Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Putri Iswinarti

Patung Kartini Persembahan Jepang

Sejarah | Thursday, 21 Apr 2022, 13:08 WIB

Patung Kartini persembahan Jepang? Di Monumen Nasional (Monas) terdapat Patung Kartini yang merupakan pemberian Jepang. Bagaimana kisahnya?

Pada tahun 1961, Seorang seniman Jepang, Prof. Kato Kensei dari Akademi Kesenian Jepang, datang berkunjung ke Indonesia. Dia bertemu dengan presiden Soekarno dan mengutarakan niatnya untuk membuat patung yang mempresentasikan perempuan Indonesia. Mengapa Kato tertarik membuat patung tersebut? Menurutnya, wanita-wanita Indonesia adalah sosok yang demikian maju tanpa meninggalkan unsur-unsur kein dahan dan kepribadiannya. Presiden Soekarno pun mengapresiasi dengan baik maksud Prof.Kato. Soekarno memintanya untuk mempelajari sosok Kartini. Dia pun setuju.

Prof. Kato Kensei pun segera mendisain bentuk patung tersebut. Ia meminta pendapat Soekarno, ketika berkunjung ke Jepang, untuk mendapat gambaran tentang bentuk patung tersebut. Pada 22 April 1963, terlaksana peletakan batu pertama patung itu. Acara ini bertepatan dengan Konferensi Wartawan Asia Afrika (KWAA) di Jakarta. Tampak para delegasi setiap negara seperti RRT, Kamboja, Vietnam, Korea, Mali, Guinea, Nepal, Filipina, Afrika Barat, dan Jepang. Tokoh-tokoh wanita seperti Maria Ulfah Santoso dan Hurustiati Subandrio. Tak ketinggalan Gubernur DKI Jakarta Soemarno dan Wakil Gubernur Henk Ngantung.

Akhirnya, pembangunan Patung Kartini pun rampung pada Juli 1963 dan peresmiannya pada 19 Agustus 1963. Patung Kartini terletak di taman gedung Depernas, sekarang dikenal dengan nama Gedung Proklamasi. Peresmiannya ditandai dengan pembukaan selubung oleh Gubernur Soemarno dan Ktsushi Terazono, perwakilan pemerintah Jepang. Patung Kartini tersebut memang unik sebab terdapat aksara kanji. Peremian juga ditandai dengan penandatangan piagam serah terima dari lembaga National Movement for Asian Good Neighborhood kepada pemerintah Indonesia. Saat itu, tampaklah wujud Patung Kartini yang terbuat dari perunggu berwarna hitam. Patung setinggi 1,4 meter dan berdiri di atas kotak pedestal marmer berwarna abu-abu. Di dinding kotak tertulis tertulis dengan aksara kanji Patung Peringatan Raden Ajeng Kartini. itu menghadap ke arah Hotel Indonesia. Bentuknya seorang perempuan yang sedang melangkah dengan tangan kiri memegang dada dan tangan kanan membimbing. Patung Kartini diapit oleh dua patung kecil lainnya yang menggambarkan ibu yang menyusui anak dan wanita menari.

Namun, saat ini sudah banyak yang tidak mengetahui sejarah Patung Kartini tersebut. Apalagi sejak Gubernur Sutiyoso memindahkannya ke Monas pada 2005. Pemerintah Indonesia terkesan abai dalam pemeliharaan patung tersebut. Hal ini terbukti dari hilangnya piagam serah terima patung tersebut. Kini, tempat bekas Patung Kartini di Depernas diisi oleh Patung Pangeran Diponegoro. Nah, jika kita berwisata ke Monumen Nasional, jangan lupa ya mengunjungi juga Patung Kartini supaya kita lebih mengenal perjuangan RA Kartini.

21 April 2022

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image