Mengunci Ekosistem Makan Bergizi Gratis di Kasir Koperasi Desa
UMKM | 2026-09-17 13:30:44Mengunci Ekosistem Makan Bergizi Gratis di Kasir Koperasi Desa
Oleh: Indra Gunawan Marmansyah
Di hamparan persawahan Karawang hingga sentra peternakan Blitar, nestapa petani gurem dan peternak mandiri masih serupa. Modalnya mahal, tetapi saat panen raya tiba, harga padi, telur, dan susu segar kerap anjlok akibat permainan spekulen. Ironisnya, sektor peternakan rakyat dibiarkan berjalan tanpa perlindungan subsidi pakan yang pasti, berbeda dengan sektor pertanian yang disokong subsidi pupuk puluhan triliun rupiah. Beban pakan yang menguras hingga 70 persen modal membuat napas ekonomi peternak kecil habis.
Di tengah situasi pelik ini, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai Program Strategis Nasional. Namun, agar anggaran raksasa ini tidak terjebak menjadi proyek top-down yang rawan bocor, kedua program ini harus diintegrasikan melalui rekayasa ekosistem di tingkat tapak. KDMP harus direkayasa sebagai safe haven untuk memutus rantai mafia pangan dan melindungi hak-hak rakyat kecil.
Dalam ekosistem ideal, KDMP dibentuk langsung dari gabungan kelompok tani dan peternak lokal. Distribusi pupuk subsidi dan pakan murah dikunci satu pintu melalui koperasi. Sistem ini secara alami mengaktifkan fungsi kontrol sosial komunitas karena warga desa saling mengenal kapasitas lahan tetangganya.
Siklus ini mengunci mata rantai ekonomi pedesaan secara sempurna saat dihubungkan langsung sebagai pemasok program MBG. Skemanya sederhana: petani gurem dan peternak mengambil input produksi murah di koperasi, lalu wajib menjual hasil buminya kembali ke koperasi. Hasil bumi berkualitas inilah yang disuplai secara eksklusif untuk memenuhi kebutuhan dapur unit gizi MBG kecamatan.
Melalui skema satu pintu ini, spekulen luar otomatis mati. Anggaran triliunan rupiah program MBG tidak akan terbang ke korporasi besar di kota, melainkan berputar di dalam desa untuk membeli hasil jerih payah rakyat lokal. Koperasi pun secara otomatis memiliki kepastian pasar (off-taker) yang sangat besar untuk menghidupi anggotanya.
Langkah pemerintah menggelar pelatihan manajerial bagi 30.000 calon manajer KDMP nasional harus disambut dengan perbaikan struktur internal. Koperasi harus mengadopsi napas korporasi modern. Kemudi bisnis harian wajib diserahkan mutlak kepada manajer profesional didikan pusat yang digaji profesional dan bekerja berdasarkan target KPI ketat. Transparansi keuangan pun dikunci oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen demi melenyapkan kecurigaan warga.
Ketika petani menemukan kepastian input produksi murah bersistem yarnen (bayar panen) dan jaminan pasar yang pasti untuk konsumsi sekolah, magnet alami koperasi akan bekerja. KDMP akan berubah dari sekadar proyek pemerintah menjadi benteng pertahanan ekonomi tempat rakyat kecil tegak berdiri secara mandiri.
Penulis adalah pemerhati kebijakan publik dan praktisi koperasi.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
