Hati-Hati, Ulasan Palsu di Toko Online Bisa Bikin Pembeli Pergi

Image
Abah Konten
Gaya Hidup | Wednesday, 25 May 2022, 19:42 WIB
Belanja online. Ilustrasi

Melihat ulasan produk menjadi salah satu metode populer yang kini mungkin digunakan mayoritas pengguna untuk meyakinkan keputusan mereka ketika berbelanja online. Penjual pun sangat menyadari ini. Sebab itu, tidak jarang dari mereka sampai rela mengeluarkan uang untuk menggunakan jasa pengulas demi dagangan mereka makin laris.

Namun, langkah itu ternyata bisa berdampak buruk. Terutama dalam jangka panjang.

Itu setidaknya berdasarkan survei yang dilakukan perusahaan keamanan siber Kapersky baru baru ini.

Survei berbasis global ini mendapati bahwa 93% konsumen memang mengatakan ulasan online berdampak pada keputusan pembelian mereka. Sehingga tidak mengherankan jika ulasan palsu telah menjadi hal biasa.

Situasi ini mungkin bermanfaat bagi beberapa pelapak, tetapi dalam jangka panjang dapat membahayakan baik penjual maupun pasar yang mencantumkan produk.

Survei mengungkapkan bahwa 67% konsumen khawatir tentang kredibilitas ulasan. Sebanyak 54% di antaranya bakal meninggalkan pembelian mereka jika mereka mencurigai ulasan produk itu palsu.

Di beberapa negara, platform apa pun yang memungkinkan penempatan ulasan palsu juga dapat dituduh melanggar hukum konsumen oleh otoritas terkait.

Survei Kapersky ini tidak hanya membahas soal ulasan palsu di toko online. Mereka juga menyoroti efek disruptif akun palsu terhadap bisnis. Termasuk di media sosial. Dilaporkan bahwa tahun lalu Facebook menghapus 6,5 MM akun "buruk" dan, menurut beberapa perkiraan, hampir setengah dari akun di Instagram adalah palsu.

Akun palsu ini pun tidak hanya dialami di media sosial dan ritel online dan e-commerce. Bank, dan beberapa organisasi lainnya, juga berisiko.

Kapersky pun menyebut pemalsuan adalah sisi gelap dari anonimitas, keuntungan yang diberikan kepada kita oleh internet. Selama masih mudah untuk membuat akun palsu, penipu akan terus berusaha memanfaatkan kesempatan ini untuk keuntungan finansial atau untuk memanipulasi opini publik.

Untuk mengatasi hal ini, setiap platform digital dapat membuat penyesuaian untuk secara signifikan memperumit prosedur otentikasi. Namun, ini juga dapat mempengaruhi pengalaman pengguna dan menyebabkan potensi pengurangan pelanggan.

Metode lain yang digunakan untuk memusnahkan berbagai skema pemalsuan yang sedang naik daun adalah dengan menggunakan teknologi anti-penipuan. Kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan analitik prediktif memungkinkan untuk menemukan akun palsu dan perilaku mencurigakan. Solusi ini juga mampu membedakan yang palsu dari pengguna yang sah tanpa mempengaruhi kenyamanan fasilitas online.

Sumber: Kapersky

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Mengontenkan konten ---------Kontak saya di abahkonten@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

R A S A I T U

Image

Gelaran Diklat Pengusahaan Batu Hias dan Batu Mulia di Sulawesi Tenggara

Image

Upaya PPSDM Geominerba Bagi Masyarakat Yogyakarta

Image

Gelaran Diklat Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Angkatan Kedua

Image

PPSDM Geominerba Buka Tiga Diklat ASN Sekaligus

Image

MP3Juice CC 2022: Download YouTube MP4 to MP3 ke Play Musik di HP Android

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image