Kisah Inspiratif dari Racikan Kopi ala Bumi Mina Tani
UMKM | 2026-08-10 16:17:24
Siapa sangka, dari Lereng Gunung Muria di Kabupaten Pati, daerah yang selama ini akrab dengan julukan "Bumi Mina Tani", lahir sebuah cerita tentang secangkir kopi. Di Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Nia (51) membuktikan bahwa memulai usaha tak kenal kata terlambat. Melihat peluang dari kebun yang dirawatnya di belakang rumah, ia merintis usaha "Kopi Cap 234" sejak tahun 2019. Perjalanannya tentu tidak langsung mulus. Baru saja mulai bernapas, hantaman pandemi datang menguji. Namun, alih-alih menyerah, Nia justru memutar otak. Ia menjadikan masa-masa sulit itu sebagai momen untuk terus menyempurnakan racikan dan kualitas roasting tradisionalnya agar kopinya punya karakter yang kuat dan tahan banting di pasaran.
Bagi Nia, usaha ini bukan tentang cuan, tetapi juga prinsip, identitas, dan budaya ala masyarakat Desa Bageng dan Bumi Mina Tani yang selalu dipegang teguh olehnya. Nuansa pedesaan dan masyarakat agrikultur sudah melekat dalam dirinya. Alih-alih berkarir di perkotaan, Nia justru melihat peluang dari kebun belakang rumahnya yang mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang dan menjaga identitas Desa Bageng sebagai desa penghasil kopi jempolan dari Bumi Mina Tani. Meskipun untuk saat ini pemasarannya masih dilakukan dari mulut ke mulut, rasa dan aroma yang khas dari "Kopi 234" mampu meninggalkan kesan yang melekat di setiap hati pembelinya, yang bahkan tembus hingga mancanegara.
“Kemarin sempat ada turis dari Taiwan langsung petik langsung di kebun belakang. Alhamdulillah, tetap ada orderan, meskipun promosinya masih dari Facebook atau mulut ke mulut. Kemarin juga ada program dari Shopee, tapi dari saya pribadi masih belum siap,” tutur Nia.
Kisah "Kopi Cap 234" rasanya menjadi pengingat hangat buat kita semua. Terkadang kita terlalu sibuk mencari peluang besar di tempat yang jauh, tempat dimana semua tren usaha mengarah ke titik yang sama, padahal potensi yang luar biasa justru tersembunyi di dekat kita. Siapa yang menduga, dari sekadar kebun belakang rumah yang mungkin sering kita lewati setiap hari, ternyata bisa melahirkan sebuah bisnis yang melesat hingga ke lidah global. Asal jeli melihat peluang dan mau konsisten, hal-hal sederhana di sekitar kita pun bisa bernilai luar biasa dan menjadi inspirasi bagi sesama.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
