Cintanya Bung Karno Terhadap Palestina Tidak Pernah Luntur Sampai Akhir Hayat

Image
Zalfah Alin Syarif
Sejarah | Sunday, 23 May 2021, 13:47 WIB
byt twitter @ulinyusron

Konflik Israel dan Palestina adalah sejarah kelam dunia internasional, nafsu besar Israel merebut tanah Palestina menjadi muara utamanya. Israel dengan segala cara merebut tanah yerussalem membohongi, mengintimidasi, karna dalam paham zionis menganggap Palestina tanah tak bertuan. Pemandangan itulah yang dunia saksikan hingga hari ini, termasuk dalam kejamnya Israel mengusir rakyat Palestina dalam sejarahnya.

Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno sudah jauh jauh hari mengatakan Neokolonialisme ala Israel ini. Bahkan Bung Karno dengan lantang dan sangat keras mengajak seluruh negara dunia untuk mendukung lepasnya Palestina dari penjajahan Israel. Bung karno menggaungkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina terlepas dari sokongan yang diberikan pemerintah dan rakyat Palestina terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bahkan setahun sebelum Indonesia merdeka pada tanggal 16 september 1944 bukti besar Palestina syekh Muhammad Amin al-huseini, memberikan dukungan secara terbuka bagi kemerdekaan Indonesia.

Setelah merdeka Ketika Indonesia membutuhkan pengakuan sebagai negeri yang berdaulat lagi-lagi rakyat Palestina bergerak mendorong Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia. Pengakuan kedaulatan dari Mesir dan Palestina tahun 1947 itu merupakan buah diplomasi Agus Salim melalui jaringan Ikhwanul Muslimin yang berbasis di Palestina.

Indonesia dibawah Presiden Soekarno juga mendukung rakyat Palestina dari penjajahan Israel, Indonesia tidak pernah mau mengakui Israel yang diproklamasirkan oleh David Ben-Gurion pada 14 Mei 1948 karna merampas tanah rakyat Palestina. Ketika Indonesia benar benar mendapatkan kedaulatannya secara penuh pada 1949, barulah negara-negara lain mengikuti pengakuan tersebut bahkan termasuk Israel. Ya'acov Shimoni kepala devisi Asia pada 5 desember 1949 mengusulkan dibukannya kantor konsulat Israel di Indonesia.

Dukungan terhadap Palestina Bung Karno ditunjukkan pada acara Konferensi Asia Afrika pada tahun 1953, Indonesia dan Pakistan menolak keras diundangnya Israel dalam Konferensi tersebut. Israel yang didirikan atas bantuan Inggris dinilai bentuk nyata Kolonialisme baru yang mengancam perdamaian dunia. Sebaliknya saat Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 Soekarno mengundang Palestina walaupun saat itu Palestina belum diakui menjadi negeri merdeka. Bukti besar Palestina Syek Muhammad amin Al-Huseini dating dan mewakili kepentingan rakyat Palestina.

Sikap keras Bung Karno juga ditunjukkan keras melalui Tim Pesebakbola nasional Timnas Indonesia, pada 1957 Timnas Indonesia juara Grup 1 Zona Asia setelah di berhasil menaklukkan Cina.

Dukungan yang dilakukan Bung Karno terhadap rakyat Palestina juga dilakukan Ketika Jakarta menjadi tuan rumah ASEAN GAMES 4 pada tahun 1962, caranya pemerintah Indonesia tidak memberikan Visa terhadap kontingen Israel dengan alasan Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik, akibatnya Komite Internasional IOC menskors keanggotaan Indonesia dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Hukuman itu tidak membuat Bung Karno lemah, sebaliknya Bung Karno justru memerintahkan Komite Olimpiade Indonesia keluar dari IOC pada februari 1963. Sebagai jawabannya Soekarno membentuk GANEFO Singkatan dari Games of The New Emerging Forces, pekan olahraga antarnegara "kekuatan baru dunia" yang diprakarsai Sukarno pada akhir tahun 1962.

GANEFO yang pertama diadakan di Jakarta pada tanggal 10-22 November 1963 dan diikuti oleh 2.200 atlet dari 48 negara Asia, Afrika dan Amerika Latin. Negara-negara lain yang digolongkan sebagai negara imperialis tidak diundang. Lebih dari 450 orang wartawan datang meliput peristiwa di Gelanggang Olahraga Bung Karno. Ganefo mempertandingkan 20 cabang olahraga, yakni atletik, renang dan lompat indah, sepakbola, bola voli, bola basket, angkat besi, menembak, anggar, gulat, tinju, balap sepeda, tenis meja, tenis, bulutangkis, polo air, hoki, panahan, layar, yudo dan senam. Gagasan pesta olahraga ini dicetuskan menandingi gerakan olimpiade yang dinilainya terlalu dikuasai negara-negara kaya-imperialis. Selain itu, karena sikap Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang mulanya enggan mengakui keabsahan penyelengaraan Asian Games IV di Jakarta, karena tidak mengundang Israel dan Taiwan, data ini diambil dari Jakarta.go.id.

GANEFO adalah tanda besarnya Negara Indonesia yang tidak ketergantungan pada kekuatan-kekuatan dunia yang ada. Dukungan Soekarno tidak pernah luntur meskipun kekuasaannya mulai limbung sejak peristiwa G30SPKI, pada pidato kemerdekaan Indonesia ke-21 pada 17 Agustus 1966 Bung Karno tetap terus menggelorakan kemerdekaan Palestina.

Tulisan ini disandur dari Youtube Editorside dan www.jakarta.go.id

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pemeharti Politik dan Ekonomi Syariah Mahasiswa PascaSarjana Komunikasi Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Tanya Senja

Image

Jangan Lengah, Kasus Covid Masih Tinggi

Image

Guru Harus Terus Belajar

Image

Gubernur WH Lepas 10 Ribu Bantuan Paket Sembako

Image

Saat Pandemi, Pendidikan Dipastikan Tak Berhenti!

Image

Kepsek di Banten Diminta jadi Satgas Covid 19, Begini Intruksinya!

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image