Dari Vihara ke Panggung Internasional, Joyful Choir Maitreyawira raih Dua Gold Award di PICF 2026
Info Terkini | 2026-09-15 14:13:04JAKARTA — Joyful Voices Choir Jakarta, kelompok paduan suara yang tumbuh dari komunitas Vihara Maitreya, berhasil meraih dua Gold Award dalam ajang The 7th PENABUR International Choir Festival (PICF) 2026 di Jakarta.
Dibawah pembinaan Bpk. Sudarmo Tasmin, choir arahan conductor Eduard Pratama Sundjojo, Joyful Voices Choir meraih Gold Award pada kategori Pop & Jazz Choir serta Mixed Choir Level B. Pencapaian tersebut menjadi bukti kualitas musikal sekaligus hasil dari proses latihan panjang yang dijalani seluruh anggota.
Prestasi ini juga menghadirkan cerita tentang harmoni di tengah keberagaman. Joyful Voices berasal dari lingkungan Vihara Maitreya, sementara PICF diselenggarakan oleh BPK PENABUR Jakarta, institusi pendidikan Kristen. Festival tersebut turut diikuti berbagai kelompok paduan suara dari sekolah, gereja, dan komunitas dengan latar belakang berbeda.
Namun, di atas panggung, perbedaan tidak jadi pemisah. Seluruh peserta bertemu melalui bahasa yang sama: musik.
Kehadiran Joyful Voices di PICF 2026 menunjukkan bahwa paduan suara dapat menjadi ruang perjumpaan lintas budaya dan keyakinan. Setiap kelompok dinilai bukan berdasarkan asalnya, melainkan melalui musikalitas, interpretasi, kekompakan, serta kualitas penampilan.
Semangat tersebut sejalan dengan tema PICF 2026, “Sing Together, Rise Together.” Bagi Joyful Voices, bernyanyi bersama bukan sekadar menyatukan sopran, alto, tenor, dan bass, tetapi juga belajar mendengarkan, menghargai perbedaan, serta bergerak menuju tujuan yang sama.
Di kategori Pop & Jazz Choir, Joyful Voices membawakan “You Raise Me Up” aransemen Nilo Alcala dan “Dream On” aransemen Mark Brymer. Sementara dalam kategori Mixed Choir Level B, mereka menampilkan “I Am Not Yours” karya Z. Randall Stroope serta “T’outua/To O Tua” karya Yuka Yamashita.
Keempat repertoar tersebut memiliki karakter berbeda sehingga menuntut fleksibilitas musikal para penyanyi. Mereka harus mampu berpindah dari ekspresi musik populer menuju komposisi paduan suara yang lebih kompleks, tanpa kehilangan kekompakan dan kedalaman interpretasi.
PICF 2026 mempertemukan 152 tim paduan suara yang telah melalui proses seleksi. Para peserta berasal dari 17 provinsi di Indonesia serta sejumlah negara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Filipina. Penampilan mereka dinilai oleh jajaran juri profesional dari Indonesia dan mancanegara.
Di tengah kompetisi tersebut, keberhasilan Joyful Voices membawa pulang dua Gold Award menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kelompok ini.
Lebih dari medali, Joyful Voices membawa pesan bahwa perbedaan tidak perlu diseragamkan untuk menciptakan harmoni. Seperti dalam paduan suara, sopran tidak harus menjadi alto dan tenor tidak perlu menjadi bass. Setiap suara dapat mempertahankan warnanya sendiri, tetapi tetap menghasilkan keindahan ketika bersedia saling mendengarkan.
Dari Vihara Maitreya menuju panggung PICF 2026, Joyful Voices Choir Jakarta membuktikan bahwa musik dapat mempertemukan berbagai identitas dalam satu harmoni—untuk bernyanyi, bertumbuh, dan bangkit bersama.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
