BBWS Brantas Kirim 5.000 Liter Air Bersih ke Desa Komis
Info Terkini | 2026-07-28 17:55:35
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mengirimkan satu mobil tangki berisi 5.000 liter air bersih ke Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Selasa (28/7/2026) pukul 14.10 WIB. Pengiriman sebagai tindak lanjut atas laporan kekeringan kritis yang disampaikan warga melalui Posko Wilayah 4.
Sebelumnya, sumber air permukaan yang menjadi andalan masyarakat setempat telah mengering, sehingga sebagian warga terpaksa membeli air secara mandiri. Kondisi darurat tersebut mendorong warga melaporkan krisis air ke BBWS Brantas melalui kampanye "Laporkan Kekeringan".
Bantuan tanggap darurat ini terealisasi sekitar tiga hari setelah warga pertama kali menyampaikan laporan kepada Posko Wilayah 4 pada Sabtu (25/7/2026). Setelah proses pengisian formulir pemantauan pada Minggu (26/7) dan verifikasi data lengkap pada Senin (27/7), armada tangki air langsung diterjunkan dan tiba di lokasi pada Selasa siang.
Setibanya di lokasi, pasokan 5.000 liter air bersih tersebut didistribusikan ke tiga titik di Desa Komis sesuai kebutuhan warga. Distribusi ini diprioritaskan bagi mereka yang paling kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti memasak, minum, dan mandi.
Kecepatan penanganan ini disambut positif oleh masyarakat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BBWS Brantas atas respons cepat terhadap laporan warga. Bantuan air bersih ini sangat membantu masyarakat yang beberapa hari terakhir kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami berharap solusi jangka panjang seperti pembangunan sumur bor dan tandon air juga dapat direalisasikan," ujar Amin Jufri, salah satu warga Desa Komis.
Berdasarkan informasi dari Posko Wilayah 4, penyaluran bantuan dilakukan setelah laporan warga beserta data lapangan diverifikasi secara administratif melalui mekanisme pemantauan kekeringan BBWS Brantas.
Dengan terealisasinya bantuan air bersih tersebut, laporan warga Desa Komis yang sebelumnya disampaikan melalui Posko Wilayah 4 telah berujung pada penanganan darurat di lapangan. Warga berharap respons cepat ini menjadi langkah awal menuju penyelesaian yang lebih berkelanjutan agar persoalan krisis air tidak terus berulang pada musim kemarau berikutnya.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
