Sarjana Online

Image
Ahmad Muzayyin
Sastra | Tuesday, 04 May 2021, 05:54 WIB
Ilustrasi: Desakan di balik fasilitas kuliah online./nurul karimatul fitria/dimensipers.com

"Hari ini kita kuliah yah, untuk pemateri tolong di persiapkan semuanya. dan untuk presentasi kita alihakan via aplikasi z... meeting. (mahasiswa online pasti tau)

"Baik pak...."

"Baik pak...."

"Siap pak....."

"Oke pak......"

"laptop saya rusak pak.."

"Kouta saya abis pak..."

"Hp saya hilang pak..."

"Hp saya mati pak..."

Begitu kira-kira suasana di grup whatsapp ku setiap harinya. Hampir semua grup whatsapp, mulai dari grup kelas, grup keluarga, grup kominitas, grup arisan, ahhh apalah itu. Pernyataan dosen di atas selalu membayang-bayangi kami sebagai mahasiswa online, belum lagi tugas-tugas yang diberikan, selalu tak pandang bulu. Kami di bombardir, kami dicekik, kami di koyak-koyak, kami di injak-injak. Pak.... kami manusia..!.

Begitu bangun tidur, aku mendapati bulan yang semalam meloncat dari mimpiku. Benda bulat bercahaya sebesar bola kaki itu tergeletak diantara tumpukan baju kotor berserakan dilantai. Awalnya aku tak percaya kalau itu bulan, mungkin karena sisa kopi dan asap rokok yang masih mengerak dalam batok kepalaku. Tetapi ketika bulan itu mulai berloncatan mendekati kakiku, aku merasakan kegairahan yang meyakinkan bahwa benda itu memang bulan yang semalam loncat dari mimpiku.

"Zayyyyy, sudah siang. Bangun. Dasar..!" Ibuku terus berteriak sembari memasak. Aroma ikan asin goreng krispi terus memadati kamar tidurku. Dengan malas aku beranjak setelah sebelumnya menyembunyikan bulan yang barusan aku temukan di kolong ranjang. Aku melompat kaget, seperti dihantam kenyataan buruk yang tak pernah diduga datangnya ketika menyadari hari ini giliran kelompokku yang tampil presentasi Online. lebih buruknya lagi aku belum sama sekali menyiapkan semuanya, judul materi pun aku tak tau.Dalam puncak putus asa, aku mencoba membebaskan perasaanku dari cengkraman ketakutan, meronta, menjerit, berlarian menabrak lemari yang ada dikamar ku. ahhhh..bajingan..!.

Ya Betul, belakangan ini sistem pendidikan di Indonesia bahkan di seluruh dunia atau mungkin di seluruh planet berubah menjadi pembelajaran daring (Online), pembelajaran yang bermodalkan kuota internet, tak perlu cape-cape datang ke sekolah atau kampus, naik tangga untuk sampai ke lantai yang di tuju. Bisa dibilang ini semua ulah si corona. ahhh entahlahh lagi-lagi corona..!.Memang, semua tak perlu cape-cape berangkat ke sekolahnya, semua dikerjakan dirumah secara online, presentasi online, laporan kehadiran online, sidang skripsi online, ngopi online, dengan syarat spesifikasi Hp bagus, kuota internet memadai, bangun tepat waktu (karena tidak bisa titip absen). Aihh...tipsen. Dasar aku..!

Rasanya kami sebagai mahasiswa perlulah sekali-kali mengeluh, mengeluh atas ketidak-adilan ini. Betul..!, ketidak-adilan, karena dosen hanya bersantai sambil menunggu hasil tugas para mahasiswanya, sedangkan kami pak, bu? kami sibuk membagi waktu antara mengerjakan tugas satu dan tugas lainnya karena bapak ibu memberi kami tugas tak kenal waktu. Belum lagi kuota yang tak memadai, kami dipaksa menghemat kuota, orang tua kami tak mampu memberikan uang untuk itu, mereka memilih dan mementingkan untuk kebutuhan lain, yang lebih penting!. Belum lagi dari pihak kampus yang tidak memberikan kami keringanan atas uang kuliah yang telah kami bayarkan. Uang kuliah yang seharusnya kami nikmati dengan semua fasilitas kampus yang memadai, namun faktanya itu semua tidak kami nikmati, kami hanya menikmati tugas-tugas yang membeludak dan sms dari seseorang yang berkata kalau kuota kami hampir habis. mirisss..!. Nilai kami semester ini tergantung kuota, sinyal dan solidaritas teman. Eh maaf bukan teman tapi Tuhan.!

Tak terasa kini sudah memasuki bulan ke-47 study from home, seperti yang sudah-sudah, menyalakan laptop, seduh kopi, siapkan asbak, cek grup whatsaap, dikejar-kejar deadline, dicariin dosen karena tugas yang tak kunjung selesai, lalu tidur setelah bercinta dengan buku-buku karya pramoedya ananta toer.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Aku Ingin Bercerita dengan Pak Presiden

Sarjana Online

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Seutas Mimpi Jika Pandemi Pergi

Image

Lomba Membuat Komik: PAHLAWAN ANTICOVID ADALAH KITA

Image

Andai Pandemi Pergi, Tetap Jaga Kondisi Ini

Image

Andai Pandemi Pergi: Sebuah Nilai Paradoks

Image

Kuatkan Peran Perempuan, Yenny Wahid dan Kustini Sepakat Kembangkan Desa Damai

Image

Efektifkah Pembelajaran Daring di Masa Pandemi?

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image