Bentengi Generasi dengan Taat pada Syariat Islam
Lainnnya | 2026-08-13 20:50:27
Perayaan Pride Month oleh kaum dan pendukung L9BT telah dilakukan pada bulan Juli lalu. Namun, gelora perjuangan mereka dalam menuntut hak agar dapat diterima secara luas oleh masyarakat, beserta regulasi pemerintah yang mendukung kaum marginal ini masih terus berjalan sampai sekarang. Tentunya hal ini menjadi isu yang perlu diwaspadai oleh kaum muslimin agar ide L9BT ini jangan sampai menjadi budaya baru yang dinormalisasikan oleh masyarakat luas.
Fenomena L9BT merupakan tindakan menyimpang yang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Pada dasarnya, manusia diciptakan oleh Allah memiliki jenis kelamin laki-laki dan perempuan, serta diciptakan berpasang-pasangan (laki-laki dengan perempuan). Begitu pula sains menjelaskan, bahwa manusia hanya memiliki 2 macam kromosom XX untuk perempuan dan XY untuk laki-laki. Sehingga kecenderungan seksual atau orientasi seksual adalah hal yang dipengaruhi oleh cara pandang dan bukan disebabkan oleh genetik.
Lebih dari pada itu, bisa dikatakan bahwa sebenarnya ide L9BT ini bersumber dari ide kebebasan yang dibawa oleh barat untuk melegitimasi perbuatan yang tidak sesuai dengan norma sosial yang ada. Maka, bagi negeri dengan penduduk mayoritas muslim seperti Indonesia perlu menolak ide kebebasan yang bukan bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah nabi. Bahkan Allah jelas-jelas melaknat perbuatan ini seperti di dalam surah Al-Ankabut ayat 38 yang artinya " Juga (ingatlah kaum) ‘Ad dan Samud. Sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Setan menjadikan terasa indah perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka dahulu adalah orang-orang yang berpandangan tajam".
Sungguh ketika masyarakat mengharapkan kemuliaan keluarga, pasangan, dan generasi saat ini, hendaknya menolak perbuatan yang telah dilaknat oleh Allah swt. Hal ini dikarenakan, mengambil ide kebebasan yang mendukung hak-hak L9BT justru akan memperbesar propaganda yang mereka lakukan. Hal yang terjadi saat ini adalah pertarungan antara yang hak dan batil. Hendaknya pemerintah saat ini mengeluarkan hukuman yang tegas kepada pelaku L9BT, bukannya malah mendukung atau membolehkan pernikahan sesama jenis seperti yang sudah terjadi di berbagai belahan dunia.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
