Semua Bahagia Bila Pandemi Tinggalkan Dunia

Image
Andiani Eka Destianti
Lomba | Friday, 24 Sep 2021, 08:59 WIB
Foto : Lalu lintas jalan raya kota Cimahi (Sumber : Dokumen Pribadi)

Akhir-akhir ini tak sedikit informasi yang menyatakan bahwasannya kegiatan belajar mengajar akan dilakukan secara tatap muka atau disebut juga dengan luring (luar jaringan). Siswa dan guru tentunya akan sangat senang mendengar kabar baik tersebut, dapat dilihat dari antusias para guru dalam mempersiapkan berbagai hal, mulai dari merapikan ruangan kelas, membersihkan lingkungan sekolah, sampai mempersiapkan metode mengajar siswa. Bahkan diberbagai daerah salah satunya kota Cimahi, sejumlah sekolah telah mengadakan kegiatan secara tatap muka dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan.

Keputusan pemerintah tentang diadakannya kegiatan belajar mengajar secara tatap muka tentunya telah melalui berbagai proses penelitian dan pertimbangan. Ditinjau dari berbagai media berita, kasus covid-19 mengalami penurunan, angka kesembuhan lebih banyak dibandingkan dengan angka kematian, serta bebasnya Indonesia dari zona merah. Sungguh hal itulah yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia, bahkan harapan terbesar kita semua adalah pandemi benar-benar menghilang dan tidak membuat gaduh seluruh dunia lagi.

Harapan yang besar membutuhkan usaha dan ikhtiar yang besar pula. Meskipun covid-19 telah mereda, namun kita harus tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan demi tercapainya cita-cita yang sama ini. Kerap kali masih ditemukan orang-orang yang kurang memperhatikan bahkan megabaikan anjuran pemerintah, tugas kita jika memang masih peduli dan punya kesadaran akan pentingnya menjaga prokes, tentunya harus mengingatkan kepada orang-orang bahwa menjaga prokes itu sangatlah penting.

Untuk menjaga efektifitas dan totalitas dalam memberantas pandemi covid-19, maka beberapa bulan kebelakang sampai saat ini telah diberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Mayarakat) diberbagai daerah. Selain PPKM, pelaksanaan vaksinasi pun dilaksanakan secara serentak dan continue untuk seluruh masyarakat, mulai dari usia 12 tahun hingga usia kurang lebih 50 tahun. Diwajibkan bagi tenaga kerja, siswa, mahasiswa dan masyarakat yang tidak mempunyai riwayat penyakit berat. Dengan tujuan tidak mudah terpapar virus covid-19 dan menurunkan resiko penularan lebih banyak.

Sejumlah lembaga, universitas, sekolah dan tempat bekerja telah menyelenggarakan vaksinasi secara gratis. Kita hanya diminta untuk mengunjunginya dengan membawa identitas diri dan formulir pendafaran, baik pendaftaran secara online maupun daftar langsung di tempat diselenggarakannya vaksinasi. Rupanya tidak ada kesulitan bagi kita untuk melaksanakan vaksin, hanya masih ada saja sebagian orang yang malas dan beropini tidak perlu melakukan vaksin karena hanya diam di rumah dan merasa sudah cukup dengan hanya menjaga protokol kesehatan. Padahal vaksinansi adalah upaya terbesar dan telah melalui berbagai uji penelitan oleh orang-orang yang ahli dalam bidangnya.

Bayangkan saja, jika kita semua dapat bekerja sama dan saling peduli terhadap sesama, maka harapan pun akan segera tercapai. Kejenuhan dan kepenatan kita semua dalam menghadapi pandemi ini haruslah segera berkahir. Ada banyak kalangan yang memang jika kita telusuri yang kondisi hidupnya begitu memprihatinkan akibat pandemi ini. Mulai dari pedagang yang kesulitan mendapatkan pembeli bahkan sampai bangkrut, ekonomi keluarga berantakan, dan sistem pembelajaran masih banyak yang terabaikan. Serta ada yang lebih memprihatinkan dari semua hal itu, yakni ada banyak orang untuk mendapatkan sesuap nasi saja masih sulit.

Masihkah kita mau abai terhadap hal tersebut ?, mengingat tujuan dan harapan yang tentunya sama bagi semua orang, mengingat akan kondisi normal seperti dahulu kala yang kita mimpikan, mengingat sulit dan ribetnya memakai seperangkat protokol kesehatan seperti masker, hand sanitizer dan jaga jarak. Lelah bukan ?, marilah kita bersama-sama taati aturan pemerintah dan menyadari akan pentingnya saling menjaga protokol kesehatan.

Tentunya semua akan merasa sangat bahagia ketika dinyatakan bahwa pandemi betul-betul pergi tinggalkan dunia, semua akan bergembira menyambut hari yang dimimpikan seperti normalnya kurang lebih dua tahun yang lalu. Tidak terbayangkan bukan, betapa bahagianya ?. Hal apakah yang akan pertama kali anda lakukan ketika mendapatkan informasi tersebut ? bertemu keluarga, pergi ke tempat wisata, atau berbelanja ?. Yang pastinya kita mempunyai tujuan yang begitu dirindukan.

#lombamenulisopini

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Menebak-nebak Rambut Putih Pak Jokowi, Menggiring atau Memancing?

Image

Unisa Yogyakarta Tandatangani Kerjasama dengan Pemkab Kapuas Hulu

Image

Pariwisata Religi Solo-Magetan, Akulturasi Budaya Islam-Jawa

Image

Cyberbullying Pengaruhi Kesenjangan Sosial Masyarakat

Image

IMM Insan Kamil UMP Resmikan Pojok Baca

Image

21 Tahun Berikhtiar, YBM BRILiaN Kembali Raih Penghargaan Indonesia Fundraising Award 2022

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image