Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Zalfa Mufida

Soft Life Setelah Breakup: Berhenti Mengejar, Mulai Menata Diri

Edukasi | 2026-07-25 13:30:42
Pernah nggak, setelah putus cinta justru yang paling terasa bukan kehilangan seseorang, melainkan kehilangan rutinitas?Tidak ada lagi ucapan "selamat pagi" yang ditunggu, tidak ada cerita sebelum tidur, dan tiba-tiba ponsel terasa jauh lebih sepi dari biasanya. Anehnya, yang dirindukan kadang bukan orangnya, tetapi kebiasaan yang pernah dibangun bersama.Banyak orang mengira proses move on dimulai ketika berhasil melupakan mantan. Padahal, kenyataannya proses itu dimulai ketika seseorang berani menerima bahwa hidup tetap berjalan, meskipun tanpa kehadiran orang yang dulu selalu ada.Di era media sosial, proses pulih setelah putus justru sering terasa lebih sulit. Setiap membuka aplikasi, ada saja godaan untuk melihat akun mantan, memperhatikan siapa yang memberi komentar, atau sekadar berharap namanya muncul di daftar penonton story. Aktivitas yang terlihat sederhana itu tanpa disadari membuat seseorang terus terhubung dengan masa lalu yang seharusnya mulai dilepaskan.Tidak sedikit pula yang memilih melakukan glow up setelah putus. Mulai rutin ke gym, membeli pakaian baru, hingga mengunggah foto terbaik di media sosial. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Namun, pertanyaannya adalah, apakah semua perubahan tersebut dilakukan untuk diri sendiri atau hanya agar seseorang di masa lalu merasa menyesal?Belakangan ini muncul istilah soft life, yaitu gaya hidup yang mengutamakan ketenangan, keseimbangan, dan tidak lagi memaksakan diri demi memenuhi ekspektasi orang lain. Konsep ini ternyata juga relevan diterapkan setelah seseorang mengalami putus cinta. Alih-alih sibuk membuktikan bahwa dirinya sudah bahagia, soft life mengajak seseorang untuk benar-benar membangun kebahagiaan tanpa perlu mencari validasi.Memulai soft life setelah breakup tidak selalu berarti melakukan perubahan besar. Hal sederhana seperti tidur yang cukup, kembali menikmati hobi yang sempat ditinggalkan, menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman, membaca buku, hingga mencoba aktivitas baru dapat membantu membangun rutinitas yang lebih sehat. Perlahan, hidup tidak lagi berpusat pada seseorang yang telah pergi, melainkan kembali berpusat pada diri sendiri.Yang juga perlu dipahami, proses pulih setiap orang berbeda. Ada yang bisa bangkit dalam hitungan minggu, ada pula yang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Tidak ada batas waktu yang menentukan kapan seseorang harus benar-benar move on. Yang terpenting bukan seberapa cepat melupakan, melainkan seberapa baik seseorang belajar menerima dan melanjutkan hidup.Pada akhirnya, putus cinta bukanlah kegagalan hidup. Terkadang, hubungan yang berakhir justru membuka ruang untuk mengenal diri sendiri lebih dalam. Kita belajar bahwa kebahagiaan tidak seharusnya bergantung pada kehadiran satu orang, melainkan pada kemampuan menghargai diri sendiri.Mungkin benar, luka tidak langsung hilang dalam semalam. Namun, setiap langkah kecil untuk kembali menjalani hidup adalah bentuk keberanian yang patut diapresiasi. Sebab, soft life setelah breakup bukan tentang berpura-pura baik-baik saja, melainkan tentang memilih untuk perlahan sembuh dan menjadi versi diri yang lebih tenang daripada sebelumnya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image