Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image humas ump

FKIP UMP Perluas Jejaring Global ke Thailand, Mahasiswa Jalani Magang Internasional

Info Terkini | 2026-08-19 16:44:23

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan dengan memperluas jejaring kerja sama ke Thailand. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FKIP UMP dan Hatyai Wittayakarn School (HWS) Thailand, sekaligus penyerahan mahasiswa untuk mengikuti program magang internasional.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya FKIP UMP memberikan pengalaman akademik lintas negara kepada mahasiswa, terutama calon pendidik yang dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan pendidikan global.

Tak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, kolaborasi tersebut langsung diimplementasikan melalui program magang internasional. Mahasiswa FKIP UMP mendapatkan kesempatan terjun ke lingkungan pendidikan di Thailand, berinteraksi dengan komunitas sekolah setempat, sekaligus memperoleh pengalaman mengajar dalam atmosfer pendidikan dan budaya yang berbeda.

Dekan FKIP UMP, Assoc. Prof. Dr. Elly Hasan Sadeli, M.Pd., mengatakan kerja sama internasional menjadi salah satu langkah strategis fakultas dalam memperluas ruang belajar mahasiswa hingga melampaui batas ruang kelas dan negara.

“Kerja sama dengan HWS School Thailand merupakan bagian dari komitmen FKIP UMP untuk terus memperkuat internasionalisasi pendidikan. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memperoleh kompetensi akademik di kampus, tetapi juga memiliki kesempatan belajar langsung dari lingkungan pendidikan di negara lain,” ungkap Elly.

Menurutnya, pengalaman internasional menjadi semakin penting bagi calon pendidik. Guru masa depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan pedagogik, tetapi juga membutuhkan kemampuan komunikasi, adaptasi, kolaborasi, serta pemahaman terhadap keberagaman budaya.

“Ketika mahasiswa berada di Thailand, mereka akan berhadapan langsung dengan lingkungan, budaya, karakter peserta didik, dan sistem pendidikan yang berbeda. Pengalaman seperti ini akan membentuk keberanian, kemandirian, kemampuan beradaptasi, serta wawasan global mereka sebagai calon pendidik,” ujarnya.

Dari Ruang Kuliah Menuju Kelas Internasional

Melalui program tersebut, mahasiswa FKIP UMP memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan dalam konteks pendidikan internasional.

Mereka akan merasakan secara langsung dinamika pembelajaran di Thailand, mulai dari berkomunikasi dengan peserta didik dan tenaga pendidik, memahami budaya sekolah, hingga menyesuaikan strategi pembelajaran dengan lingkungan yang berbeda.

Bagi FKIP UMP, pengalaman tersebut memiliki nilai penting dalam proses pembentukan kompetensi mahasiswa. Interaksi lintas budaya dapat memperluas perspektif mahasiswa mengenai profesi guru sekaligus memberikan gambaran bahwa dunia pendidikan saat ini semakin terhubung secara global.

“Mahasiswa kami membawa identitas UMP sekaligus Indonesia. Karena itu, kami berharap mereka mampu menunjukkan kompetensi, kedisiplinan, karakter yang baik, dan kemampuan berkomunikasi selama mengikuti program. Setelah kembali ke Indonesia, pengalaman tersebut harus dapat ditransformasikan menjadi pengetahuan dan inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” kata Elly.

Ia berharap mahasiswa tidak sekadar menjadikan magang internasional sebagai pengalaman perjalanan ke luar negeri, tetapi benar-benar memanfaatkannya sebagai laboratorium pembelajaran untuk meningkatkan kualitas diri sebagai calon guru.

Perkuat Internasionalisasi UMP

Penandatanganan MoA dengan HWS School Thailand sekaligus memperluas jaringan mitra internasional yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan berbagai kegiatan akademik di masa mendatang.

Kolaborasi lintas negara tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan program bersama, terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan, pertukaran pengalaman pembelajaran, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta aktivitas akademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Menurut Elly, internasionalisasi perguruan tinggi harus diwujudkan melalui kegiatan konkret yang dampaknya dapat dirasakan mahasiswa.

“Kerja sama internasional jangan berhenti pada dokumen. Salah satu ukuran pentingnya adalah bagaimana kerja sama itu mampu membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang sebelumnya tidak mereka dapatkan. Penyerahan mahasiswa magang internasional ini menjadi salah satu implementasi nyata dari kolaborasi tersebut,” tegasnya.

Program ini sekaligus memperlihatkan upaya UMP dalam mempersiapkan lulusan yang mampu berkompetisi tidak hanya pada tingkat lokal dan nasional, tetapi juga memiliki kesiapan memasuki lingkungan profesional yang semakin global.

Membentuk Guru Berwawasan Dunia

Bagi mahasiswa FKIP, pengalaman mengajar di luar negeri dapat menjadi bekal penting ketika kelak memasuki dunia pendidikan. Mereka dituntut belajar melihat pendidikan dari perspektif yang lebih luas sekaligus memahami bahwa setiap negara memiliki budaya belajar dan karakter peserta didik yang beragam.

Pengalaman tersebut juga diharapkan melahirkan calon guru yang lebih terbuka terhadap perubahan, inovatif dalam mengembangkan pembelajaran, serta memiliki kemampuan membangun komunikasi di tengah keberagaman.

FKIP UMP berharap kerja sama dengan HWS School Thailand dapat terus berkembang dan menjadi pintu bagi semakin banyak mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional.

Dari Purwokerto menuju Thailand, mahasiswa FKIP UMP kini membawa proses belajarnya ke ruang yang lebih luas. Kelas mereka bukan lagi hanya ruang perkuliahan di kampus, tetapi juga sekolah dan masyarakat internasional yang memberikan pengalaman nyata tentang pendidikan, budaya, dan kehidupan global.

Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen UMP untuk menghadirkan pendidikan yang semakin terbuka terhadap dunia serta mempersiapkan calon pendidik yang unggul, adaptif, berkarakter, dan berwawasan internasional. (Ehs/Tgr)

Artikel lengkap dapat diakses DISINI

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image