Merencanakan Lebaran yang Lebih Baik Tanpa Harus Mudik

Image
Muhammad Sultan
Gaya Hidup | Sunday, 09 May 2021, 21:28 WIB

Tersisa tiga hari lagi puasa ramadan tahun 2021 akan berakhir, artinya sebentar lagi seluruh umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia, merayakan hari kemenangan atau hari lebaran atau Idul Fitri. Sebagian besar umat Islam pasti merasa gembira dan bahagia.

Hari yang ditunggu-tunggu semakin dekat. Selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H bagi seluruh umat Islam di dunia termasuk Indonesia, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga kita semua tetap sehat dan masih diberikan umur panjang untuk melaksanakan lagi bulan puasa tahun depan dan seterusnya.

Biasanya hari-hari terakhir ramadan, menjelang hari lebaran, sebagian masyarakat berbondong-bondong mudik ke kampung halaman untuk merayakannya bersama keluarga. Akan tetapi, tahun ini tradisi mudik tidak seperti biasanya karena adanya kebijakan larangan mudik oleh pemerintah.

Pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini menjadi alasan pemerintah melarang masyarakat untuk mudik lebaran. Tujuannya tidak lain adalah mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas. Sehingga, keluarga di kampung halaman tetap sehat tanpa ada risiko tertular dari pemudik, sebaliknya pun demikian.

Situasi arus lalu lintas menjelang hari lebaran

Tujuan larangan mudik lebaran tidak akan tercapai, jika praktik protokol kesehatan tetap saja tidak dipatuhi. Oleh karena itu, sebaiknya masyarakat harus tetap patuh pada protokol kesehatan Covid-19 yakni menjaga jarak aman, sesering mungkin mencuci tangan, memakai masker, menghindari kerumunan, dan praktik protokol kesehatan lainnya yang direkomendasikan.

Lalu, bagaimana menghadapi lebaran kali ini agar tetap merasakan kegembiraan tanpa harus mudik? Rencanakan lebaran bersama keluarga di rumah saja dan atau keluarga di sekitar tempat tinggal dengan sebaik-baiknya. Begitu pula tetaplah menjalin silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

Jika memang harus mengunjungi keluarga dan tetangga dalam satu wilayah pada hari lebaran, maka sebaiknya harus menerapkan protokol kesehatan. Pastikan bahwa diri anda dan keluarga yang akan dikunjungi sama-sama dalam keadaan sehat. Pastikan bahwa perlengkapan protokol kesehatan senantiasa dibawa dan digunakan.

Begitu juga silaturahmi dengan keluarga yang berada di luar kota dapat dilakukan secara virtual. Manfaatkanlah sejumlah perangkat teknologi yang telah tersedia saat ini. Semua pasti berharap agar pandemi ini segera berakhir, tak terkecuali penulis.

Tidak cukup hanya dengan berharap saja sehingga pandemi ini berakhir, dibutuhkan kerelaan untuk ikut berpartisipasi mencegah penyebarannya baik langsung maupun tidak langsung. Praktik kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang selalu dijaga merupakan upaya nyata dalam mendukung keberhasilan menghentikan pandemi.

Larangan mudik lebaran tidak seharusnya ditanggapi secara berlebihan. Adanya larangan tersebut disebabkan oleh pandemi sebagai penyebab utama. Olehnya itu, seharusnya kita harus patuh protokol kesehatan agar pandemi segera berakhir, sehingga tradisi mudik lebaran tahun depan tidak dilarang lagi.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Dosen di Universitas Mulawarman Samarinda sejak 2008-sekarang

Artikel Lainnya

Image

Sahabat Akrab sekaligus Rival Sejati : Ibn Hajar al-asqalani dan Badr al-Din al-'Ayni

Image

Ilmu Masa Depan

Image

Ilmu segalanya

Image

Tugas dari Dosen Membuat Mahasiswa Stres, Ini Cara Pencegahannya!

Image

Apa sih Isyraf itu?

Image

4 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Berkurban!

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image