Keutamaan Umroh Menghilangkan Kefakiran
Agama | 2026-10-07 20:32:06Keutamaan umroh seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Mas'ud radhiyallahu 'anhu meriwayatkan anjuran Nabi ﷺ untuk mengiringkan haji dengan umroh, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana tungku pandai besi menghilangkan karat dari besi (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa'i).
Kefakiran di sini dipahami ulama dapat berarti kekurangan harta maupun kefakiran hati. Hadis ini tidak menjanjikan seseorang menjadi kaya setelah berangkat. Maknanya lebih dekat pada dorongan untuk bertawakal dan merasa cukup.
Agar Keutamaan Umroh Benar-Benar Diraih
- Luruskan niat. Berangkat karena Allah, bukan karena gengsi atau sekadar wisata.
- Ikuti tuntunan Nabi ﷺ. Ikuti manasik dengan benar, sehingga rukun dan wajib umroh tidak terlewat.
- Gunakan biaya dari sumber yang halal.
- Jaga ucapan dan perilaku. Ayat tentang adab selama haji, yaitu menjauhi perkataan kotor, kefasikan, dan bantah-bantahan (QS. Al-Baqarah: 197), dipandang relevan sebagai pedoman adab umroh.
Persiapan Praktis Sebelum Berangkat
- Pastikan travel berizin resmi. Minta nomor izin PPIU dan verifikasi melalui Kementerian Agama. [ISI: nomor izin PPIU MHU]
- Cek paspor. Masa berlakunya umumnya minimal enam bulan dari tanggal keberangkatan, tetapi periksa ketentuan terbaru.
- Ikuti manasik. Pahami tata cara sebelum tiba, bukan baru belajar di lokasi.
- Periksa kondisi kesehatan. Tawaf dan sa'i menempuh jarak cukup jauh. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kondisi tertentu.
- Siapkan anggaran dan jadwal. Bandingkan jadwal keberangkatan dan skema pembayaran yang sesuai kemampuan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
