manusia. keyakinan ini mereka sebut dengan akidah zhuhûr

13. Para imam dan wali lebih mulia daripada para nabi dan rasul.

14. Para imam akan kembali ke dunia setelah kematian mereka demikian pula Ahlussunnah. Mereka kemudian akan membalas para Sahabat, menyalib Abu Bakar Radhiyallahu anhu dan 'Umar Radhiyallahu anhu dan hukuman mereka zina terhadap 'Aisyah Radhiyallahu anha – semoga Allâh Azza wa Jalla menghancurkan-. Keyakinan ini mereka sebut dengan akidah ar-raj'ah.

15. Kuburan para imam adalah tempat-tempat suci.

16. Keyakinan bada' yaitu terkuaknya sesuatu bagi Allâh Azza wa Jalla setelah sebelumnya tersembunyi sehingga menyebabkan Allâh Azza wa Jalla menarik perkataan yang telah difirmankan atau perbuatan yang dilakukan. Maha suci Allâh Azza wa Jalla atas apa yang mereka katakan.

17. Mereka berkeyakinan orang-orang di luar mereka adalah kafir, sama sekali tidak berhak untuk masuk surga.

18. berkeyakinan bahwa semua yang mereka lakukan akan dilakukan oleh Ahlussunah diberikan untuk Syiah dan dosa-dosa Syiah akan dibebankan kepada Ahlussunnah. Ini yang mereka sebut dengan istilah ath-thînah.

19. Kewajiban melakukan taqiyah, yaitu seorang penganut agama Syiah berkata dengan kutipan yang berbeda dengan apa yang dia yakini, atau tindakan yang sesuatu dengan apa yang ada pada hatinya. keyakinan taqiyah ini merupakan satu kewajiban bagi para Penganut Syiah. Oleh karena itu, Penganut Syiah mengerjakan shalat di belakang Ahlussunnah dalam rangka taqiyah (melindungi diri) dan pujian-pujian para imam terhadap para Sahabat yang dilakukan dalam rangka menjalankan taqiyah.

20. Imam yang kedua belas, Muhammad bin Hasan al-'Asykari telah memasuki salah satu gua di daerah Samira tahun 260 H pada saat masih kecil. Ia telah menjadi seorang imam sejak kematian ayahnya sampai hari ini. Padahal fakta menyatakan bahwa Hasan al-Askari meninggal dalam keadaan mandul, tidak memiliki anak.

21. Halalnya darah dan kehormatan Ahlussunnah. Menurut mereka, boleh menggunjing, mencela bahkan melaknat Ahlussunnah.

22. Menghalalkan nikah mut'ah (kawin kontrak). Bahkan menurut mereka nikah mut'ah lebih utama daripada menjalankan shalat, puasa, dan haji.

#Ilmu Kalam

#IAIN PEKALONGAN

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Kesesatan Aqidah Syi'ah

Mengenal Kesesatan Aqidah Syi'ah

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

SOSIALISASI PEMBUATAN DAN PENTINGNYA CURRICULUM VITAE (CV) DI SMAS AL-FALAH GUNA MENGURANGI KEMISKIN

Image

Teknik Membuat Sop Ayam Tanpa Ribet dan Enak

Image

Semarak Persiapan Virtual Run Lapas Perempuan Palembang Ikuti Arahan Kakanwil Harun Sulianto

Image

Lapas Kelas IIB Kayuagung Melakukan Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan dalam rangka HDKD

Image

Budayakan Juara, UKM Tapak Suci Umpo raih Medali di TS Jember Championship 2022

Image

Jelang HUT Ke-77 RI, MTsN 3 Bantul Persiapkan Berbagai Lomba

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image