Seni Berkomunikasi di Era Digital: Mengapa Cara Bicara Itu Penting?
Eduaksi | 2026-10-12 18:12:55Public speaking bukan hanya tentang berbicara di hadapan banyak orang, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan pesan agar mudah dipahami oleh pendengar. Kemampuan ini diperlukan dalam berbagai situasi, mulai dari presentasi di kelas, rapat pekerjaan, wawancara, hingga membuat konten digital.Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi adalah pemilihan kata.
Pesan yang baik dapat menjadi sulit dipahami apabila disampaikan dengan bahasa yang terlalu rumit atau tidak terstruktur. Sebaliknya, penggunaan bahasa yang sederhana, jelas, dan sesuai dengan pendengar dapat membuat komunikasi lebih efektif.Di era digital, kemampuan berbicara juga berperan penting dalam pembuatan konten.
Seorang kreator perlu mampu menjelaskan informasi dengan menarik agar audiens tertarik untuk mendengarkan. Begitu pula dalam dunia bisnis, cara menyampaikan pesan dapat membantu membangun kepercayaan konsumen terhadap suatu produk atau merek
Selain kata-kata, ekspresi wajah, intonasi suara, dan bahasa tubuh turut memengaruhi cara orang memahami pesan. Dalam komunikasi melalui video, misalnya, pembicara perlu memperhatikan artikulasi, kontak mata dengan kamera, dan penyampaian yang tidak monoton agar audiens tetap tertarik.Kemampuan berkomunikasi yang baik dapat dilatih melalui kebiasaan sederhana, seperti membaca materi sebelum presentasi, berlatih berbicara di depan kamera, serta mendengarkan pendapat orang lain.
Evaluasi setelah berbicara juga membantu seseorang mengetahui bagian yang perlu diperbaiki.Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat untuk menyampaikan pesan. Keberhasilan komunikasi tetap bergantung pada kemampuan seseorang dalam menyusun dan menyampaikan gagasan secara tepat. Dengan mengembangkan keterampilan public speaking, generasi muda dapat lebih percaya diri dalam berinteraksi, berkarya, dan menghadapi tantangan di era digital.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
