Inovasi Pembelajaran PJOK Ramah Lingkungan
Guru Menulis | 2026-09-20 16:59:29Yogyakarta, 16 September 2026 – Mahasiswa Praktik Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan program pembuatan media pembelajaran berupa bola olahraga yang terbuat dari limbah plastik bekas dengan teknik dikepal dan diremas lalu dikunci menggunakan anyaman tali sederhana dari rafia di bagian luar, merupakan bentuk inovasi pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang dirancang khusus bagi siswa kelas I Sekolah Dasar di SD Negeri Gondolayu.
Mahasiswa yang terlibat dalam program ini adalah Erni Amelia, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Yogyakarta. Program ini merupakan upaya menanggapi tantangan pengolahan sampah plastik di lingkungan sekitar. Pada fase awal masa sekolah dasar, yaitu anak usia 6 hingga 7 tahun pada kelas I SD, aktivitas fisik yang dipadukan dengan pembuatan media ajar mandiri ini memiliki nilai perkembangan yang sangat penting.
Proses meremas dan mengepal lembaran sampah plastik lunak hingga membentuk bulatan padat berfungsi melatih otot-otot kecil pada tangan, memperkuat daya genggam, serta mengasah koordinasi motorik halus dan sensivitas proprioseptif anak secara alami. Tahap berikutnya, yaitu membalut dan melilit bagian luar bola dengan anyaman sederhana, melatih ketelitian, kesabaran, serta melatih fokus perhatian anak sejak dini melalui pendekatan belajar sambil bermain.
Bola edukatif yang dihasilkan memiliki struktur yang empuk namun tetap kokoh, sehingga sangat aman digunakan oleh siswa kelas I SD dalam berbagai permainan manipulatif seperti melempar, menangkap, dan menendang target tanpa timbul kekhawatiran mengalami cedera atau rasa sakit akibat benturan keras.
Integrasi aktivitas pembuatan alat perantara belajar ini tidak hanya memenuhi pencapaian kompetensi gerak anak usia dini, tetapi juga mengusung misi strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) sejak jenjang pendidikan paling dasar. Pelaksanaan kegiatan ini mengimplementasikan
Version:1.0 StartHTML:0000000156 EndHTML:0000184050 StartFragment:0000000469 EndFragment:0000184042
SDGs ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual, inklusif, dan berpusat pada anak. Pembelajaran olahraga tidak lagi berlangsung secara konvensional, melainkan diubah menjadi proses belajar yang holistik di mana siswa kelas I diajak berperan aktif sebagai pencipta media permainannya sendiri. Pendekatan ini terbukti efektif memicu rasa percaya diri, keterlibatan emosional, kreativitas, serta pengalaman belajar yang menyenangkan tanpa bergantung pada ketersediaan alat olahraga pabrikan.
Program pembelajaran ini juga berkontribusi secara nyata terhadap pencapaian SDGs ke-12 yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). Pemanfaatan limbah sampah plastik sekali pakai di sekolah menjadi sarana edukasi empiris untuk mengenalkan prinsip dasar Reduce, Reuse, Recycle (3R) dan konsep ekonomi sirkular secara sederhana kepada anak-anak.
Melalui pengalaman langsung dalam memilah, membersihkan, dan mengolah plastik bekas menjadi bola yang berdaya guna tinggi, siswa diajarkan untuk memahami nilai pemanfaatan kembali barang bekas serta ditanamkan kesadaran awal mengenai pentingnya mengendalikan konsumsi limbah demi kelestarian lingkungan sekolah mereka.
Selainitu,inovasimediaajarinisejalandenganagendaSDGske-13yaituPenangananPerubahanIklim(ClimateAction).AksipengumpulandanpengolahanlimbahplastikdilingkunganSDNegeriGondolayuinimenjadibentuklangkahnyatadalammengurangipotensipembuangansampahsembaranganmaupunpembakaranlimbahyangdapatmemicuemisikarbonberbahaya.MelaluipembiasaanlangsungsejakkelasISD,sekolahmenanamkankepedulianekologissertakesadaraniklimyangkuat,sehinggakaraktercintalingkungandapatmelekatdanmenjadibagiandarigayahidupsiswahinggamerekatumbuhdewasa.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
