Tim PKM-K EcoCandle UNM Matangkan Proses Produksi Lilin Aromaterapi dari Jelantah
Edukasi | 2026-07-27 13:15:42
Jakarta – Komitmen mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) dalam menghadirkan inovasi kewirausahaan berbasis lingkungan terus diwujudkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) EcoCandle. Tim PKM-K yang diketuai Nabila Putri Aulia melaksanakan tahapan produksi lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah sebagai bagian dari penyempurnaan produk yang akan dikembangkan.
Tim EcoCandle yang beranggotakan Aliyah Dwi Puspita, Nurrohmah Wati, dan Athirah Arumi melakukan proses produksi secara bertahap, dimulai dari penakaran bahan baku berupa minyak jelantah, soywax, dan stearic acid dengan komposisi yang telah ditentukan. Selanjutnya, minyak jelantah dipanaskan hingga mencapai suhu tertentu sebelum soywax dan stearic acid dimasukkan dan diaduk hingga seluruh bahan tercampur secara homogen.
Setelah campuran mulai mendingin, tim menambahkan pewarna dan pewangi untuk menghasilkan lilin aromaterapi yang memiliki tampilan menarik sekaligus aroma yang menenangkan. Tidak hanya mengutamakan fungsi, EcoCandle juga mengedepankan nilai estetika dengan menyusun berbagai elemen dekoratif, seperti pasir pantai, kerang, efek air, serta ornamen lainnya ke dalam wadah sebelum adonan lilin dituangkan. Tahapan tersebut diakhiri dengan proses finishing untuk memastikan kualitas dan tampilan produk sesuai dengan konsep yang telah dirancang.
Ketua Tim PKM-K EcoCandle, Nabila Putri Aulia, menjelaskan bahwa setiap proses produksi dilakukan melalui serangkaian percobaan agar menghasilkan produk yang berkualitas sekaligus memiliki daya tarik bagi konsumen.
"Kami ingin membuktikan bahwa minyak jelantah yang sering dianggap sebagai limbah ternyata masih memiliki nilai ekonomi apabila diolah dengan tepat. Dalam setiap tahapan produksi, kami tidak hanya memperhatikan kualitas lilin, tetapi juga tampilan produk agar memiliki nilai estetika dan mampu bersaing di pasar. Harapannya, EcoCandle dapat menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang usaha berbasis ekonomi kreatif," ujar Nabila.
Dosen pendamping PKM-K EcoCandle, Johan Hendri Prasetyo, S.E., M.M., mengapresiasi proses pengembangan produk yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan sebuah produk kewirausahaan tidak hanya ditentukan oleh ide, tetapi juga oleh ketelitian dalam proses produksi dan inovasi yang berkelanjutan.
"Mahasiswa telah menunjukkan proses pembelajaran yang sangat baik, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan limbah minyak jelantah, hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. Inilah esensi dari PKM-K, yaitu bagaimana mahasiswa mampu mengembangkan solusi bisnis yang inovatif, berorientasi pada keberlanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Saya berharap EcoCandle dapat terus disempurnakan sehingga memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk komersial," ungkap Johan.
Melalui EcoCandle, mahasiswa Universitas Nusa Mandiri berupaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak. Minyak jelantah yang selama ini sering dibuang begitu saja dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Pengembangan EcoCandle menjadi salah satu wujud implementasi pembelajaran berbasis proyek yang didorong oleh Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri. Selain menghasilkan inovasi kewirausahaan, program ini juga menanamkan semangat keberlanjutan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia usaha di masa depan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
