Salman Aristo: Development Room Harus Menjadi Tempat yang Aman dan Nyaman

Image
Maulida Fairuz Amalia
Sastra | Tuesday, 18 May 2021, 21:40 WIB
Salman Aristo saat memberi kuliah umum mengenai Dua Garis Biru Producer Perspective, yang diselenggarakan oleh Program Studi Televisi Film Universitas Padjadjaran. (Dokumen pribadi)

Salman Aristo merupakan salah satu penulis dan juga produser film di Indonesia. Banyak karya yang ia hasilkan hingga saat ini. Dua Garis Biru salah satunya, dia menjadi produser dalam film tersebut. Dalam Kuliah Umum produksi film; mengenai Dua Garis Biru Producer Perspective yang dilaksanakan oleh program studi Televisi Film Universitas Padjadjaran pada (20/04/21), ia berbagi ilmu dan pengalamannya dalam bidang perfilman. Salman yang merupakan alumni lulusan Jurnalistik Unpad ini, mulai tertarik dengan film sejak berusia lima tahun.

Berawal dari keikutsertaannya dalam unit kegiatan mahasiswa Gelanggang Seni Sastra Televisi Film (GSSTF) Fikom Unpad. Ia mendengar ternyata lho bisa bikin film ya? Sejak itu gue nulis film pendek, skenario film pendek, yang waktu itu gatau buat siapa. Saat ini, di laptop ini masih ada tuh skenario-skenario yang gue tulis di kamar kosan waktu itu ujarnya.

Pengalamannya dalam dunia film dimulai dari ia menulis sekenario, kemudian mendirect lebih dulu, lalu menyutradarai. Namun setelah itu ia lebih banyak bekerja sebagai produser. Banyak penghargaan yang ia raih salah duanya yaitu Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (Piala Citra) dari film Athirah dalam Festival Film Indonesia dan Penulis Skenario Terpuji dari film Bumi Manusia dalam Festival Film Bandung. Dalam kuliah umumnya Salman sharing terkait bagaimana membangun development room yang sehat oleh produser.

Development room yang sehat

Lalu apa yang digarap dalam development room? Skenario. Bagi produser skenario merupakan panduan dan pondasi untuk berkolaborasi. Pada tahap awal sebelum berhubungan dengan para pemain dan yang lain-lain ada tiga team advance. Mereka adalah produser, sutradara, dan penulis skenario. Dalam hal ini produser tanggung jawab untuk menciptakan kolaborasi ini. Dalam presentasinya Salman menambahkan hal yang harus dipegang dalam cara pikir produser yaitu You're as good as your collaborators.

Tips menciptakan Development room yang sehat kata kuncinya yaitu empati. Mencakup:

1) Mengenali rekan kerja, dalam hal ini kita harus tahu bagaimana cara rekan kita bekerja,

2) Hak pekerja, dimana hak-hak pekerja dipenuhi dulu haknya, karena ini merupakan hak asasi,

3) Kondisi; (keahilan, mental dan fisik, waktu sama dengan energi)

4) Being kind vs being right

Salman juga menuturkan bahwa development room, harus menjadi tempat yang aman dan nyaman. Dalam hal ini produser harus bisa menciptakan itu, Karena di sini (development room) orang-orang akan menjadi tempat orang mengeluarkan isi hatinya, pemikirannya, pandangannya, tanpa harus mengalami judgement atau komen-komen atau apapun yang membuat dia tak nyaman dan aman tuturnya.

Kemudian yang kedua adalah, it's not about you,it's all about the story. Menurut Salman tu yang harus ditanamkan dan tularkan. Kalo dikasih komentar, tidak perlu bawa perasaan, karena it's not about you. Kita juga dalam berkomentar tidak membuat orang menjadi bawa perasaan , itu kenapa ada yang ketiga,

Terakhir yaitu Seni Menyimak, kalo Simon Sinek bilang, the leaders makan paling terakhir, yang ngomong paling terakhir. Bukan yang paling kenceng dan paling di depan. Karena dia harus menyimak ujar Salman.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Tanya Senja

Image

Jangan Lengah, Kasus Covid Masih Tinggi

Image

Guru Harus Terus Belajar

Image

Gubernur WH Lepas 10 Ribu Bantuan Paket Sembako

Image

Saat Pandemi, Pendidikan Dipastikan Tak Berhenti!

Image

Kepsek di Banten Diminta jadi Satgas Covid 19, Begini Intruksinya!

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image