Jadi Produser Baik, Salman Aristo: Hindari Development Hell

Image
RESNASARI ANDINI
Gaya Hidup | Wednesday, 19 May 2021, 13:59 WIB
Salman Aristo sedang memberikan materi pada kuliah umum di prodi Televisi dan Film Universitas Padjadjaran (20/04/2021)

ga seru nih

ini ceritanya kurang komersil

ya ubah aja endingnya jadi mati, lu kan penulisnya

Kata-kata ini bisa kita dengar dalam development room suatu produksi film terutama bisa kita dengar dari sang produser film. Kata yang terkesan biasa ini ternyata bisa menciptakan development hell. Kok bisa?

Dalam sebuah produksi film terdapat sebuah development room atau ruang pengembangan yang mana terdapat orang-orang yang berjasa di balik pembuatan film. Head of development, story editor, story developer, tim riset serta staff writer atau notulensi merupakan orang yang tergabung di dalamnya. Development room ini harus bisa menciptakan suasana yang damai dan kreatif agar bisa mencipkan iklim kerja yang baik.

Nahkoda dari development room ini adalah seorang produser. Artinya, produser haruslah memiliki kemampuan kepemimpinan yang bisa mengontrol semua yang terlibat dalam produksi film terutama di development room ini.

Ketika seorang produser tidak bisa mengontrol development-nya atau tidak berhasil maka akan menjadi development hell kata Salman Aristo dalam kuliah umum prodi TVF pada Selasa (20/04/2021).

Development hell adalah suasana kerja seolah didalamnya seperti neraka yang kacau sehingga menyebabkan produksi tidak berhasil. Banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya development hell ini, salah satunya adalah kemampuan kendali sang produser.

Bukan hal yang tidak mungkin didalam suatu proses produksi mengalami kendala. Namun, kendala ini bisa di minimalisir dengan cara yang baik. Sang produser pun tentu harus memiliki sifat problem solving karena menjadi seorang produser bukan hanya menjadi pengucur dana namun dirinya termasuk kedalam film maker.

Bukan superman tapi superteam, ujar Salman.

Selain menjadi problem solver, seorang produser harus bisa membuat setiap orang yang tergabung dalam proses produksinya menjadi problem solver juga. Hal ini penting karena produksi film ini merupakan kerja kolaborasi. Dengan begitu maka development hell bisa dihindari.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Kangen Piknik, Kawah Ijen, Jawa Timur

Image

Sekda Aceh Minta Vaksinasi Siswa Dipercepat

Image

Akankah Digitalisasi Pendidikan Akan Mati Jika Pandemi Pergi?

Image

Kelas Intensif: Raih Beasiswa DAAD Jerman 2021

Image

Rindu.....

Image

Kegaliban Memberi Bingkisan, Fenomena Saat Pandemi Yang Patut Dipertahankan

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image