Mengenang Nabi Ibrahim Menyembelih Putranya

Image
Muhammad Bambang
Agama | Monday, 19 Jul 2021, 11:04 WIB

Hari Idhul Adha adalah moment yang sangat dinantikan umat Islam, karena pada hari itu bagi yang tidak melaksanakan ibadah Haji maka disunahkan untuk melakukan ibadah qurban. Ibadah Qurban merupakan ibadah seorang muslim untuk menyembelih hewan qurban boleh kambing atau sapi. Namun penyembelihan hewan qurban ini tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim yang hendak menyembelih sang putra yaitu Ismail. Kisah yang fenomenal ini diabadikan dalam Al Qur an Ash-Shaaffaat: 99-111 :

Dan Ibrahim berkata: Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu? Ia menjawab: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. (QS. Ash-Shaaffaat: 99-111)

Pada ayat tersebut yang dibicarakan adalah Nabi Isma il alaihis salam, putera dari Nabi Ibrahim alaihis salam, bukan Ishaq. Nabii Isma il lebih tua daripada Ishaq.dimana Isma il dilahirkan ketika Nabi Ibrahim berusia 86 tahun. Sementara Nabi Ishaq itu lahir ketika Nabi Ibrahim berusia 99 tahun.

Waktu usia Isma il dalam usia gulam dan telah sampai pada usia sa ya, yaitu usia di mana anak tersebut sudah mampu bekerja yaitu usia tujuh tahun ke atas. Nabi Ismali adalah putra yang penantian panjang tentunya Nabi Ibrahim benarbenar sangat mencintainya. Disaat Nabi Ibrahim dalam keadaan sangat mencintai sang putra Nabi Islam, Nabi Ibrahim mendapatkan wahyu melalui mimpi. Mimpinya pun diceritakan kepada sang putra.

Ibrahim alaihis salam berkata pada putranya, Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.

Mendengar perkataan sang ayah Nabi Isma il bersabar, beliau ingin berharap pahala dengan menjalankan perintah tersebut, mengharap ridha Rabbnya serta ingin berbakti pada orang tuanya. Isma il pun meminta pada bapaknya untuk melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah Ta ala. Niscaya akan didapati Isma il termasuk orang-orang yang sabar atas kehendak Allah. Kesabaran tersebut dikaitkan dengan kehendak Allah karena memang tanpa kehendak Allah, kesabaran tersebut tak bisa dicapai.

Ibrahim dan Isma il berserah diri kepada Allah Ta ala atas perintah tersebut. Tentunya hal itu dilakukan untuk menjalankan perintah Allah dan takut akan siksa-Nya. Isma il pun telah mempersiapkan dirinya untuk sabar. Ia merendahkan diri untuk taat kepada Allah dan ridha pada orang tuanya. Ibrahim lantas membaringkan Isma il di atas pelipisnya. Ia dibaringkan pada lambungnya lalu siap disembelih. Kemudian Ibrahim memandang wajah Isma il ketika akan menyembelihnya.

Tentunya sangat wajar Nabi Ibrahim sebagai orang tua mengalami gelisah dan cemas atas mimpi tersebut, namun Ismail menyeru kena Nabi brahim dan dikatakan bahwa Ismail telah membenarkan mimpi tersebut. Sang putra Ismail pun telah mempersiapkan diri juga untuk hal itu. Dan apa yang terjadi ketika itu pisau sudah dilekatkan di leher?

Tentynya peristiwa itu adalah ujian dari Allah pada Nabi Ibrahim alaihis salam untuk menunjukkan akan kecintaan Ibrahim pada Rabbnya. Allah menguji Ibrahim lewat anak yang benar-benar ia cintai, diperintahkan untuk disembelih. Akhirnya, Allah mengganti dengan domba yang besar sebagai tebusan. Ibrahim bukan menyembelih Isma il, namun menyembelih seekor domba. Itulah balasan bagi orang yang berbuat ihsan. Itulah Ibrahim yang merupakan bagian dari orang beriman. Orang yang berbuat ihsan di sini yang dimaksud adalah orang yang berbuat ihsan dalam ibadah, yang mendahulukan ridha Allah daripada syahwat.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

KANGEN PIKNIK

Image

Kangen Piknik, Kawah Ijen, Jawa Timur

Image

Sekda Aceh Minta Vaksinasi Siswa Dipercepat

Image

Akankah Digitalisasi Pendidikan Akan Mati Jika Pandemi Pergi?

Image

Kelas Intensif: Raih Beasiswa DAAD Jerman 2021

Image

Rindu.....

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image