Antisipasi Dampak Covid-19 terhadap Jual Beli dengan Akad Salam

Image
Nissa Nasution
Eduaksi | Thursday, 24 Jun 2021, 12:35 WIB
https://unsplash.com/@fusion_medical_animation" />
https://unsplash.com/@fusion_medical_animation

Wabah Covid-19 membawa pengaruh yang besar terhadap sektor perdagangan, seperti menurunnya kualitas dan kuantitas pembelian dan penjualan. Juga terjadinya keterlambatan pengiriman produk dalam jual beli akad as-salam (pre order). Aktivitas jual beli masyarakat secara tatap muka juga mengalami penurunan akibat wabah ini. Hal ini karena pemerintah memerintahkan warganya untuk tetap berada di dalam rumah dan menjaga jarak aman untuk menghindari penyebaran Covid-19. Sekarang orang-orang meninggalkan rumah mereka seperlunya saja.

Situasi memang sedang buruk tapi bukan berari kita tidak bisa menjalani kehidupan dengan baik walau memang tidak seperti saat sebelu pandemi. Karena itu orang-orang melakukan segala aktivitas di rumah, seperti berbelanja melalui internet (online) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang hanya menunggu produk datang ke rumah mereka setelah melakukan pre-order. Ini tercakup dalam operasi perjanjian jual beli online dengan sistem akad salam.

Jual beli salam adalah akad jual beli barang pesanan antara pembeli dengan penjual. Spesifikasi dan harga barang pesanan disepakati diawal akad sedangkan pembayaranya dilakukan di muka secara penuh.

Namun jual beli seperti ini seringkali menjadi ajang untuk mengeruk keuntungan yang besar untuk diri sendiri dan merugikan konsumen. Supaya berdampak baik dan terhindar dari unsur gharar yang dapat merugikan pihak pembeli dan menghadirkan unsur keridhaan yang merupakan dasar dalam setiap jual beli, maka dibutuhkan kejujuran dan niat baik para pihak serta kesepakatan jangka waktu penyerahan barang.

Dalam masa wabah Covid-19 saat ini seharusnya pihak penjual melakukan antisipasi dengan pemberitahuan sebelumnya kepada pihak pembeli jika terjadi keterlambatan pengiriman barang sehingga tidak memberikan celah pada pembatalan jual beli, juga tidak akan merugikan pihak pembeli yang sedang menunggu datangnya barang yang telah dipesan, serta supaya terhindar dari unsur gharar. Dan agar dapat memenuhi kepuasan pelanggan

Situasi pandemi seperti saat ini memang ujian yang sangat berat tapi itu bukan alesan untuk menyerah. Untuk para pedagang semangat untuk menjual barangnya dan bagi konsumen tetep harus hati-hati karena diantara pedagang yang baik terselip juga pedagang yang curang.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Semakin Banyak Anak Muda Aceh yang Melek Saham

Image

Cara Riset Kata Kunci Untuk Artikel Blog, Berikut Cara Mudahnya!

Image

Perlukah PPN Pendidikan?

Image

Garda Terdepan, Covid-19 Segera Padam

Image

Pembelajaran Di Saat Pandemi

Image

LAZ Harfa Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir di Kabupaten Pandeglang

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image