Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image R@hman _Al Hikmah

Raksasa Mengerikan Itu Bernama Ego

Agama | 2026-08-02 16:09:47

Tak seorang pun pernah melihat wajahnya.Namun...Jejak langkahnya terdengar di mana-mana. Ia tidak membawa pedang. Tidak pula menghunus tombak.Tetapi...Ia mampu memutus persaudaraan. Merobohkan kepercayaan. Menghancurkan sebuah barisan yang dibangun bertahun-tahun.Ia adalah Ego.Yang lahir, bukan dengan suara keras. Ia datang berbisik sangat lembut di hati."Bukankah engkau lebih tahu?""Bukankah jasamu lebih besar?""Bukankah tanpa dirimu, semuanya tidak akan berjalan?"Begitulah... Ia menepuk bahu kita dengan pujian. Lalu perlahan... mencuri keikhlasan.Ego...Membuat telinga lebih senang dipuji daripada dinasihati.

Membuat lisan lebih sibuk menjelaskan daripada mendengarkan. Membuat mata lebih tajam melihat kesalahan orang lain, namun kabur melihat aib sendiri.Ego...Tidak selalu membuat seseorang berteriak. Kadang... Ia membuat seseorang diam. Namun diamnya dipenuhi rasa "Mengapa bukan aku?""Mengapa dia yang dipilih?""Mengapa pendapatku tidak didengar?", Padahal... Yang terluka bukan harga diri. Tetapi... keakuan.Betapa banyak persahabatan yang retak bukan karena kebencian.

Melainkan...karena tak ada yang mau merendahkan hati. Betapa banyak rumah tangga yang dingin bukan karena hilangnya cinta.Tetapi...karena dua ego sama-sama ingin menang. Betapa banyak perjuangan yang melambat. Bukan karena sedikitnya musuh.Tetapi...karena setiap hati ingin menjadi pusat. Lalu Allah mengingatkan, وَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ_"Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa."_(QS. An-Najm: 32)Seakan Allah berkata..._"Jangan sibuk meninggikan dirimu. Biarkan Aku yang menilai."_Iblis...Tidak jatuh karena kurang ibadah.

Ia pernah berada di tengah para malaikat.Namun...Satu kalimat menghancurkan seluruh kemuliaannya. أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ"Aku lebih baik darinya."(QS. Al-A'raf: 12)Hanya tiga kata.Tetapi...cukup untuk mengusirnya dari rahmat Allah. Bukankah itu adalah kalimat yang sering diucapkan ego... meski tanpa suara?"Aku lebih benar...""Aku lebih berjasa...""Aku lebih memahami..."Wahai hati...Berhati-hatilah. Raksasa itu tidak tinggal di luar dirimu. Ia tinggal di dalam dadamu. Ia tumbuh setiap kali engkau lebih mencintai pujian daripada kebenaran. Ia membesar setiap kali engkau lebih sibuk mempertahankan gengsi daripada memperbaiki diri.

Ia menjadi perkasa setiap kali engkau enggan mengucapkan,"Maafkan aku..."Sungguh...Tidak ada kemenangan yang lebih agung, selain kemenangan atas diri sendiri. Tidak ada gunung yang lebih tinggi untuk didaki, selain gunung bernama keakuan. Tidak ada raksasa yang lebih menakutkan, selain ego yang dibiarkan hidup di dalam hati.Maka...Jika suatu hari engkau merasa nasihat mulai sulit masuk, cobalah bertanya... Apakah hatimu terlalu penuh oleh dirimu sendiri?Jika engkau tak lagi mampu menghargai pendapat saudaramu, mungkin bukan mereka yang berubah.

Mungkin... egomu yang semakin besar.Jika engkau selalu ingin didengar, namun enggan mendengar, barangkali... raksasa itu telah mengambil singgasana hatimu.Ya Allah...Jangan biarkan aku menang di hadapan manusia, namun kalah di hadapan egoku.Ajarkan aku rendah hati ketika dipuji. Lapangkan dadaku ketika dinasihati. Lembutkan lisanku ketika berbeda.Dan kecilkanlah rasa "aku"... hingga yang tersisa hanyalah rasa..."Aku hanyalah seorang hamba yang sangat membutuhkan-Mu."Karena saat "aku" mengecil, di situlah Allah menjadi semakin besar di dalam hati. Dan ketika Allah telah memenuhi hati, tak ada lagi ruang bagi raksasa mengerikan itu... yang bernama ego.

barokallahu fiikum jamii'an

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image