Konsep Keadilan Ekonomi Menurut Muhammad Baqir Al-Sadr

Image
Hadyan Fariz
Sejarah | Sunday, 04 Jul 2021, 12:03 WIB
https://id.wikishia.net/view/Sayid_Muhammad_Baqir_al-Shadr

Ilmiah yang berkembang di dunia Islam semakin mengedepan dan menjawab tantangan masyarakat ilmiah barat. Hal ini disebabkan tertutupnya pintu ijtihad dan tenggelamnya kajian-kajian filsafat, serta kurang terinformasinya karya-karya pemikir barat dikalangan pemikir Islam.

Pemikiran ekonomi islam merupakan sistem ekonomi yang aturan kegiatannya bersdasarkan konsep syariah yang berlandasan Al-Quran dan hadits sebagai pedoman. Didalam perkembangan sejarah ekonomi islam abad ke-II, banyak para tokoh pemikir islam menyebarkan pemikiran ekonomi islam diantaranya Baqir Al-Sadr.

Muhammad Baqir as-Sayyid Haidar Ibn Ismail Ash-Sadr atau yang biasanya dipanggil Baqir ash Sadr ini lahir pada tanggal 25 Dzulqadah 1353 H di Kadziiah, irak. Beliau cendekiwan muslim yang genius dalam hal fiqh dan terkenal dikalangan pelajar, beliau dapat menyelesaikan pendidikannya dengan cepat dan hasilnya baik.

Muhammad Baqir Sadr, pemikirannya yang terkenal yaitu Falsatuna dan Iqtishaduna, ia dengan fasihnya mengutarakan kritik-kritik terhadap pemikiran Barat seperti Karl Marx, Descartes, John Locke dan lain-lain. Falsafatuna dan Iqtishaduna telah mencuatkan Baqir Ash-Shadr sebagai teoritisi kebangkitan Islam terkemuka.

Sistem filsafat dan ekonomi alternatif disempurnakan masyarakat dan lembaga. Dalam Falsafatuna dan Iqtishaduna, Baqir Ash-Shadr menyajikan kritik yang serius terhadap aliran marxisme dan kapitalisme. Dalam bukunya Falsafatuna (filsafat kita) dan Iqtisaduna, Sadr menawarkan kritik komparatif terhadap kapitalisme dan sosialisme dan menawarkan solusi pemikiran yang Islami dan kerangka-kerangka dari sistem ekonomi islam.

Muhammad Baqir Sadr Ekonomi Islam adalah doktrin karena itu berhubungan dengan ketentuan dasar dari tujuan ekonomi. Referensi integritas atau ukuran suatu teori ekonomi yaitu (aktivitas dan hasil yang dapat dievaluasi). Sistem ekonomi Islam, digolongkan sebagai doktrin karena mempunyai kaitan dengan apa yang didasarkan pada kepercayaan islam, hukum, pendapat, konsep, dan definisi yang diperoleh dari hukum Islam.

Ekonomi Islam merupakan cara atau jalan yang di pilih oleh umat Islam untuk dijalani dalam rangka mencapai kehidupan ekonominya dan dalam memecahkan masalah ekonomi praktik sejalan dengan konsepnya tentang keadilan. Dalam doktrin ekonominya, keadilan menduduki suatu peran yang penting, sebagai gantinya, keadilan merupakan suatu Iqtishoduna sebagai mengungkap bagaimana seharusnya ekonomi Islam berjalan.

Aspek Pemikiran Menurut Baqr Ash-Sadr

Beberapa pokok pemikiran ekonomi yang dituangkan dalam buku antara lain berkenaan dengan teori produksi dan distribusi serta peran pemerintah dalam bidang ekonomi. Peran pemerintah dalam konsepsi Sadr berkenaan dengan upaya mewujudkan kesejahteraan di tengah-tengah kehidupan manusia. Dua peran pemerintah yang penting dalam hal ini adalah mewujudkan jaminan sosial dan keseimbangan sosial.

Baqr Ash-Sadr melihat sistem ekonomi Islam bagian dari keseluruhan sistem yang islam dan tetap menekankan bahwa sistem ekonomi islam harus dipelajari sebagai satu keseluruhan inter disciplinary bersama-sama dengan para anggota masyarakat sehingga terbentuk agen-agen dari sistim tersebut.

