Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Kelly Stefany

Perempuan Hebat, Ayo Berkarya!

Eduaksi | Wednesday, 21 Apr 2021, 10:28 WIB

"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."

Masih ingatkah siapa yang melontarkan kalimat penuh makna tersebut? Orang tersebut adalah Raden Ajeng Kartini. Tepat pada 21 April 2021, kita akan kembali memperingati Hari Kartini. R. A. Kartini merupakan seorang pelopor kebangkitan kaum wanita di Indonesia.

Penuh perjuangan dan melewati begitu banyak tahapan sehingga perempuan Indonesia bisa berada pada posisinya yang saat ini, kita telah melewati begitu banyak permasalahan yang rumit, dan bahkan kita semua pernah dipandang rendah hanya karena indentitas gender. Namun, akhirnya kita berhasil memperoleh kesetaraan gender, butuh perjuangan dari diri kita sendiri untuk memperolehnya. Perjuangan yang sudah dilakukan oleh para pelopor emansipasi wanita haruslah kita teruskan, perjalanan kita masih panjang. Oleh sebab itu, sudahkah kita memberikan yang terbaik hari ini? Lantas apa definisi dari kata terbaik?

Terbaik adalah ketika kita tidak menyerah, terus mengasah, dan mengelola kemampuan yang kita miliki. Kita semua sempurna dan hebat dengan cara kita sendiri. Tidak peduli apa profesi yang kamu jalani saat ini, selama kamu memberikan yang terbaik, maka kamu adalah perempuan yang hebat dan kuat. Kualitas diri seseorang tidak dinilai dari profesi yang sedang kamu jalani saat ini. Kualitas diri seseorang dinilai dari kemampuan, keteguhan, dan cara kita berperilaku. Kelebihan yang kita miliki tersebut istimewa dan berbeda-beda. Oleh sebab itu, haruslah kita kelola dengan baik supaya bisa berguna bagi diri sendiri, masyarakat, dan Indonesia. Namun, satu hal yang harus kita ingat bahwa terbaik tidak kita lakukan semata-mata demi orang lain, tetapi juga terbaik bagi diri kita sendiri.

Entitas Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, dan Indosat Ooredoo melakukan survei Menilai Dampak Covid-19 terhadap Gender dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Menurut hasil survei tersebut, dapat dikatakan bahwa perempuan memikul beban yang lebih berat dibandingkan laki-laki di masa pandemi ini. Menurut data, sebanyak 82% perempuan Indonesia mengalami penurunan sumber pendapatan. Selain itu, situasi sulit seperti ini membuat para perempuan terpaksa harus mengurangi jam kerjanya untuk mengurus pekerjaan rumah tangga dan menjaga anak. Pandemi ini telah memengaruhi kesehatan mental dan emosional perempuan. Tidak hanya lelah secara fisik, mereka juga mengalami tekanan batin. Hal ini disebabkan karena 57% perempuan merasa stres dan cemas akibat bertambahnya beban dan berkurangnya sumber pendapatan. Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa laki-laki mengalami dampak sebesar 47%, dapat kita lihat bahwa perempuan mengalami tekanan batin 10% lebih tinggi dari pada laki-laki.

Melihat keteguhan para perempuan yang masih tetap berjuang di bawah tekanan selama lebih dari 1 tahun, mereka pantas diberikan apresiasi. Mereka telah berusaha untuk memberikan yang terbaik bahkan saat diri mereka sedang tidak baik-baik saja. Kita semua adalah wanita yang hebat. Namun, jangan terlalu menekan diri sendiri, jujurlah pada perasaan masing-masing. Jika lelah katakan lelah, tidak apa-apa, kesedihan hari ini biarlah menjadi kesedihan hari ini, sehingga besok kalian akan menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh. Ada saatnya kita juga harus meluangkan waktu untuk diri sendiri sebagai bentuk apresiasi. Memang betul, jika kita sedang dihadapkan dengan berbagai pergumulan hidup, membuat kita hanya fokus untuk mencari cara untuk bertahan hidup. Sejujurnya tidak ada yang salah dengan hal tersebut, tapi harus kita sesuaikan dengan mengelola emosi yang sedang kita rasakan.

Bagi perempuan-perempuan yang masih berjuang, semangat! Tidak masalah seberapa buruknya keadaan yang sedang kalian alami saat ini, ketahuilah kamu tidak sendiri. Bersama-sama mari kita bangkitkan semangat dan pulihkan Indonesia bersama. Terakhir, saya ingin memberikan apresiasi bagi seluruh perempuan di Indonesia.

Terima kasih karena kalian sudah bertahan sampai di titik ini, kalian semua hebat.

Sumber data survei:

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK , (24 Oktober 2020), diakses pada 20 April 2021. https://kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/2921/survei-menilai-dampak-covid-19-perempuan-memikul-beban-lebih-berat-dibandingkan-laki-laki

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image