Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Adinda Mahira

Sastra, Keluarga, dan Kehilangan

Alkisah | 2026-09-24 23:11:22

 

sumber: wattpad tulisan sastra

 

  • Judul : Tulisan Sastra
  • Penulis : Tenderlova
  • Tahun terbit : 2020
  • Penerbit : LovRinz Publishing
  • Jumlah halaman : vi+345 halaman
  • Tempat terbit : Cirebon, Jawa Barat
  • Genre : Teen Fiction, Romance, Angst, Fiksi Keluarga

Novel Tulisan Sastra ini menceritakan tentang kehidupan Andhika Sastra Gautama, atau yang biasa dipanggil Sastra. Ia merupakan salah satu anak dari keluarga Suyadi yang dikenal humoris dan dekat dengan anggota keluarganya. Sastra punya impian untuk menjadi seorang pianis.

Selain menceritakan kehidupan keluarga Suyadi, novel ini juga menceritakan hubungan Sastra dengan Sahara. Pada awalnya, hubungan mereka tidak berjalan baik karena Sahara masih suka dengan orang lain. Namun akhirnya Sahara luluh pada Sastra. Mereka melewati banyak peristiwa senang, sedih, penuh kasih sayang dan juga konflik.

Cerita ini punya satu bagian yang membawa perubahan besar untuk kelanjutannya. Ada satu peristiwa yang membuat kita sebagai pembaca ikut merasakan kehilangan dan rasa sedih yang mendalam. Dari cerita ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kebahagiaan, pertemuan, dan kehidupan tidak berlangsung selamanya.

Kelebihan utama dari novel ini menurut saya adalah bagaimana cara penulis menggambarkan hubungan antara satu tokoh dengan tokoh lain yang sangat kuat. Sehingga kita sebagai pembaca bisa relate dan merasa tokoh-tokoh dalam novel ini lebih hidup. Interaksi antar tokoh juga terasa nyata karena digambarkan seperti kehidupan kita sehari-hari. Dari novel Tulisan Sastra ini kita sebagai pembaca bisa mengambil pesan-pesan dan nilai-nilai, seperti nilai pendidikan, tanggung jawab, kebersamaan, dan saling menghargai.

Penulis menggunakan bahasa yang ringan, santai, dan terdengar familiar pada novel ini, sehingga saya sebagai pembaca merasa percakapan antar tokoh di novel ini mudah dipahami dan saya mudah mengikuti alur cerita. Namun, ada juga beberapa penggunaan bahasa yang sedikit kasar seperti pembicaraan anak muda yang bisa saja membuat sebagian orang kurang suka.

Bagian yang paling menarik menurut saya adalah percakapan Sastra dan Bapak ketika mereka membicarakan tentang "jejak wangi" dan "jejak busuk". Percakapan ini bagi saya memberikan rasa yang familiar seperti sedang mengobrol dengan sosok ayah. Dalam bagian ini, Bapak memberikan nasihat bahwa kita sebagai makhluk hidup dapat memilih mau meninggalkan kenangan yang baik/buruk untuk orang lain.

Selain itu juga banyak bagian dari novel ini yang dapat membuat saya berpikir bahwa kita hidup bukan hanya untuk mencapai suatu tujuan, tetapi juga tentang apa dampak yang kita berikan ketika ingin mencapai suatu tujuan. Seperti bagian dimana Sastra terus mengejar cinta Sahara.

Kekurangan dari novel ini adalah beberapa bagian ceritanya sangat emosional yang membuat alur pada bagian tertentu berjalan menjadi lebih lambat. Lalu banyaknya tokoh dalam keluarga Sastra juga dapat membuat pembaca membutuhkan waktu untuk mengingat karakter, peran, dan kepentingan masing-masing.

Secara keseluruhan, buku Tulisan Sastra merupakan novel yang menarik karena tidak hanya menceritakan kisah percintaan, tetapi juga mengisahkan tentang keluarga, persahabatan, impian, rasa kehilangan, dan perjalanan kehidupan. Bagi saya novel ini memberikan pesan bahwa setiap orang akan meninggalkan sesuatu dalam kehidupan orang lain. Karena itu, menurut saya kita sebaiknya berusaha meninggalkan “jejak wangi”, yaitu kebaikan dan kenangan yang dapat memberikan arti bagi orang-orang di sekitar kita. Menurut saya, novel ini cocok untuk pembaca kalangan remaja yang menyukai cerita keluarga dan percintaan yang emosional, tetapi memiliki pesan kehidupan yang bisa didapat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Tulisan Terpilih


Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image