Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image erwin pratama

Luar Biasa, Joyful Choir Maitreyawira Raih Dua Gold Award di PICF 2026

Info Terkini | 2026-09-17 20:51:26

Joyful Voices Choir Jakarta mencatatkan prestasi dalam ajang The 7th PENABUR International Choir Festival (PICF) 2026). Paduan suara yang bernaung dari komunitas Vihara Maitreya itu berhasil mendapatkan dua Gold Award setelah mengikuti kompetisi pada dua kategori berbeda.

Penghargaan tersebut diraih Joyful Voices pada kategori Pop & Jazz Choir serta Mixed Choir Level B. Keberhasilan ini menjadi hasil dari persiapan musikal dan latihan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh para anggota sebelum tampil di hadapan dewan juri.

Joyful Voices Choir berada di bawah pembinaan Bpk. Sudarmo Tasmin, sementara proses musikal dalam penampilannya dipimpin oleh conductor Eduard Pratama Sundjojo.

Keikutsertaan mereka dalam PICF 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga mempertemukan Joyful Voices Choir dengan kelompok-kelompok paduan suara dari berbagai latar belakang.

Berbeda Latar Belakang, Satu Panggung

PICF 2026 menghadirkan peserta dari lingkungan yang beragam. Kelompok paduan suara yang mengikuti festival tersebut berasal dari sekolah, gereja, maupun komunitas dengan identitas dan latar belakang masing-masing.

Joyful Voices sendiri tumbuh dari komunitas Vihara Maitreya. Sementara itu, penyelenggara festival adalah BPK PENABUR Jakarta, yang dikenal sebagai institusi pendidikan Kristen.

Perbedaan latar belakang tersebut tidak menghalangi para peserta untuk tampil dalam satu panggung. Musik menjadi titik temu yang memungkinkan setiap kelompok menunjukkan kemampuan mereka melalui suara dan penampilan.

Dalam kompetisi tersebut, penilaian diberikan terhadap berbagai unsur musikal. Aspek seperti kualitas musikalitas, interpretasi terhadap lagu, kekompakan antarpersonel, serta keseluruhan penampilan menjadi bagian yang diperhatikan dalam kompetisi.

Bagi Joyful Voices, pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa paduan suara dapat menjadi wadah untuk membangun interaksi di antara masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.

Tantangan dari Empat Lagu

Perjalanan Joyful Voices menuju dua Gold Award juga ditunjang oleh pilihan repertoar yang mereka bawakan.

Pada kategori Pop & Jazz Choir, mereka memilih “You Raise Me Up” dengan aransemen Nilo Alcala dan “Dream On” yang diaransemen oleh Mark Brymer.

Untuk kategori Mixed Choir Level B, Joyful Voices membawakan “I Am Not Yours” karya Z. Randall Stroope serta “T’outua/To O Tua” karya Yuka Yamashita.

Masing-masing karya mempunyai nuansa dan kebutuhan musikal yang berbeda. Karena itu, para penyanyi dituntut untuk dapat menyesuaikan pendekatan mereka ketika membawakan setiap repertoar.

Kemampuan menjaga keseimbangan suara juga menjadi bagian penting. Setiap anggota harus mampu menjalankan perannya sekaligus tetap memperhatikan keseluruhan komposisi agar penampilan terdengar sebagai satu kesatuan.

Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika sebuah kelompok harus menampilkan repertoar dengan karakter yang beragam dalam satu kompetisi.

Diikuti 152 Tim dari Indonesia dan Mancanegara

PICF 2026 menjadi ajang yang mempertemukan ratusan kelompok paduan suara. Total terdapat 152 tim yang mengikuti festival setelah melewati tahapan seleksi.

Pesertanya tidak hanya berasal dari Indonesia. Kelompok-kelompok paduan suara dari 17 provinsi di Indonesia turut ambil bagian, bersama peserta dari sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Keragaman peserta membuat festival ini menghadirkan berbagai pendekatan dan karakter musikal. Penampilan masing-masing tim kemudian dinilai oleh juri profesional dari Indonesia dan luar negeri.

Di antara ratusan tim tersebut, Joyful Voices berhasil mencatatkan namanya melalui perolehan dua Gold Award dari dua kategori yang diikuti.

Memaknai “Sing Together, Rise Together”

Tema “Sing Together, Rise Together” yang diusung PICF 2026 turut memberikan makna tersendiri bagi perjalanan Joyful Voices.

Dalam sebuah kelompok paduan suara, keberhasilan sebuah penampilan tidak hanya bergantung pada satu penyanyi. Sopran, alto, tenor, dan bass memiliki bagian masing-masing yang harus saling melengkapi.

Perbedaan karakter suara justru menjadi bagian dari kekuatan sebuah paduan suara. Setiap penyanyi tidak perlu memiliki suara yang sama, tetapi harus mampu mendengarkan dan menyesuaikan diri dengan suara lainnya.

Prinsip tersebut juga dapat dilihat dalam keberagaman peserta PICF 2026. Kelompok-kelompok dengan latar belakang berbeda hadir dalam satu festival dan berbagi panggung melalui musik.

Bagi Joyful Voices Choir Jakarta, dua Gold Award yang diperoleh menjadi pencapaian dalam perjalanan mereka sekaligus pengalaman yang memperluas ruang perjumpaan dengan komunitas paduan suara lainnya.

Dari lingkungan Vihara Maitreya hingga panggung internasional PICF 2026, Joyful Voices menunjukkan bagaimana sebuah kelompok dapat membawa identitasnya sendiri sembari tetap membangun harmoni bersama kelompok dan individu yang memiliki latar belakang berbeda.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image