Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Zalfa Mufida

Kesepian di Tengah Banyak Notifikasi

Curhat | 2026-08-03 11:42:43

Ponsel kita hampir tidak pernah benar-benar diam. Ada pesan masuk, notifikasi media sosial, video baru, hingga berbagai update yang terus bermunculan. Ironisnya, di tengah semua keramaian itu, banyak dari kita justru merasa semakin sepi.Kita bisa menghabiskan berjam-jam menatap layar, membalas chat, memberi tanda suka, atau sekadar melihat kehidupan orang lain. Namun ketika layar dimatikan, yang tersisa sering kali hanya perasaan hampa yang sulit dijelaskan.

Banyaknya notifikasi ternyata tidak selalu berarti kita benar-benar memiliki seseorang untuk diajak berbicara. Ada perbedaan besar antara ramai dan merasa ditemani. Kita mungkin memiliki ratusan kontak, tetapi bingung harus menghubungi siapa saat hari terasa begitu berat.

Media sosial membuat kita seolah selalu terhubung, padahal tidak semua hubungan yang terlihat aktif benar-benar menghadirkan kedekatan. Kita mengetahui kabar seseorang setiap hari, tetapi tidak tahu bagaimana keadaan hatinya. Begitu pula sebaliknya.

Tanpa sadar, kita mulai mencari validasi dari angka. Berapa banyak yang melihat unggahan kita, siapa yang membalas pesan paling cepat, atau siapa yang memberi reaksi pada cerita kita. Padahal, perhatian sesaat tidak selalu mampu mengisi rasa sepi yang sesungguhnya.

Kesepian bukan berarti hidup kita gagal. Kesepian hanyalah tanda bahwa sebagai manusia, kita membutuhkan hubungan yang nyata, percakapan yang tulus, dan kehadiran yang tidak bisa digantikan oleh notifikasi.

Mungkin kita tidak perlu lebih banyak teman. Mungkin yang kita butuhkan hanyalah satu orang yang benar-benar mendengarkan tanpa menghakimi, atau bahkan belajar menjadi teman yang lebih baik untuk diri sendiri.

Tidak ada salahnya sesekali menjauh dari layar, menikmati hening, atau menghabiskan waktu dengan orang-orang yang membuat kita merasa diterima apa adanya. Karena pada akhirnya, yang membuat hati terasa penuh bukanlah banyaknya notifikasi, melainkan banyaknya kehangatan yang kita rasakan.

Jangan sampai kita terlalu sibuk menjaga koneksi internet, tetapi lupa menjaga koneksi dengan manusia yang benar-benar ada di sekitar kita.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image