Lobi Sudah Dipel Berkali-kali, Mengapa Marmernya tak Kunjung Mengilap?
Hospitality | 2026-09-30 15:33:12
JAKARTA – "Sudah kami pel setiap hari, tapi hasilnya begitu-begitu saja." Kalimat seperti ini kerap terdengar dari petugas kebersihan di sebuah gedung perkantoran berusia lima tahun di kawasan bisnis. Bangunannya tampak megah, lobinya luas, dan lantainya berlapis marmer. Meski begitu, pengelola terus menerima catatan dari berbagai pihak. Tamu merasa lobi kurang terawat, sementara penyewa mulai bertanya soal kebersihan area masuk.
Kalau dilihat lebih dekat, kendalanya bukan pada rajinnya petugas membersihkan. Marmer yang dilalui banyak orang setiap hari perlahan kehilangan lapisan halusnya, terutama karena langkah kaki, roda troli, dan pembersih yang tidak sesuai. Beberapa jenis material butuh penanganan khusus. Mengepel memang membuat lantai bersih, tetapi tidak cukup untuk memulihkan kilap yang sudah terkikis. Pengelola pun tidak hanya memikirkan lantai, sebab karpet, sofa ruang tunggu, dan pengendalian hama juga menuntut alat dan keahlian yang berbeda-beda.
Untuk kebutuhan semacam itu, ada SG8 Group atau PT Dwitunggal Jaya Pratama Maju, perusahaan yang berdiri dan beroperasi sejak 1989. Di bidang fasilitas, SG8 melayani pembersihan rumah, apartemen, kantor, dan pusat perbelanjaan. Layanannya juga mencakup kristalisasi marmer dan granit, pencucian karpet, kursi kantor, dan sofa, pengendalian hama, serta pengurusan halaman, taman, dan lanskap. Kristalisasi sendiri adalah cara memoles dan melindungi permukaan batu alam agar kembali halus dan mengilap. Selain itu, SG8 turut menyediakan tenaga kerja, rental kendaraan, layanan hospitality, aktivasi brand, dan manajemen konsultasi.
Bagi gedung tersebut, keluhan yang datang berulang biasanya berkurang jika perawatan dilakukan berkala dan disesuaikan dengan jenis material. Cara ini sejalan dengan UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung serta aturan turunannya, PP No. 16 Tahun 2021, yang menempatkan pemeliharaan dan perawatan sebagai kewajiban pemilik atau pengelola. Tujuannya agar bangunan tetap andal dan layak digunakan. Perawatan fasilitas mungkin jarang disorot, tetapi ikut menentukan kesan pertama, kenyamanan penghuni, dan nilai sebuah gedung.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
