Tiga Tantangan dari Allah SWT ini Menjadi Bukti Al-Qur'an itu Mu'jizat

Image
Santuso
Agama | Wednesday, 15 Sep 2021, 07:56 WIB
Al-Qur'an (sumber gambar: republika.co.id)

Kita pastinya sudah mengetahui bahwa kitab yang diturunkan kepada Muhammad Saw yaitu Al-Quran merupakan mu'jizat terbesar yang pernah ada. Namun, pernahkah kita berpikir mengapa hanya Al-Qur'an yang menjadi mujizat, sedangkan kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya tidak disebut mu'jizat? Mengapa pula Al-Qur'an disebut sebagai mu'jizat terbesar? Berikut penjelasannya.

(A) Al-Qur'an sebagai Mu'jizat

Jika ada yang mengatakan bahwa mu'jizat adalah suatu keajaiban, maka pendapat itu tidak sepenuhnya tepat. Pasalnya, kemu'jizatan Al-Qur'an tidak sama seperti kemukjizatan yang dimiliki oleh nabi-nabi sebelumnya yang terdengar ajaib. Untuk memahami secara lengkap tentang maksud Al-Qur'ansebagai mu' jizat, ada dua hal yang harus kita pahami terlebih dahulu, yaitu dari aspek definisi dan aspek sejarah turunnya mu'jizat itu.

Pertama dari aspek definisi, mu'jizat secara bahasa berarti i'jaz (melemahkan). Orang atau pelaku yang bisa melemahkan disebut mu'jiz. Kalau pelaku tersebut kemampuan melemahkannya melebihi lawan-lawannya, maka disebut mu'jizat. Dinamakan mu'jizat karena manusia di hadapan mu'jizat ini menjadi lemah (tidak mampu) mendatangkan hal yang semisal / serupa.

Kedua dari aspek sejarah, jika ditinjau dari sejarah diturunkannya Al-Qur'an, pada saat itu sastra Arab sedang mencapai puncak kejayaannya. Hal ini membuat masyarakat Arab pada saat ini mempelajari dan membanggakan syair Arab.

Berdasarkan kedua aspek ini, kita bisa mengetahui maksud Al-Qur'anmenjadi mu'jizat yaitu Al-Qur'anmampu mengalahkan atau melemahkan syair Arab sehingga membuat ayat-ayat dalam Al-Qur'anlebih bagus dan lebih indah dari pada syair-syair Arab yang telah dibanggakan oleh masyarakat Arab pada saat itu. Untuk menunjukkan kemu'jizatannya, Allah Swt menantang siapa saja yang tidak percaya Al-Qur'anadalah kalamullah untuk membuat syair-syair yang semisal Al-Qur'an.

(B) Tantangan Allah

Berikut 3 tantangan Allah kepada masyarakat Arab untuk membuat syair yang mampu mengalahkan Al-Qur'an.

1) Menantang orang Arab membuat satu kiab semisal Al-Qur an

Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (QS. Al-Isra : 88)

2) Menantang orang Arab membuat sepuluh surat semisal Al-Qur'an

Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar". (QS. Hud: 13)

3) Menantang orang Arab membuat satu surat semisal Al-Qur'an

Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya". Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar". (QS. Yunus: 38)

Meskipun ayat ini telah berumur 14 abad lamanya, hingga saat ini tidak ada orang yang mampu membuat karya yang semisal Al-Qur'an. Kalau pun ada orang yang mencoba membuat syair-syair untuk menandingi Al-Qur'an, niscaya orang yang ahli dalam bahasa Arab langsung tahu bahwa hal itu bukanlah firman Allah, melainkan buatan manusia. Hal itu pernah terjadi pada nabi palsu Musailamah Al-Kadzab. Saat dia membuat syair yang bermaksud ingin menandingi firman Allah yang baru turun yaitu surat Al-Ashr, orang yang mendengarkannya pun yaitu Amru bin Ash (pada saat itu Amru masih jahiliyah) langsung mengetahui bahwa hal itu hanyalah syair, bukan wahyu. Amru berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kamu sendiri tahu bahwa sesungguhnya aku mengetahui kalau kamu berdusta".

Begitulah penjelasan mengapa Al-Quran menjadi mu'jizat. Hal inilah menjadi alasan mengapa Al-Qur'an tetap terpelihara sampai sekarang dari tangan orang-orang yang ingin mengubahnya. Berbeda halnya dengan kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi sebelumnya yang bisa diubah oleh tangan orang-orang jahil.

Allah menurunkan mu jizat kepada nabi dengan tujuan untuk menguatkan status kenabiannya sehingga umatnya menjadi percaya kepadanya. Jika masih ada orang yang tidak percaya terhadap kenabian dan kerasulan Muhammad Saw., silakan penuhi tantangan Allah sesuai dengan 3 ayat Al-Qur'an di atas! Jika tidak mampu memenuhi tantangan tersebut, seharusnya dia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mempercayai Al-Qur'an adalah kalamullah.

(C) Al-Quran Mu'jizat Terbesar

Mu'jizat para nabi sebelumnya (termasuk mu'jizat Nabi Muhammad Saw selain Al-Qur'an) terbatas pada ruang dan waktu. Maksudnya, mu'jizat itu hanya bisa dirasakan atau disaksikan pada tempat dan waktu tertentu. Jika sudah terjadi, maka tidak bisa terulang lagi. Begitu pula, jika pemilik mu'jizat sudah wafat, maka mu'jizat itu hilang. Berbeda halnya dengan Al-Qur'an. Al-Qur'andikatakan sebagai mujizat terbesar karena tetap terpelihara sampai hari kiamat meski pemilik mu'jizat itu yaitu Rasulullah Saw telah wafat. Allah berfirman:

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr: 9)

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

teacher | reporter | blogger (mistertuso.blogspot.com)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

LITERASI DIGITAL DAN PERAN GURU SAAT PANDEMI

Image

Pagebluk dan Wajah Murung Pendidikan Indonesia

Image

Jangan Kau Beri Tahu Kepada Mereka

Image

Andai pandemi pergi, MAHASISWA KESEHATAN MEMBUTUHKAN PRAKTIKUM DI LAPANGAN BUKAN SEKADAR TEORI

Image

Enam Tip Memilih Reksa Dana Terbaik untuk Pemula, Nomor 2 Sering Disepelekan

Image

PANDEMI CORONA MEREDA SEMUA KEMBALI CERIA

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image