Menepis Ketertinggalan Belajar, Ruang Bimbingan Anak
Guru Menulis | 2026-09-10 14:55:04Setiap anak terlahir dengan keunikan dan kecepatan belajarnya masing-masing. Di dalam kelas, tidak sedikit anak yang membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk mencerna materi, kerap kehilangan fokus saat membaca, atau perlahan mulai kehilangan semangat belajar karena merasa tertinggal dari teman-temannya. Tanpa pendampingan yang tepat dan sabar, rasa percaya diri mereka bisa pelan-pelan meredup.
Paham betul akan tantangan tersebut, tim mahasiswa KKN 37 Mandiri Universitas Nurul Huda menginisiasi program "Ruang Bimbingan dan Pendampingan Belajar Anak". Program di bidang pendidikan dan inovasi desa ini hadir sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap anak-anak usia sekolah reguler di lingkungan sekitar SLB Rumah TIA, Sungai Durian.
Pendampingan Personal di Siang Hari
Melihat situasi di lapangan, kegiatan bimbingan belajar ini dirancang secara terstruktur dan konsisten. Setiap hari Senin hingga Kamis pada siang hari—selepas jam sekolah formal selesai—ruang kelas kembali dihidupkan menjadi ruang belajar yang ramah dan inklusif bagi anak-anak.
Fokus utama dari program ini bukan sekadar mengejar nilai akademis semata, melainkan memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu anak. Mahasiswa KKN hadir mengulas kembali materi pelajaran sekolah, mendampingi penyelesaian tugas rumah (PR), serta memberikan perhatian lebih bagi anak-anak yang mengalami kendala pada topik tertentu.
"Kami menyadari bahwa tidak semua anak bisa menyerap pelajaran dengan mode klasikal di sekolah umum. Melalui pendekatan yang lebih tenang dan personal di siang hari, anak-anak yang tadinya pemalu atau kesulitan memahami materi bisa bebas bertanya tanpa merasa takut salah," ungkap salah satu mahasiswa pendamping KKN.
Mengembalikan Semangat dan Rasa Percaya Diri
Suasana belajar dikemas secara komunikatif dan interaktif. Metode belajar yang santai namun fokus ini terbukti mampu mengembalikan rasa percaya diri peserta didik. Anak-anak yang semula kurang bersemangat kembali menemukan kenyamanan dalam belajar.
Inovasi pendampingan belajar di tingkat desa ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menepis ketertinggalan akademis anak-anak. Lebih dari itu, kehadiran tim KKN membuktikan bahwa dengan ruang belajar yang tepat dan sedikit perhatian ekstra, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memahami pelajaran dan meraih prestasi terbaiknya.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