Dalam doktrin ekonomi Baqr Ash-Sadr melihat manusia mempunyai dua potensi keinginan yang berlawanan (pribadi dan sosial) sehingga masalahpun muncul dan Sadr melihat solusi ada di dalam agama, karena agama mempunyai peran yang sangat penting di dalam sistem ekonomi islam. Agama adalah, sesuatu yang sangat sakral bagi kaum Muslim.

Dalam teori produksi dan distribusi, Sadr memisahkan produksi dan distribusi, tetapi tetap melihat hubungan antara keduanya sebagai suatu persoalan pokok di dalam ekonomi. Sementara produksi adalah suatu proses yang dinamis, berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, distribusi dilihat sebagai bagian dari sistem sosial, hubungan-hubungan yang total antara manusia (sosial).

Baqr Ash-Sadr membagi dua aspek dalam produksi sama seperti dia membagi dua aspek dalam ekonomi yaitu Aspek pertama adalah aspek objektivitas atau keilmuan dimana berhubungan dengan sisi keekonomian dan pelaksanaannya seperti berhubungan dengan(apa yang diproduksi, bagaimana cara memproduksi, untuk apa diproduksinya).

Aspek kedua produksi-aspek subjektivitas dan doktrin (apa yang diproduksi dan untuk siapa produksi) adalah patokan bagi perintah dalam Islam yang diperbolehkan atau barang-barang yang sah dan berbagai macam kategori barang seperti kelayakan, kenyamanan. Sedangkan bagaimana memproduksinya adalah pertanyaan yang menjadi tanggung jawab negara.

Dampak Pereknomian Saat Ini Dimasa Pandemi Covid-19

Jika dilihat dari pemikiran Muhammad Baqir Ash-Sadr yang menekankan konsep keadilan dalam proses produksi dan distribusi, pada sekarang ini dimana negara Indonesia bahkan seluruh dunia sedang dihadapkan dengan pandemi Covid-19 yang memiliki dampak luar biasa bagi dunia perekonomian. Dampak dari pandemi bukan hanya melanda dunia perekonomian saja, kesenjangan masyarakat dan keadilan masyarakat juga ikut melemah.

Akibat pandemi covid-19 sektor ekonomi terpuruk. Pembatasan kegiatan masyarakat dapat memengaruhi kegiatan usaha, yang selanjutnya berdampak pada perekonomian. Situasi ini telah menurunkan perdagangan Indonesia, khususnya perdagangan internasional. Impor dan ekspor mengalami penurunan karena kurangnya aktivitas produksi membuat banyak komoditas sulit ditemukan atau langka, dan harga komoditas terus naik yang dapat mengakibatkan terjadinya inflasi.

Akibat isolasi di beberapa daerah, bahan baku industri juga dibatasi. Misalnya pada awal pandemi Covid-19, penjualan hand sanitizer di pasar menjadi langka akibat keresahan sosial, kemudian konsumen membeli hand sanitizer sebagai persediaan, dan harganya pun menjadi naik.

Berkurangnya aktivitas produksi ketika negara menutup perbatasannya, banyak sektor industri (seperti pabrik) yang memutuskan hubungan kerja dengan karyawan. Ketika pendapatan industri dan perdagangan menurun, hal ini juga akan berdampak pada tingkat pengangguran yang juga akan berdampak pada sisi permintaan dan penawaran perekonomian.

Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet mengatakan dampak resesi ekonomi yang paling terasa oleh masyarakat adalah pelemahan daya beli. Bila terus dibiarkan, hal ini akan melahirkan banyak penduduk miskin baru dan tingkat kemiskinan bertambah.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Urgensi Assesmen Autentik dalam dunia Pendidikan

Image

APA ITU BPKH???

Image

BPKH dan Mimpi Haji yang Semakin Realistis Bagi Rakyat Kecil

Image

Asas Manfaat & Perlindungan Terhadap Haji, Pelopori Lahirnya BPKH

Image

KONTRIBUSI BPKH UNTUK UMAT

Image

Snack Video Mod Apk Unlimited Money Dan Coin Versi Terbaru

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image